Saat khutbah di Masjid Polres Jombang,Selasa.Pengasuh Rihath An-Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas,KH Salman Al-Faries,menjelaskan di hadapan Allah SWT.Semua nikmat yang kita peroleh khususnya harta,kelak akan dihisab oleh Allah."Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan"tuturnya mengutip QS At Takatsur 8.Gus Salman menjelaskan,Imam Tirmidzi meriwayatkan Hadist dari Abi Barzakh al Aslami.Rasulullah Muhammad SAW menyebutkan,ada empat hal yang akan dipertanggungjawabkan manusia di hadapan Allah pada di hari kiamat.Umur,untuk apa saja dihabiskan.Ilmu,apa yang ia perbuat dengannya.Harta,bagaimana cara mendapatkan dan dibelanjakan untuk apa,Jasad atau badan,untuk apa dipergunakan.Imam Al Thayyibi dalam Tahfah al-Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzii menyatakan dari empat hal diatas yang paling berat pertanggungjawabannya adalah harta.Hal ini karena manusia dituntut untuk mempertanggungjawaban dari sisi cara dan bagaimana ia mendapatkan.Juga untuk apa ia membelanjakan harta tersebut.Imam Abu Laits al Samarkandi dalam Tanbihal Ghofillin,memberikan kiat mencari harta yang baik dan benar.Supaya harta itu mempunyai nilai ibadah dan bermanfaat bagi diri kita,anak-anak dan keluarga.Tidak hanya manfaat di dunia tapi juga di akhirat."Beliau mengatakan,siapa yang ingin usaha dan pekerjaannya menghasilkan sesuatu yang baik,bersih dan suci maka hendaknya ia menjaga lima perkara"ungkapnya.
1.Janganlah usaha atau pekerjaan itu membuat seseorang menunda-menunda amal ibadahnya kepada Allah.Misalnya sedang bekerja kemudian mendengar azan.Maka tinggalkanlah sejenak pekerjaan itu untuk menunaikan s\alat fardu.
2.Janganlah usaha atau pekerjaan seseorang itu sampai menyakiti orang lain."Berkompetisi yang sehat,tapi jangan menyakiti atau mencelakakan orang lain"pesannya.Apalagi dengan cara menghancurkan reputasi atau membinasakan orang lain.Misalnya seorang pedagang,janganlah menjelekkan barang dagangan orang lain.Politisi atau pejabat,janganlah melakukan kampanye hitam terhadap lawan politik.Penulis,janganlah menyebarkan berita hoax dan fitnah.Petani,janganlah membuat tanaman petani lain rusak.
3.Hendaklah usaha atau pekerjaan itu bertujuan untuk mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.Kebutuhan sehari-hari sandang pangan,kesehatan dan pendidikan."Bukan untuk takatsur atau memupuk harta sebanyak-banyaknya harta.Jangan untuk takafhur atau membanggakan diri pada orang lain"pesannya.
4.Hendaklah tidak berlebihan atau tidak kenal waktu dan kemampuan dalam berusaha.
5.Hendaklah seseorang tidak memandang bahwa rezeki yang didapatkan adalah semata-mata dari hasil dari usaha dan pekerjaannya sendiri.Sebab rezeki adalah anugerah dari Allah,sementara amal usaha atau pekerjaan itu hanyalah sebagai sebab atau perantara."Rezeki itu anugerah,sedangkan bekerja adalah ibadah"tegasnya.Semakin baik dalam bekerja,maka akan semakin banyak pahala kita.(Dikutip Radar Jombang,18 November 2020). . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar