Sabtu, 12 Januari 2019
MENILIK SEKOLAH INKLUSI DI KOTA ONDE-ONDE (MOJOKERTO),SISWA MEMBAUR DI KELAS REGULER,DUDUK PALING DEPAN.
MOJOKERTO KOTA-Bidang pendidikan di Kota mojokerto menjadi atensi pemerintah daerah.Tak lepas dari meningkatkan Sumber Daya Manusia/SDM yang bekualitas,salah satunya melalui program sekolah inklusi yang berupaya terus ditingkatkan kualitasnya.Sejak beberapa tahun lalu pendidikan inklusi masuk dalam kelas reguler.Sebelumnya,Siswa Anak Berkebutuhan Khusus/ABK sering diidentikkan masuk Sekolah Luar Biasa/SLB.Pembauran siswa ABK ini mulai dilakukan di Sekolah Dasar hingga menengah pertama.Mereka dianggap masih dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar/KBM di kelas reguler.Di Kota Mojokerto terdapat 3 sekolah yang menerapkan program inklusi ini yakni SDN Mentikan 1,SDN Wates 1,dan SMPN 8.Total terdapat 40 siswa ABK yang masuk kelas inklusi tersebut.paling banyak terdapat di SDN Mentikan 1 dengan 28 siswa,disusul SMPN 8 dengan 8 siswa, & SDN Wates ada 6 siswa.Ketiganya dikunjungi kalangan Dewan dari Komisi 3 DPRD Kota Mojokerto pada pekan ini.Saat Dewan dilokasi,ditunjukkan ruangan kelas inklusi.itu agar lebih detail mengetahui kondisi siswa.Sepintas memang tidak ada perbedaan yang menonjol dengan siswa lainnya.namun,siswa inklusi bakal terlihat ketika KBM berlangsung."Ada yang harus diberitahu dengan pelan,"sambung Suyono.Ada juga siswa inklusi yang cenderung pemarah.Sehingga,ketika marah ada yang biasa langsung melempar barang di sekitarnya.Tentu,kondisi itu berbeda dengan siswa reguler lainnya.Karena itu, siswa inklusi membutuhkan pola pembelajaran & pendekatan yang berbeda dibanding siswa reguler."Yang patut jadi perhatian itu pendamping khusus & psikolog,"cetus Suyono.Oleh sebab itu,perhatian yang lebih diberikan kalangan guru.Mereka menempatkan jajaran siswa inklusi pada barisan bangku paling depan.dengan begitu,perhatian siswa inklusi dapat lebih fokus pada pelajaran.Selain itu,guru juga bisa lebih dekat dengan mereka.Di SDN Wates ada siswa inklusi ditaruh dibagian terdepan,begitu juga SMPN 8,"sambungnya.Pendamping khusus yang dimaksud yakni tenaga terampil yang memiliki kemampuan memberikan pendampingan siswa inklusi.Mereka ini yang mengerti kondisi & pembelajaran yang cocok bagi siswa inklusi,sedangkan psikolog bertugas mengontrol kondisi kejiwaan masing-masing siswa inklusi.Wakil Ketua Komisi 3 Cholid Virdaus mengatakan,kunjungan dewan ke sekolah inklusi ini dalam rangka misi penguatan program sekolah inklusi di Kota Mojokerto.Bentuknya dengan melihat & memetakan langsung kondisi sekolah inklusi.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,12 Januari 2019).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar