Apakah yang paling nikmat dalam hidup ini?"yang paling nikmat dalam hidup ini adalah hati selalu ingat pada Allah SWT,'kata pengasuh PP Darul Ulum Rejoso,KH Cholil Dahlan,saat khususiyah Ikatan Tariqah Qodiriyah wa Naqsaabandiyah (ITQON) di PP Darul Ulum Rejoso,Kamis (28/6).Ketua MUI Jombang ini lantas mengutip QS Al-Jin 16.Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas Jalan Allah SWT,benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang menyegarkan."Air yang menyegarkan itu menurut Syekh Abdul Qodir Jailani adalah hati yang berzikir,sebab hati yang berzikir itulah yang membuat hidup terasa segar,"jelasnya.Orang bilang hidup nikmat itu jika makanannyaa enak.Makanan yang paling enak katanya sate.Tapi ada orang jika makan sate darahnya menjadi tinggi sehingga malah sakit.Berarti bukan makanannya atau satenya yang nikmat.Yang membuat nikmat adalah hati yang berzikir. Hati yang berzikir membuat kita melihat Allah SWT,makanan apapun jika kita sadari bahwa itu rezeki dari Allah SWT akan kita syukuri,sehingga makanan apapun jadi nikmat.Minuman yang paling nikmat katanya yang rasanya manis,tapi ada yang tidak boleh minum manis agar diabetesnya tidak kambuh.Berarti bukan minumannya yang bikin nikmat,hati berzikirlah yang membuat nikmat.Minuman apapun akan terasa nikmat jika kita berprasngka baik & yakin itu rezeki dari Allah SWT yang harus kita syukuri.Orang bilang punya istri cantik,mobil mewah & rumah megah.Banyak orang yang memiliki semua itu namun hidupnya tidak bahagia.Yang membuat hidup nikmat adalah hati yang berzikir kepada Allah SWT.Apapun kondisinya yang kelihatan hanyalah Allah SWT,sehingga bisa rida dengan apapun pemberian Allah SWT."Perasaan rida inilah yang membua hidup jadi nikmat,"tegasnya.Manusia,kata Kyai Kholil tidak lepas dari 3 kondisi,yaitu :
1.Kondisi taat
2.Kondisi maksiat
3.Kondisi rida kepada Allah SWT.
Warga Thoriqoh diajari melalui zikir-zikirnya agar menjadi orang-orang yang rida."Kalau rida,sewaktiu-waktu maksiat akan di beri Allah cepat bisa Istiqhfar,"jelasnya sehingga dosanya cepat diampuni Allah SWT."Sewaktu-waktu taat,dia juga bisa cepat bersyukur,"ungkapnya.Dia menyadari sepenuhnya bahwa yang membuatnya bisa taat adalah semata-mata anugerah Allah SWT,sehingga dia tidak menjadi orang yang sombong dengan amal baiknya sekaligus tidak merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang belum bisa taat kepada Allah SWT.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,8 Juli 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar