Jumat, 11 Januari 2019
BINROHTAL 567:KECANTIKAN DALAM DIRI (INNER BEAUTY).
Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang,Kamis (10/1),Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Putri,KH Fahmi Amrullah Hadzik menjelaskan pentingnya memiliki hati yang baik."Nilai seseorang tidak dinilai dari fisiknya,tetapi dari Inner beauty yang ada dalam hati.Karena itu,Allah SWT tidak melihat harta serta penampilan kita,tetapi Allah SWT pada hati & amal kita,"jelasnya.Penampilan luar memang perlu.Tetapi banyak orang yang lebih mementingkan penampilan fisik atau jasmania.Sehingga rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi menjaga penampilannya."Jangan tertipu oleh apa yang tampak.Seringkali yang kita sangka emas ternyata loyang dan sebaliknya yang kita sangka loyang ternyata emas"ungkapnya.Beliau lalu mengisahkan 'waliyullah Zum-Nun Almisri.Seorang pemuda mendatangi dan bertanya.Tuan,saya belum paham mengapa orang seperti anda meski berpakaian apa adanya.amat sangat sederhana.Bukankah di zaman yang ini berpakaian baik amat perlu,bukan hanya untuk tujuan banyak hal lain?Sang sufi hanya tersenyum,ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya,lalu berkata.Sahabat muda,akan kujawab pertanyaannmu,tetapi lebih dulu lakukan satu hal untukku.Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana .Cobalah kamu menjualnya seharga satu keping emas.Melihat cincin Zun-Nun yang kotor,pemuda tadi merasa ragu.Dia tidak yakin cincin itu bisa dijual seharga sekeping emas.Pemuda itu pun bergegas ke pasar.Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain,pedagang sayur,penjual daging & ikan serta kepada yang lainnya.Ternyata,tak seorang pun berani membeli seharga sekeping emas.Mereka menawar hanya sekeping perak.Ia kembali kepada Zun Nun & memberitahu tak seorang pun berani menawar lebih dari sekeping perak.Sambil tetap tersenyum,arif Zun Nun berkata,sekarang pergilah kamu ke toko emas disana,jangan buka harga.Dengarkan saja,bagaimana dia memberikan penilaian.pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud.Ia kembali kepada Zun Nun dengan raut wajah yang lain.Ia kemudian memberitahu,Tuan ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini.Pedagang emas menawarnya dengan harga 1000 keping emas.Rupanya,nilai cincin ini 1000 kali lebih tinggi dari[ada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.Zun Nun tersenyum simpul sambil berkata.Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sahabat muda.Seseorang tidak boleh dinilai dari pakaiannya,hanya para pedagang sayur,ikan,& daging di pasar yang menilai demikian.Namun tidak bagi pedagang emas.Emas & permata yang ada dalam diri seseorang,hanya dapat dilihat & dinilai jika kita mampu melihat kedalam jiwa.Di perlukan kearifan untuk menjenguknya & itu perlu proses & masa.Kita tak dapat menilai hanya dengan tutur kata & sikap yang kita dengar & lihat sekilas.Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.(Dikutip Radar Jombang,11 Desember 2019).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar