Selasa, 06 November 2018

DLH Kota Mojokerto Kampanye Pengurangan Kantong Plastik.Gelar Peragaan Busana dan Kreasi Daur Ulang.

MOJOKERTO KOTA-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggelar lomba peragaan busana daur ulang dan kreasi daur ulang,Rabu (24/10).Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan mengkampayekan praktik pengurangan penggunaan kantong plastik.Yakni dengan melombakan busana daur ulang nonsampah kantong plastik.Event Fashion Recyle Festival (FRF) Kota Mojokerto itu digelar di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Jalan Raya Ijen Kecamatan Magersari,Kota Mojokerto.Ratusan peserta mengikuti event itu dari tingkat umum dan pelajar.Karena DLH Kota Mojokerto membuka lomba untuk kategori umum dan pelajar.DLH bekerja sama dengan bank sampah,Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata.Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak,mengatakan, kegiatan tersebut mengusung kreaktivitas tanpa batas warga Kota Mojokerto untuk pemanfaatan daur ulang sampah."Yang dilombakan daur ulang.Kreasi daur ulang dijadikan barang-barang yang bermanfaat dan peragaan busana"ungkapnya.Event ini tahun lalu digelar di TPA Randegan.Namun kali ini digelar di Taman Kehati,itu agar mengedukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah.Dan ajang kreasi bagi generasi muda dalam pemanfaatan sampah."Antusiasme masyarakat cukup bagus dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini.Dan event ini akan dijadikan agenda rutin tahunan.Ini merupakan tahun kedua,Tahun pertama kita gelar di TPA Randegan"jelasnya.Masih kata Yasak,untuk peragaan busana para peserta tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik.Karena adanya program pengurangan penggunaan kantong plastik.Dengan diawali lomba busana daur ulang nonkantong plastik."Semua sampah bisa digunakan.Namun untuk busana tanpa plastik karena ada pembatasan sampah plastik.Boleh barang bekas tapi nonplastik."tandasnya.
KE  DEPAN,  LIBATKAN  INSTANSI  TERKAIT.

.Event Fashion Recycle Festival terus dikembangkan DLH Kota Mojokerto.Eksplorasi tema & penambahan jumlah peserta menjadi penekanan tahun ini.Ke depan,DLH bakal menjadikan para juara sebagai Duta Lingkungan.Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak menyatakan,pihaknya bakal terus mengembangkan event bernafaskan pemanfaatan lingkungan tersebut caranya dengan mengembangkan kualitas festival baik dari segi tema hingga kepesertaan."tahun ini lebih banyak karena minat dari masyarakat sangat tinggi juga dari kalangan pelajar,"terangnya.Pihaknya merasa,event ini masih dapat di eksplorasi lagi mengingat isu perlindungan lingkungan,kampanye anti kantong plastik terus di dengungkan pemerintah pusat.hanya saja,pelaksanaan event bakal ditingkatkan dengan menggandeng instansi-instansi terkait lainnya."Ke depan,dari juara fashion akan menjadi aset Pemkot & akan kita dorong ke Disporabudpar untuk menjadi Duta Lingkungan,"ujar Yasak.Setipa event peragaan busana,lanjutnya akan di manfaatkan untuk mewakili Pemkot Mojokerto sementara untuk kreasi daur ulang hasilnya akan di kerjasamakan dengan Dinas Perdagagan & Perindustrian/Disperindag agar bisa dijadikan produk Usaha Kecil Menengah/UKM.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,6 Oktober 2018).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN