Jumat, 11 Agustus 2017

Puncak Peringatan Harganas Di Kota Mojokerto,Diikuti Ratusan Kader KB Dan PKK.

Ratusan Kader Keluarga Berencana (KB) dan PKK Kota Mojokerto tampak memadati GOR Seni Mojopahit,Kamis,10 agustus 2017 kemarin.Mereka berbondong-bondong menghadiri acara puncak Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Kota Mojokerto.Acara tersebut juga dihadiri Ketua TPPKK Kota Siti Amsah Mas'ud Yunus sekaligus memberikan penghargaan kepada pasangan KB Lestari Teladan.Acara puncak Peringatan Harganas XXIV 2017 itu diwarnai pemberian apresiasi dalam sejumlah kegiatan yang telah digelar,diantaranya Lomba kelompok BKB,BKR dan UPPKS,juga lomba pasangan KB Lestari teladan,Baksos pelayanan KB,jalan santai,serta gelar produk dagang,produk UPPKS.Kepalaa Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DPA3KB) Kota Mojokerto Muhammad Ali Imron mengatakan peringatan Harganas tahun ini bertujuan meningkatkan kapasitas peran Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkot dalam penerapan fungsi Keluarga. Penyelenggaraan peringatan Harganas ini bertujuan meningkatkan peran Pemerintah Daerah,mitra kerja,dan swasta tentang pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga dan pembentukan karakter sejak dini,ujarnya ketika memberikan sambutan.Pihaknya menjelaskan pula,hal itu untuk mewujudkan pelembagaaan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.Sedang 8 fungsi itu yakni fungsi agama,fungsi sosial,fungsi budaya,fungsi cinta kasih,fungsi perlindungan,fungsi fungsi reproduksi,fungsi sosialisasi dan pendidikan,fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan. Dalam peringatan Harganas tahun ini DP3AKB Kota mojokerto mengusung tema "Dengan Hari Keluarga Nasional,kita bangun karakter bangsa melalui keluarga yang berketahanan"yang pesan intinya adalah keluarga berketahanan,Indonesia mandiri dan sejahtera.Pemkot Mojokerto tahun ini menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN atau Progam Kependudukan Keluarga dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),serta Kota layak anak dari Menteri Sosial.Semua prestasi ini diperoleh tahun ini.Keberhasilan Kota Mojokerto meraih sejumlah penghargaan Pakarti Utama III yaitu Posyandu terbaik tingkat Nasional,Penghargaan Manggala Karya Kencana dibidang Ketahanan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga,Penghargaan Kota layak anak katagori Pratama dan Penghargaaan Percepatan cakupan pemberian akta kelahiran anak.Oleh karena itu dalam kesempatan istimewa ini saya menyampaikan ucapan Penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak,baik Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga,PKK dan berbagai unsur masyarakat dalam mensukseskan Program Keluarga Kecil,Sehat dan bahagia.Semoga kedepan,prestasi ini bisa kita tingkatkan.Pungkas Pak Imron.(dikutip dari Radar Mojokerto,11 Agustus 2017).

Kamis, 10 Agustus 2017

Pembinaan Ketua RT/RW Terkait Keamanan Dan Ketertiban Rumah Kos,Peran Serta Masyarakat Mendukung Suksesnya Kantibmas.

Setiap orang yang memiliki rumah kos berupa rumah atau kamar wajib memiliki izin penyelenggaraan rumah kos,diberikan oleh Walikota secara tertulis.Setiap penyelenggara rumah kos dilarang menyelenggarakan rumah kos yang dihuni penghuni rumah kos yang berbeda jenis kelamin dalam satu kesatuan bangunan kecuali diperuntukkan bagi pasangan suami istri dengan menunjukkan akad nikah atau kartu keluarga.diatas adalah bunyi Peraturan Daerah Mojokerto Nomor 13 tqhun 2015 tentang penyelenggaraan rumah kos yang diatur dalaam pasal 8 ayat(1) dan pasal 10.Hal yang melanggar ketentuan peraturan tersebut diancam dengan pidana kurungan paling lama 6(enam)bulan atau denda paling banyak Rp.50.000.000.Peraturan tersebut disampaikaan pada acara Pembinaan Ketua RT dan Ketua RW terkait keamanan dan ketertiban rumah kos yang diadakan Bagian Pemerintahan Seda Kota Mojokerto,Selasa 8 Agustus 2017 bertempat di Gedung Astoria,acara ini dihadiri Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus,Kepala OPD,Kepala Satpol PP,Kasat Binmas Polresta,Camat,Lurah serta Ketua RT dan RW se-kota Mojokerto.Data yang dihimpun Satpol PP Kota Mojokerto periode Januari hingga Agustus 2017,di Kota mojokerto terdapat 2294 kamar kos yang dimiliki oleh 327 orang pemilik kos.Disampaikan Kyai Ud,bahwa banyaknya rumah kos di kota Mojokerto ini ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,tapi disisi lain,ada rumah kos yang disalah gunakan oleh pengguna rumah kos.Hal ini bisa kita lihat dari data yang dikeluarkan BNNK,bahwa hingga bulan Juli telah diungkap 6 ksus peredaran narkoba dan 71 pengguna narkoba yang 21 diantaranya dirumah kos,tutur Walikota.Rumah kos juga kerap kerap dipergunakan untuk kegiatan prostitusi yang seharusnya Kota Mojokerto sudah bersih dari prostitusi sejak digelar Deklarasi 29 Mei 2016 lalu.Hal ini semua merupakan penyakit masyarakat yang harus ditanggulangi.untuk mengatasi hal itu tidak bisa hanya dengan upaya Pemerintah saja.Tanpa serta adanya peran masyarakat,maka masalah Kamtibmas ini tidak bisa berjalan sebagaimana kita inginkan,jelas Kyai ud.dalam pertemuan ini dengan ratusan RT/TW se-kota Mojokerto tersebut Kyai Ud berharap Ketua RT dan RW sangat peka terhadap apa yang dilakukan penghuni kos.Dalam Perda Kota Mojokerto Nomor 13 tahun 2015 penghuni rumah kos tidak boleh dihuni oleh penghuni berkelainan jenis tanpa ditunjukkan surat nikah,saya mohon ketua RT/RW dan masyarakat peduli terhadap lingkungannya,kalau agaknya ada sesuatu yang mencurigakan segera koordinasi dengan aparat keamanan di tingkat kelurahan;ada babinsa,babinkamtibmas,koordinasikan dengan lurah agar kita bisa lakukan pencegahan dan penindakan dari penyakit masyarakat yang dilakukan di rumah kos,seru pak walikota.(Dikutip Radar Mojokerto 10 Agustus 2017).

Rabu, 09 Agustus 2017

Dinas Kesehatan Kota Mojokerto,Janji Cover Warga Belum Terdaftar Ke BPJS Kesehatan.

Dinas Kesehatan(Dinkes)Kota Mojokerto bakal melakukan pendataan warga yang belum tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan.Rencananya tahun depan seluruh warga yang belum menjadi peserta akan didaftarkan sebagai Penerima Bantuan Iuran(PBI)daerah.Hal itu menyusul Kota Mojokerto ditunjuk menjadi salah satu pilot project program Total Health Coverage (THC) yang dicanangkan Propinsi Jatim,sehinggga tahun 2018 nanti seluruh warga harus sudah tercover JKN-KIS. Hingga saat ini warga Kota yaang terdaftar JKN-KIS sebanyak 97.547 jiwa per akhir Juli.Jumlah tersebut hanya mencakup 68,38% dari 142.699 jiwa jumlah penduduk dikota Onde-onde.Perkiraan kami yang belum memiliki JKN-KIS masih ada 80 ribu jiwa,ungkap Kepala Dinkes CH Indah Wahyu kemarin.Rencananya semua warga yang belum memiliki kartu tersebut akan didaftarkan sebagai peserta KIS-PBI.Yang menjadi prioritas terlabih dulu adalah dari peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda),pasalnya kedua program tersebut mulai awal tahun ini sudah dihapus.Sebagai gantinya Pemerintah mengalihkan penjadi peserta KIS-PBI,tapi masih ada sebagian yang belum masuk,sehingga menjadi prioritas,terang Bu Indah.Selanjutnya Dinkes akan menambahkan dengan warga miskin yang didapat dari rekondasi Dinas Sosial yang menjadi sasaran total coverage itu betul-betul orang yang tidak mampu,ulasnya.Sedangkan bagi warga yang mampu,pihaknya tetap mendorong untuk mendaftar menjadi peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah(PBPU).Pendaftaran Pemkot tetap memasukannya menjadi peserta KIS-PBI.Hanya saja peserta hanya diberikan hak menjadi peserta BPJS Kesehatan dikelas 3,jika sudah mendapatkan kaartu BPJS Kesehatan,tapi mereka mau naik kelas 1 atau 2,itu langsung kita cover dari pembiayaan iuran,tandasnya.Guna memastikan jumlah sasaran Dinkes akan melakukuan pendataan ke rumah warga Oktober-November nanti.Kita door to door pendataan itu akan tampak warga yang belum tercover JKN-KIS,siapa saja,tandasnya.Dengan demikian iuran perbulan Rp.25.000)/orang per bulan akan ditanggung Pemkot.Pada akhir Desember warga yang sudah terdata akan dilakukan Surat Keputusan(SK Walikota).Kemudian dibuatkan kartu,dan per 1 Januari 2018 sudah bisa dimanfaatkan,pungkasnya.(Dikutip dari Radar Mojokerto,10 Agustus 2017).


511 Ribu Jiwa Belum Tercover BPJS Kesehatan,Warga Kota/Kabupaten Di JKN-KIS.

Minat masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta jaminan kesehatan nasional(JKN)Kartu Indonesia Sehat(KIS)BPJS kesehatan masih rendahSetidaknya masih ada sebanyak 511 ribu warga kota/kabupaten belum tercover JKN-KIS.Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Susilowati Agustin,berdasar data capaian kepersertaan JKN-KIS warga kota dari jumlah keseluruhan penduduk sebanyak 142.699 jiwa yang sudah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan sekitar 68 persen atau 97 ribu jiwa.Dengan demikian masih ada sekitar 45 ribu jiwa warga belum tercover JKN-KIS.Bu susi mengatakan hal ini terjadi karena latar belakang penduduk yang terdiri dari berbagai macam kondisi perekonomian dan profesi.Namun rata-rata yang belum mendaftar adalah warga yang bukan pekerja.Bagi yang sudah merasa mampu diharapkan bisa mendaftar menjadi peserta JKN-KIS mandiri atau peserta bukan penerima upah(PBPU).Bagi mereka yang mampu membiayai asuransinya sendiri,sebenarnya bisa saja ikut secara mandiri,ujar bu susi.Sedangkan bagi yang merasa tidak mampu bisa mengusulkan ke Dinas Sosial(Dinsos)agar bisa diajukan menjadi peserta KIS-PBI(penerima bantuan iuran)dari usulan tersebut iuran bulanan yang wajib dibayar akan dibiayai oleh pemerintah sebesar Rp23 ribu per orang,per bulan.Kalau benar-benar tidak mampu tidak masalah untuk masuk PBI,bisa dari pemerintah pusat maupun daerah,jelas bu susi.Sementara itu jumlah kepersertaan PBPU di kota sebanyak 9.700 jiwa,bagi peserta mandiri memiliki kewajiban membayar iuran sesuai kelas yang diikuti.Untuk kelas I biaya yang dibayarkan sebesar Rp80 ribu per bulan,lalu kelas II sebesar Rp51 ribu per bulan,sedangkan kelas III Rp25.500 ribu per bulan,jika terlambat bayar satu bulan saja,kartu akan dinonaktifkan sementara,kartu akan aktif kembali setelah dilunasi oleh peserta,ujar bu susi.Sedangkan bagi warga yang sudah menjadi pekerja berhak untuk didaftarkan perusahaannya sebagai pekerja penerima upah(PPU).Namun jelas bu susi masih ada pemberi kerja atau perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya.Kita juga dorong perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja seluruhnya,karena masih ada yang belum mengikutkan,ulasnya.Sementara itu berdasarkan UU No24 tahun 2017,tentang BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan asuransi,jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.Pemerintah pusat menargetkan seluruh masyarakat harus mengikuti BPJS Kesehatan paling lambat tahun 2019."Sesuai Amanah Undang-Undang per 1 Januari 2019 target harus Universal Houlth Coverage (UMC)"pungkas bu susi.(Dikutip Radar Mojokerto 9 Agustus 2017).
.

Walikota Berangkatkan Jalan Santai Harganas,Keluarga Kuat,Negara Jadi Kuat.

Walikota Mas"ud Yunus mengatakan agar para keluarga dikota mojokerto terus-menerus menyelami dan mengaplikasikan 8 fungsi keluarga untuk menjadikan negara menjadi kuat itu diungkapkankannya dalam peringatan Hari Keluarga Nasional(HARGANAS)ke XXIV yang dipusatkan di kawasan jogging track,minggu 6 agustus bertema Dengan Harganas kita bangun karakter bangsa melalui keluarga yang berketahanan. dan motto:Keluarga Berkarakter Indonesia Jaya.Di hadapan ribuan peserta jalan santai orang nomor satu di pemkot mojokerto itu menyerukan jika kehormonisan dan kebahagiaan itu harus mulai dibangun dari keluarga.Walikota mengatakan setiap keluarga wajib mengaplikasikan 8 fungsi keluarga,diantaranya fungsi ekonomi,fungsi edukasi,fungsi pemberdayaan,dan lainnya.Dengan begitu keluarga yang mengaplikasikan 8 fungsi keluarga bakal menjadi keluarga yang berkwalitas selain itu juga harus dibangun kehidupan beragama yang kuat maka benteng keluarga juga kuat.Dan juga harus menjauhkan diri dari narkoba,apapun jenisnya beber walikota.Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana(DP3AKB)kota mojokerto Mochammad Ali Imron selaku penanggungjawab kegiatan,menguraikan kegiatan Harganas ke-XXIV dikota mojokerto selain jalan santai kegiatan itu juga dihiasi dengan gelar dagang dan aneka pentas seni Disamping itu sejumlah unsur elemen seperti pramuka,forum anak kota,pusat informasi dan konseling-remaja(PIK-R)dan PIK masyarakat juga turut dilibatkan.pungkas pak imron.(Dikutip Radar Mojokerto 7 Agustus 2017).

Selasa, 08 Agustus 2017

KANTOR PERTANAHAN KOTA MOJOKERTO,MENUJU KOTA LENGKAP,SELURUH BIDANG TANAH TERPETAKAN.

Pasti mudah,murah dengan PTSL(Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).PTSL dilaksanakaan secara terpadu dan ditujukan bagi segenap masyarakat dengan memberikan pelayanan pendaftaran tanah pertama kali dengan sederhana,mudah,cepat dan murah dalam memberikan jaminan kepastian hukum subjek dan objek bidang tanah.
1.Prosedur tata cara:
      a.Penetapan lokasi.
      b.Penyuluhan.
      c.Pengumpulan data.
      d.Pengukuran.
      e.Pemeriksaan tanah.
      f.Pengumuman.
      g.Penerbitan sertifikat.
      h.Penyerahan sertifikat.
2.Kriteria tanah.
      a.Tanah Pertaakafanian.
      b.Tanah non pertanian.
      c.Pemeriksaan tanah
      d.Tanah wakaf.
3.Persyaratan kewajiban peserta.
      a.Mengisi formulir permohonan.
      b.Melampirkan foto copy identitas(KTP dan KK).
      c.Menyediakan materai sesuai dengan kebutuhan.
      d.Melampirkan berkas yang berkaitan seperti:akta jual beli,hibah,waris(bila ada),serta surat-surat bukti
         kepemilikan petok D/foto copy C desa,surat pernyataan penguasaan fisik,surat keterangan kepala
         desa/lurah mengenai subjek dan objek,akta PPAT.
      e.Memasang tanda batas yang telah disetujui oleh pemilik tanah yang berbatasan.
      f.Melampirkan bukti pelunasan pajak yang timbul dari permohonan(PBB,PPh,BPNTB).
  Hubungi kantor Pertanahan Kota Mojokerto,jalan Bhayangkara no;44 kota mojokerto(Sumber:selebaran kantor pertanahan kota mojokerto).
         
.

Kamis, 03 Agustus 2017

KOTA MOJOKERTO SUKSES RAIH ADIPURA 2017.

Target Walikota Mojokerto Mas"ud Yunus di tahun 2017 yaitu sukses meraih Piala Adipura terwujud.Rabu malam 2 agustus Mas"ud Yunus menerima penghargaan Adipura oleh Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada acara Malam Anugerah Lingkungan tahun 2017. Bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabhakti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta. Kyai Ud hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Amin Wachid dan beberapa kepala OPD. Alhamdulillah tahun 2017 ini Kota Mojokerto kembali meraih Piala Adipura. ini terwujud berkat kesadaran mayarakat akan  pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman,tutur Kyai Ud. Ditambahkan Kyai Ud bahwa capaian ini merupakan kerjasama semua pihak dan diharapkan dapat memicu semangat bersama untuk kota Mojokerto lebih nyaman. Program Adipura bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif Pemerintah Kota dan Masyarakat dengan pemberian penghargaan adipura untuk mewujudkan "wilayah yang berkelanjutan,secara ekologi,sosial,dan ekonomi".Di kota Mojokerto program inovasi yang dapat dijadikan andalan raihan Adipura adalah program KASIH SETIA dan bayar pajak pakai sampah.KASIH SETIA yaitu akronim dari Kampung bersih, sehat, teduh, indah dan aman. Dengan prograam ini setiap kampung/wilayah dikota Mojokerto mampu mewujudkan penyelesaian berbagai isu lingkungan hidup yaitu pengelolaan sampah melalui bank sampah, ruang terbuka hijau,pemanfaatan ekonomi dati pengelolaan sampah dan mewujudkan wilayah Kota Mojokerto yang asri dan nyaman melalui pola hidup bersih. Terobosan Kyai Ud yang diapresiasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup adalah program bayar pajak melalui bank sampah. Program ini dinyatakan mampu mengubah pola pikir masyarakat dengan  memanfaatkan sampah untuk membayar pajak.Dengan bayar pajak dengan sampah masyarakat juga dapat sadar akan pentingnya membangun kota dengan membayar pajak serta dapat berkesempatan mengikuti undian umroh gratis. Penilaian Adipura tahun 2017 ini sangat ketat. hal ini dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mereformulasi penghargaan Adipura dengan strategi Rebranding Adipura. Salah satu proses penilaian yang harus dilalui Bupati.Walikota nominator penerimaa Adipura adalah presentasi dan wawancara di depan Dewan Pertimbangan Adipura,praktisi pengeloaan sampah dan bidang pemasaran,pejabat KLHK,Akademsi perguruan tinggi,LSM serta rekan media massa. Program Adipura harus mampu mendorong terwujudnya Kota di Indonesia yang tidak hanya bersih, hijau dan sehat namun juga berkelanjutan dalam mewujudkan kota yang layak huni (Livable City). Kota Mojokerto dengan program KASIH SETIA mampu mengintegrasikan aspek pembangunan ekonomi,pembangunan sosial dan juga pembangunan lingkungan yang berkelanjutan dengan turut mendorong pertisipasi aktif masyarakat. (Dikutip dari Radar Mojokerto,3 Agustus 2017).

Mojokerto Punya Cerita,Kota Mojokerto Sempat Kritis Di Tahun 1927,Otonomi Setelah Konsultasi Ke Kerajaan Belanda,Perjalanan Kota/Gemeente.

Sekitar 90 tahun yang lalu,kota mojokerto yang masih berstatus gemeente(kotamadya)sempat mengalami kritis.Lantaran muncul opsi pembubaran kota jika tak mencukupi ketentuan yang disyaratkan Komisi Pemerintahan "Guberrnemen".Perjalanan kota/gemeente:
1.Kota Mojokerto sebelum terbentuk merupakan bagian dari Kabupaten Mojokerto.
2.Kota untuk layani/identik warga Eropa,Kabupaten untuk pemerintahan Bumiputera.
3.Kabupaten Mojokerto berada dalam naungan Karesidenan Surabaya bersama Kadipaten Sidoarjo, Gresik dan Lamongan.
4.Awal abad 20, Pemerintah Hindia Belanda mencatut larangan warga Eropa membawa istri ketika datang ke Hindia Belanda.
5.Kota Mojokerto salah satunya menjadi jujugan warga Eropa.
6.Kota pun disesaki warga Eropa, Tionghoa, Timur Asing dan Bumiputera.
7.Kota akhirnya muncul permasalahan,tata kelola,sampah,air,pemukiman,dan lain-lain.
8.Tahun 1903,undang-undang Desentralisasi dibuat oleh Pemerintah Hindia Belanda.
9.Kota Mojokerto ditunjuk sebagai Kota Otonomi yang berpisah dari Pemerintahan sebelumnya.
10.Syarat menjadi Kota alias Gemeente,jumlah warga Eropa 700 orang dan anggaran kota 200.000 Gulden.
11.Kota sempat kurang warga Eropa dan anggarannya hanya 150.000 Gulden.
12.Jika tak bisa penuhi syarat,Kota(Gemeente) dibubarkan/dilenyapkan.
13.Pengelola Kota menyerah dan minta pembubaran kepada Pemerintah Hindia Belanda,
14.Belakangan muncul surat dari warga Eropa agar Gemeente tetap ada karena pada dasarnya,mereka tidak mau dilayani oleh Pribumi.
15.kemudian muncul mobilisasi warga Eropa dari Pugeran, Gedeg dan lainnya ke kawasan kota hingga total lebih dari 700 orang.
16.Anggaran daerah kemudian dinaikkan dari perolehan pajak dan jumlah warga eropa yang bertambah.
17.Kota alias Gemeente Mojokerto akhirnya menjadi kota Otonom.
18.Gemeete Mojokerto pun berhak menarik pajak dan usaha yang dialihkan oleh pemerintah pusat.
19.Gemeete Mojokerto wajib merawat jalan,mengatur taman,membersihkan sampah hingga bangun infrastruktur.(Dikutip Radar Mojokerto 2 Agustus 2017).

Launching Imunisasi Campak-Rubella Di Kota Mojokerto,Imunisasi Campak Bangun Kemajuan Generasi Kota Mojokerto.

Walikota Mojokerto Mas"ud Yunus beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Siti Amsah Mas"ud Yunus Selasa 1 Agustus membuka acara Launching Imunisasi Campak(Measles)-Rubella/Imunisasi MR.Imunisasi MR yang dilakukan serentak seluruh Indonesia ini di Kota Mojokerto pembukaanya berlangsung di STIT Permata Kota Mojokerto juga dihadiri Forkopimda,Kepala Dinas Kesehatan CH Indah Wahyu,Kepala OPD,Camat,Lurah serta Fatayat,Muslimat,dan Aisyah Indonesia telah berkomitmen untuk untuk mengendalikan campak dan rubella hingga tahun 2020 Indonesia bebas campak dan rubella. Ini dilakukan secara serentak karena penderita campak dan rubella masih ada di Indonesia. Atas dasar itulah diperlukan adanya kegiatan untuk dilakukan target imunisasi caampak rubella,yaitu pemberian imunisasi tambahan kepada sasaran usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Imunisasi gratis ini berlangsung disekolah PAUD,TK,SD,MI dan SMP/MTS,juga bisa didapatkan di Puskesmas atau Posyandu pada bulan Agustus sampai September 2017. Adapun dampak dari penyakit campak (Measies) adalah radang paru,radaang otak,kebutaan,diare dan gizi buruk. Penyakit rubella menyebabkan kelainan jantung,kelainan mata,tuli,keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak. Walikota Mas'ud Yunus saat sambutan pembukaan menuturkan bahwa sasaran imunisasi MR menurut data di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto adalah 40.666 anak. Adalah sebuah komitmen dari Pemkot Mojokerto untuk membangun generasi yang maju,sehat,sejahtera dan bermoral,tuturnya. Masalah kesehatan menurut Walikota adalah masalah dasar yang harus dimiliki oleh manusia dan itu merupakan hak setiap warga negara dan hak setiap anak untuk mendapatkan kehidupan yang sehat. Harapan kami kepada semua instansi yang terkait untuk ikut berperan serta mensukseskan imunisasi campak dan rubella ini,seru Kyai Ud.Usai sambutan Kyai Ud melepas balon tanda launchingnya imunisasi MR di kota Mojokerto. Kyai Ud juga berkesempatan meninjau secara langsung kegiatan pemberian imunisasi MR ini. (Dikutip dari Radar Mojokerto,2 Agustus 2017).

Selasa, 01 Agustus 2017

Tahun Ini,Pemerintah Kota Mojokerto Membangun Rumah Aman.

Pemerintah kota mojokerto tengah menyiapkan sarana dan prasarana khusus bagi korban kekerasan dalam rumah tangga(KDRT),anak dan perempuan yang tersangkut kasus hukum,tempat yang dinamai "rumah aman"itu dibangun di kawasan balongrawe atau berdekatan dengan tempat layanan orang lanjut usia(lansia).Pembangunan rumah aman tengah memasuki tahap pelelangan,targetnya akhir tahun ini rumah aman sudah terbangun di balongrawe.Sehingga tahun depan sudah bisa digunakan menerima korban KDRT.Kepala Dinas Sosial(Dinsos0kota mojokerto Sri Mujiwati menyatakan rumah aman saat ini sudah dalam pelelangan,nantinya secara pembangunan bakal ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(DPUPR).Nanti pengelolaanya Dinas Sosial yang mengatur,kalau pembangunannya di DPUPR "kata Bu Mudji.Lebih lanjut Mudjiwati menuturkan pembangunan Rumah Aman ini dikhususkan bagi anak jalanan,korban KDRT dan warga bermasalah yang memerlukan perlindungan.Itu dilakukan karena dikota belum memiliki semacam Shelther atau tempat perlindungan bagi kalangan yang rawan diskriminasi tersebut.Dijelaskannya apabila sudah terbangun rumah Rumah Aman alias Save House itu nantinya menunjang program perlindungan terhadap anak.Didalamnya menampung warga yang terlibat persoalan sosial hingga kriminal,warga yang mempunyai masalah sosial dan membutuhkan pembinaan atau pendampingan seperti anjal,korban KDRT,anak terlantar dan lainnya.bisa berlindung di rumah aman.jelas bu mujiwati.Dalam rumah aman ini dilengkapi sejumlah fasilitas,diantaranya dilengkapi tim konseler dan para personel pekerja sosial(peksos).Kemudian dilengkapi pula dengan tenaga psikologi para petugas terlatih tersebut dapat melayani anak jalanan atau terlantar yang masuk.Anggarannya Rp1,2 Miliiar di DPUPR didalamnya ada beberapa ruangan khusus dan kamar tidur,sebut bu Mudjiwati.(Dikutip Radar Mojokerto 1 Agustus 2017).

Tren Diare Di Kota Mojokerto Meningkat.

Tren penyakit diare mulai menunjukkan grafik peningkatan.Hal itu terlihat dari jumlah pasien diare yang dirawat di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo kota mojokerto.Dibanding bulan juni lalu jumlah pasutri yang menjalani rawat jalan hanya 11 orang,sedangkan hingga akhir juli ini teejadi peningkatan hampir 3x lipat dengan 30 pasien.Dokter Spesialis Anak RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ibu Triastutik,menjelaskan faktor penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri dari makanan.Diare bisa disebabkan karena virus bakteri dan intoleransi,karena makanan tertentu,ungkap dr.trias.Selain itu meningkatnya jumlah pasien juga dipengaruhi usai lebaran lalu,pasalnya mobilitas masyarakat yang semakin tinggi sehingga membuat badan menjadi drop dan imunitas menurun.Dr.Trias menjelaskan kebanyakan pasien yang dirawat di RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo adalah diare yang disebabkan oleh virus.Diare yang diakibatkan karena virus bisa membuat pasien mengalami "dehidrasi".Kalau dehidrasi berat tentu komplikasinya bisa kesadarannya menurun,terangnya.Pasalnya gejala yang dialami adalah mengalami watery diarrhea atau buang air besar dalam bentuk cair dan cenderung mengeluarkan banyak keringat,karena diarenya cair maka yang harus diwaspadai adalah dehidrasi,terangnya.Dihidrasi bisa ditandai dengan matanya yang cekung dan berat badan menurun,tetapi bagi orang awan yang tidak melihat dengan kasat mata,bisa dilakukan dengan mengamati produksi urine anaknya.Menurut dr.trias pada anak normal setiap 6 sampai 8 jam buang air kecil minimal 1 kali,jadi kalau sudah kurun waktu itu anak tidak buang air kecil,hati-hati anak sudah mulai dehidrasi,urainya.Apabila penyebabnya adalah "bakteri"bisa jadi komplikasinya bisa lebih berat sebab bakteri memiliki sifat yang sistematik,biasanya gejala yang dialami nyeri perut dan panas tinggi.Karena sistematik bakteri bisa beredar ke seluruh peredaran darah yang ditakutkan itu bisa radang otak,paparnya.Dr Trias menyatakan indikasi anak terserang diare adalah buang air besar lebih dari 2 kali per hari,dengan catatan kepadatannya berubah dari biasanya,artinya BABnya lebih cair dari biasanya.Dr Trias menyarankan salah satu cara agar terhindar dari diare adalah "menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS)khususnya pada anak-anak.Pasalnya sebagian besar pasien diare adalah BALITA,karena masih belum mampu menjaga kebersihan diri dengan baik.Hal itu bisa dilakukan dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau mengolah makanan.Orang tua juga diminta untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang PHBS.Terutama anak yang masuk dalam "fase oral"karena makanan apapun akan dimasukkan ke mulut.(Dikutip Radar Mojokerto 31 juli 2017).

Label : KEGIATAN