Selasa, 21 Juli 2020
TORIQOH 112:AMAL YANG UTAMA.
Pekan depan kita akan merayakan Idul Adha.Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso KH Cholil Dahlan mengingatkan pentingnya berkurban,agar bisa berbagai daging kepada orang miskin yang tak pernah makan daging."Syekh Abdul Qodir Alijani dawuh,aku teliti amalku semuanya.Ternyata tidak ada yang lebih utama selain memberi makan kepada orang yang sungguh-sungguh membutuhkan"tuturnya.Hal ini karena makanan adalah kebutuhan dasar manusia.Nasehat diatas disampaikan Syekh Andul Qodir di pesantrennya 5 Syawal 545 H.Amalan berupa perkataan,tidak akan diterima Allah sebelum dilaksanakan.Setelah dilaksanakan pun,belum diterima Allah kecuali ikhlas.Hal ini berbeda dengan memberi makan orang lain.Amal kita langsung diterima Allah begitu makanan itu diterima orang yang membutuhkan."Ketika hewan kurban kita sembelih dan mengalir darahnya,kurban kita akan langsung diterima Allah SWT"jelasnya.Karena Allah tidak menerima darah dan dagingnya melainkan ketakwaan kita.Menerima ketaatan kita.Karena mau melaksanakan perintah Allah menyembelih kurban.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alhaq 37."Memberi makan termasuk amal yang utama karena cocok dengan sifat Allah yang maha memberi"kata Kiai Cholil menyampaikan dawuh Syekh Abdul Qodir.Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Ibrahim.Nabi Ibrahim gemar memberi makan orang.Suatu ketika ada orang mau ikut makan.Namun ketika ditanya,ternyata orang ini tidak beriman kepada Allah dan suka maksiat.Maka Nabi Ibrahim menolak orang itu.Seketika Allah menegur Nabi Ibrahim.Orang itu telah bermaksiat kepada Allah selama 70 tahun.Namun Allah tetap memberikan rezeki.Kenapa Ibrahim memberi makan sekali saja tidak mau?Ditegur seperti itu,Nabi Ibrahim lantas menyusul orang itu dan memberinya makan.Orang itu sendiri setelah mendengar penjelasan Nabi Ibrahim akhirnya bertobat.Inilah sebabnya,Syekh Abdul Qodir menasehati,agar jangan menolak orang yang meminta-minta.Karena orang yang datang meminta kepada kita sejatinya adalah hadiah dari Allah.Allah menggerakkan orang itu mendatangi kita karena Allah ingin kita termasuk ahli sedekah.Maka ketika ada pengemis,pengamen atau orang minta sumbangan,berilah sedikit atau banyak.Yang penting jangan sampai ditolak.Syekh Abdul Qodir mengibaratkan,orang yang didatangi peminta-minta namun menolak.padahal dia mampu memberi,seperti orang buta dan tuli.Buta karena tidak melihat bahwa Allah yang menggerakkan peminta-minta itu kepada kita.Tuli karena tidak mendengar perintah Allah agar memberi orang yang meminta-minta.Buta tuli yang dimaksud bukan secara fisik.Namun buta tuli yang disebabkan oleh kerasnya hati.Hati keras karena tidak pernah dimasuki zikir Allah.Inilah sebabnya,warga toriqoh diajari istikomah zikir lisan agar masuk kedalam hati.Sehingga mata,telingga,lisan dan semua anggota badan bisa selaras dengan perintah Allah.Kiai Cholil menambahkan,Imam Ghozali dalam kitab Bidayatul Hidayah dawuh,penyakit manusia baik lahir atau batin penyebab utamanya faktor makanan.Makanan yang halal akan menggerakkan perilaku yang akhlahul karimah.Sebaliknya makanan yang haram dan subhat akan melahirkan perilaku yang suul adab.Demikian pula makanan yang kurang asupan gizi dan proteinnya akan menimbulkan masalah pada kesehatan.Halal dan asupan protein gizi yang baik akan menyehatkan tubuh dan tenangnya hati.(Dikutip Radar Jombang,20 Juli 2020).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar