Rabu, 12 Desember 2018

Binrohtal 547:Hukum Tak Pandang Nasab (Keturunan/Keluarga).

Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang Selasa (11/12),Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang,ustad Yusuf Hidayat menjelaskan pentingnya berlaku adil kepada siapa saja."Keadilan tidak boleh pandang bulu.Anak Nabi pun kalau salah harus di hukum.Sampai-sampai Nabi Muhammad SAW bersabda,seandainya Fatimah putri ku mencuri,niscaya akan aku potong tangannya,"tegasnya.Nabi juga mengingatkan,penyebab Umat terdahulu hancur yakni jika yang salah orang biasa,langsung dihukum,tapi jika yang salah penguasa atau pun keluarganya,hukum tidak berani menyentuh.Jika memang anak Nabi bebas berbuat semaunya,maka pasti anak Nabi Nuh Kan'an diazab oleh Allah SWT.Sebagaimana diabadikan dalam QS Hud 45-46."Karena itu aparat tidak perlu ragu memproses hukum keturunan siapapun,"tandasnya.Allah SWT sangat tegas memerintahkan kita berbuat adil kepada siapapun sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Maidah 8.Kita harus menghukum secara adil,jangan sampai keadilan lembek kepada orang yang dicintai,tetap kaku kepada orang yang di benci.Beliau lalu mencontohkan teladan Ali Bin Abi Tholib.Ketika menjabat Khalifah,dia sempat kehilangan baju perang.Tiba-tiba baju perang itu berada di tangan Yahudi.Ali lalu membawa persoalan itu ke hakim Suraih.Hakim meminta Ali menunjukkan bukti & saksi atas klaimnya bahwa baju perang itu miliknya.Ali tidak punya bukti.Dia pun berupaya mendatangkan 2 saksi.Saksi yang pertama anaknya,saksi kedua pembantu yang hidup dalam tanggungannya.Hakim Suraih menolak 2 saksi itu.Persaksian keduanya tidak bisa diterima karena keduanya berada dalam tanggungan Ali.Hakim Suraih lantas memutuskan bahwa baju perang itu sah milik Yahudi.Karena dia lah yang secara fakta menguasai baju tersebut.Ali pun menerima keputusan tersebut.Melihat keadilan hakim serta Ali yang tidak semena-mena walaupun sebagai Khalifah si Yahudi akhirnya masuk Islam.Dia mengakui bahwa baju itu milik Ali.Dia pun akan mengembalikannya kepada Ali.Namun Ali menolak pengembalian baju tersebut.Ali menyedekahkan baju itu kepada si Yahudi yang telah masuk Islam."Dengan baju itu orang tersebut akhirnya ikut berjihad bersama Ali,"pungkasnya.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,12 Desember 2018).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN