Jumat, 14 Agustus 2020

BINROHTAL 930: JANGAN LOCKDOWN IMAN.

 Saat ngaji di Masjid Al Amin Kelurahan Jelakombo Jombang,Minggu (9/8),KH Taufiqurrahman Muchid menjelaskan pentingnya menjaga iman.Agar tidak sampai menurun dalam kondisi apapun."Walaupun sedang ada korona,jangan sampai lockdown iman"pesannya.Kiai Taufiq menjelaskan,korona tidak beda dengan penyakit lain."Korona itu juga makhuk Allah seperti kita"ungkapnya.Korona juga diciptakan Allah agar Ibadah.Seperti halnya tujuan penciptaan manusia dan jin.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Adzariyat 56.Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka ibadah kepada-Ku."Cara korona beribadah adalah dengan menempel pada manusia"paparnya.Sehingga manusia yang ditempeli menjadi sakit."Karena sama-sama makhluk dan sama-sama ibadah kepada Allah,jangan sampai korona menggangu ibadah kita"sarannya.Harus tetap salat jamaah ngaji mencari ilmu,baca Alquran dan bersalawat.Meskipun salat jamaahnya ada yang di rumah bersama keluarga.Mencari ilmunya dengan ngaji online."Selama korona saya tetap ngaji.Bahkan malah setiap usai salat fardu"bebernya.Karena ada ngaji yang dilaksanakan secara online.Adanya korona harus membuat kita makin mendekat kepada Allah.Bukan malah menjauh.Karena semua hal yang kita hadapi adalah ujian dari Allah Sebagaimana ditegaskan dalam QS Almalk 2.Allah menjadikan mati dan hidup untuk menguji,siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.Orang yang imannya meningkat selama pandemi korona akan beruntung.Jika mati,dia mati khusnul khotimah.Jika hidup,derajatnya akan meningkat di sisi Allah.Sebaliknya,orang yang imanya menurun selama korona akan rugi.Jika mati suul khotimah.Jika hidup akan susah dan gelisah."Korona termasuk tanda akan datangnya kiamat".paparnya.Banyak orang mati,termasuk ulama dan kiai."Di saat seperti ini,berpegang pada ajaran agama itu berat.Namun orang yang tetap berpegang pada agama,akan mulia di sisi Allah SWT"urainya.Orang yang bisa tetap mempertahankan iman di saat mendekati kiamat,diberi pahala seperti pahalanya. 50 sahabat.Padahal amal kita tidak akan pernah bisa menandingi para sahabat.Abu Bakar misalnya rela memberikan semua hartanya.Umar memberikan separo hartanya untuk menopang perjuangan Nabi Muhammad SAW.Ustman selain dermawan,tiap malam juga mengkhatamkan Quran dalam salat witir.Sayidina Ali selain luman,juga berani menggantikan tidur di tempat Nabi kala Nabi hendak dibunuh musuh.(Dikutip Radar Jombang,13 Agustus 2020).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN