Kamis, 26 November 2020

WALI KOTA RESTUI TATAP MUKA,AKHIR NOVEMBER,SISWA SD-SMP KOTA MOJOKERTO MASUK SEKOLAH.

 MOJOKERTO KOTA-Wali Kota Ika Puspitasari memberikan restu kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto untuk menggelar pembelajaran tatap muka.Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini telah mengizinkan simulasi atau uji coba kegiatan mengajar (KBM) mulai akhir November.Ning Ita,sapaan akrab wali kota menyebutkan,uji coba pembelajaran tatap muka diberlakukan untuk jenjang SD dan SMP negeri dan swasta se-Kota Mojokerto.Menurutnya,aktivitas pembelajaran di dalam kelas itu sekali-kali sebagai persiapan siswa menghadapi penilaian akhir semester (PAS) ganjil tahun pelajaran 2020/2021."Kami masukkan pada hari Senin,tanggal 30 November 2020"tegasnya.Dia menyebutkan,simulasi pembelajaran tatap muka akan digelar selama tiga pekan atau hingga Selasa 22 Desember mendatang.Dengan catatan,sepanjang pelaksanaannya seluruh satuan pendidikan di \wajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes).Yakni mengacu pada Peraturan Wali Kota Mojokerto (Perwali) 56 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Tattanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto."Tentu protokol kesehatan hukumnya wajib untuk diterapkan"tandasnya.Sejauh ini,ungkap Ning Ita,seluruh sekolah telah memenuhi sarana protokol kesehatan.Mulai dari penyediaan sarana cuci tangan sabun (CPTS),hand sanitizer,alat pengukur suhu tubuh,serta penataan bangku yang menerapkan jaga jarak.Selain itu,pihak sekolah juga diminta menyiapkan titik tempat penurunan dan penjemputan siswa untuk menghindari kerumunan."Juga tidak boleh ada waktu istirahat"paparnya.Pelaksanaaan pembelajaran tatap muka menerapkan sistem sif dengan durasi 4 jam pembelajaran atau 3,5 jam.Untuk jenjang SMP kapasitas kehadiran siswa dibatasi paling banyak 1/3 dari jumlah keseluruhan peserta didik.Sedangkan untuk jenjang SD maksimal separo atau 30 persen.Ning Ita menyebutkan,salah satu yang menjadi dasar pertimbangan untuk memberi izin digelar pembelajaran tatap muka adalah keinginan dari wali murid.Pasalnya rata-rata orang tua siswa telah menyatakan persetujuan secara tertulis agar pembelajaran di sekolah bisa dibuka kembali."Para wali murid ingin anak-anaknya bisa mengikuti pendidikan secara tatap muka.Karena selama delapan bulan ini memang harus full daring untuk SD maupun SMP"paparnya.Di sisi lain,turunnya surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 1276/143/KP/2020 juga menjadi dasar Ketua GTPPC Kota Mojokerto ini memberi lampu hijau pelaksanaan pembelajaran tatap m\uka.Sebab,surat tertanggal 12 November tersebut berisi tentang sosialisasi kegiatan simulasi skala besar Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKI) yang diterapkan di jenjang SD dan SMP."Sehingga momen tatap muka atau luring ini selain persiapan untuk penilaian akhir semester,juga bagaimana mensimulasikan hal tersebut"tandasnya.(Dikutip Radar Mojokerto,18 November 2020).      .    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN