Minggu, 13 Januari 2019
TARIQAH 48:LISAN DITEKUK.
Saat ngaji dalam khususiyah Ikatan Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (ITQON) di PP Darul Ulum Rejoso,Kamis (10/1),KH Cholil Dahlan,menjelaskan bahaya lisan."Anggota tubuh yang paling banyak disiksa di akhirat nanti adalah lisan"tuturnya.Mata yang maksiat,nanti akhirat juga disiksa.Telinga yang dipakai maksiat,kelak juga disiksa.Demikian pula tangan,kaki dan kemaluan,serta semua anggota tubuh yang dipakai maksiat.Pasti kelak mendapatkan siksa.Namun yang paling banyak disiksa adalah 'lisan'.Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang ini menjelaskan,banyak dosa yang disebabkan lisan seperti bohong,ngrasani,memfitnah,adu-adu,serta janji palsu.Itulah sebabnya,ketika Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT ditunjukkan orang yang digunting lisannya dengan gunting dari api neraka.Setelah digunting,lisannya tumbuh lagi,digunting lagi,tumbuh lagi,terus semacam itu.Ketika Nabi bertanya mereka itu siapa,malaikat menjelaskan bahwa itu adalah siksa untuk orang yang suka berbohong."Orang bertakwa tidak akan berbohong,"kata Kyai Cholil mengutip QS Al Ahzab 70.Sebagaimana disebutkan dalam ayat itu,salah satu tanda bertakwa adalah menjaga lisan.hanya mengucapkan kata-kata yang baik.Kata-kata yang baik atau Quolan Sadida adalah perkataan yang dibarengi hati zikir kepada Allah SWT."Omongan yang dibarengi hati zikir & tidak,rasanya beda,"ungkapnya.Omongan yang keluar dari hati berzikir,akan bisa langsung masuk ke hati.Agar bisa menjaga lisan,warga Tariqah diajari istikomah baca zikir sirri dengan lisan ditekuk."Lisan ditekuk merupakan pelajaran agar jangan banyak bicara,sebab kalau banyak bicara,hatinya gampang lalai dari Allah SWT,"tuturnya.Banyak omong,kata Kyai Kholil,mengurangi khusyu'."Mendengarkan pengajian kok ngomong ae,tidak bisa khusyu'sehingga ilmunya tidak bisa masuk,"bebernya.Makan minum saja,kalau dengan ngomong,tidak bisa nikmat.Apalagi salat kok ngomong.Walaupun satu kata,batal salatnya.Inilah pentingnya menjaga lisan agar tidak banyak omong.Sementara hati,perlu dilatih lebih banyak berzikur.Agar hati bisa secara refleks terus berzikir dalam keadaan apapun."Kalau hati sudah zikir,maka apapun yang kelihatan adalah Allah SWT"jelasnya.Lihat jagung yang kelihatan adalah Allah yang membuat jagung."Kalau hati tidak zikir,lihat jagung,yang kelihatan adalah harganya"ucapnya disambut senyum para jamaah.(Dikutip Radar Jombang,13 Januari 2019).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar