Senin, 07 Januari 2019

TANGGAL 7 JANUARI.DIPERINGATI SEBAGAI "HARI BRAILLE INTERNATIONAL"(HARI TUNANETRA SEDUNIA),UBIN PEMANDU BELUM SESUAI HARAPAN.

SURABAYA-Sekitar 20 anak penyandang tunanetra berkunjung ke Taman Flora,Jalan Raya Manyar,kemarin (6/1).Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati "Hari Braille International".Salah satu aktivitasnya meninjau fasilitas pendukung bagi penyandang tunanetra.Acara tersebut dimulai pukul 08.00.Mereka berkeliling memutari area taman seluas 2,4 hektare itu.Beberapa jalur khusus memang sudah tersedia di seputar lokasi,tetapi belum sesuai harapan.Ketua Lembaga Pemberdayaan Tunanetra (LPT) Sugi Hermanto menyatakan,pemerintah kota diharapkan meningkatkan pelayanan aksesibilitas bagi para difabel.Di area taman,misalnya,'spot ubin'pemandu memang sudah disediakan.Juga,tersedia 'ramp'atau bidang miring bagi pengguna kursi roda dan 'hand rail'."Sejujurnya masih perlu dibenahi lagi.Kami lihat tadi teman-teman juga kesulitan saat mengaksesnya"ucapnya.Dia menilai para penyandang tunanetra tidak bisa berkunjung ke taman secara mandiri jika hanya berpatokan pada sarana yang ada di taman.Dia mengatakan,salah satu jalur yang menjadi kendala adalah:'ubin pemandu'.Jalur sepanjang sekitar 8 meter tersebut terpasang dari satu titik menuju ke titik lain.Namun,tempat berhentinya berada di lokasi ayunan.Hal itu dinilai membahayakan.Selain itu,bentuk garis ubin pemandu putus-putus.Padahal seharusnya menyambung satu sama lain.Lebarnya pun dirasa masih kurang."Paling tidak disamping kedua telapak kaki ada 'space'.Sekarang cuma ada tiga garis.Seharusnya ditambah lagi dua garis.Dibuat jalan kan nyaman"katanya.Hal senada dikatakan Hizkiya dan Mukhlis.Dua anak penyandang 'low vision'itu mengeluhkan sarana ubin pemandu.Menurut mereka akses ubin pemandu seharusnya mulai dipasang di area taman.Dengan begitu,mereka mampu bergerak mengelilingi taman secara mandiri tanpa bantuan orang lain.Dia menuturkan,terdapat jalan yang bergelombang di sekitar lokasi taman."Nggak rata.Selain itu,garis ubin pemandu harus nyambung biar nggak binggung"kata Hizkiya.Dia berharap kondisi ini bisa dibenahi"(Dikutip Jawa Pos,Metropolis,7 Januari 2019).   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN