Senin, 14 Januari 2019

BINROHTAL 568:WASPADA DAN PASRAH.

Saat ngaji salat Duha di masjid Polres Jombang,Kamis (10/1),Pengasuh Pesantren Fallahul Muhibbin Watugaluh.Diwek,KH Nurhadi/Mbah Bolong menjelaskan tentang pentingnya waspada & pasrah."Kalau ingin hidup mulia & sukses,kita harus sabar,sabar namun tetap waspada & siap siaga serta selalu bertakwa kepada Allah SWT,"jelasnya mengutip QS Ali Imron 200.Orang Islam itu harus baik kepada siapapun.Termasuk kepada orang kafir yang tidak memusuhi.Tapi kalau mereka memusuhi & menyakiti,tak boleh diam."Polisi juga demikian.harus baik kepada siapa saja.Tapi kalau ada perilaku kriminal,narkoba,pencurian,miras,perjudian,pelacuran,harus tegas karena itu meresahkan masyarakat,"paparnya.Mbah Bolong lalu bercerita,Sultan Nurrudin Mahmud Zanki yang hidup tahun 1168-1174 & berkuasa di Syria hingga Mesir dengan pusat kekuasaan di Damaskus.Suatu malam Sultan Nurrudin mimpi bertemu Rasulallulah Muhammad SAW.Dalam mimpi itu Rasul memanggil-manggil Nurrudin & menyuruhnya segera pergi ke Madinah,karena ada 2 orang kulit putih yang hendak menyakiti beliau.Bermimpi seperti itu,Sultan Nurrudin pun tersentak & terbangun dari tidurnya.Betapa jelas kata-kata yang diucapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW tadi,ia pun segera mengambil air wudhu lalu salat beberapa rekaat & tidur kembali.Dalam tidur kedua nya,Sultan Nurrudin mendapatkan mimpi yang sama bahkan terasa lebih jelas.Mimpi itu terus berulang hingga 3 kali.Keesokan harinya,Sultan Nurrudin menyampaikan mimpinya kepada Jamalludin Al-Muwashali,seorang menteri yang berwawasan luas,alim & rendah hati.Jamaluddin pun menyarankan agar Sultan segera pergi ke Madinah & tidak menceritakan mimpinya kepada siapapun.Dengan membawa 100 pasukan berkuda & harta yang banyak,Sultan berangkat ke Madinah.Di butuhkan 16 hari lamanya bagi Sultan Nurrudin & pasukannya untuk sampai ke Madinah.Ia segera ke Raudah,lalu menziarahi makam Rasulullah SAW,setelah itu,ia memerintahkan agar seluruh penduduk Madinah berkumpul,terutama penduduk & peziarah di sekitar Masjid Masjid Nabawai.Sultan membagi-bagikan hadiah pada setiap orang yang datang dengan harapan bisa bertemu dengan 2 orang yang dilihatnya dalam mimpi,tapi ternyata tidak bertemu.Dia pun bertanya apa masih ada warga yang belum keluar?Masyarakat menjawab ada,yakni 2 orang dari Maroko yang memang kaya jadi tidak butuh diberi hadiah.Sultan minta agar keduanya dihadirkan.Ternyata 2 orang itulah yang dilihat dalam mimpi.Mereka mengaku dari Maroko tapi asliinya bukan.Sultan lalu menggeledah rumah kontrakan 2 orang itu.Ternyata dari kontrakan itu dia membuat terowongan menuju ke makam Rasulullah Muhammad SAW,mereka ingin mencuri jasad Rasulullah."Inilah contoh pejabat kalau mau terus menerus mendekat kepada Allah SWT,pasti ditolong oleh Allah SWT menghadapi semua kesulitan,"pesannya.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,14 Januari 2019).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN