Selasa, 27 Agustus 2019

DIALOG KEBANGSAAN DALAM RANGKA H.U.T KE-74 KEMERDEKAAN RI,PERAN LINTAS IMAN DALAM MENYARING PAHAM RADIKALISME.

MOJOKERTO KOTA-Maraknya aksi radikalisme dan pernyataan rasis,menjadi salah satu atensi yang serius bagi lintas agama yang ada di Mojokerto.Hal inilah yang akhirnya melahirkan dialog kebangsaan yang digagas PGS,GusDurian Mojokerto,Polresta,& GKJW Mojokerto yang digelar di Gereja Kristen Jawi Wetan Mojokerto,Jalan Pierre Tendean,Sentanan,Kota Mojokerto,Sabtu (24/8).Sebelum pembukaan,dialog acara ini diawali dengan Kirab sang saka merah putih & di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila bersama-sama.Pembicara acara dialog kebangsaan ini yakni,Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dhani Prasetyo,Pdt Samuel,GKJW Mojokerto,dan Aan Anshori,koordinator JIAD Jatim.Selain dihadiri para jemaat gereja GKJW Mojokerto,juga dihadiri oleh perwakilan tujuh agama (Islam,Katolik,Konghucu,Tao) dan lingkungan sekitar termasuk takmir masjid yang kebetulan bersebelahan dengan gereja.Pengurus Gusdurian Mojokerto,Muhammad Kholilulloh mengatakan,melalui acara ini,kita tetap sambung silaturahmi."Jangan sampai bikin rasan-rasan online berkelanjutan hingga menjadi hoax seakan di luar baik-baik saja ternyata yang terjadi membahayakan keberlangsungan kehidupan berbangsa,"ungkapnya.Sedangkan,Pdt Samuel menyatakan,Syiria harus luluh lantak karena negaranya tidak ditopang rasa nasionalisme.Ia mengutip salah satu pernyataan Presiden,bahwa Indonesia punya 500-700-an suku bangsa.Namun tetap utuh.Beda dengan negara di Timur-Tengah."Beliau mengatakan,bahwa Kristen juga punya andil dalam berdirinya negara ini"jelasnya.Aan Anshori,Direktur JIAD menambahkan,para pendiri bangsa ini terdiri dari beberapa agama,suku,ideologi,serta organisasi.Bukan milik dari salah satu golongan semata.Dan,mereka sepakat menghapus 7 kata dalam piagam Jakarta.Karena Bung Karno tahu bagaimana perasaan dari kaum minoritas."Tapi,sekali lagi mayoritas merasa paling kuat & paling berhak menata & mengatur negara ini,"tandasnya.Namun,jika memang minoritas diberlakukan tidak baik oleh mayoritas,jangan takut dan jangan menyerah.Teruslah berbuat baik satu,dua,tiga kali."Jika perlu 70 kali sehari tidak apa yang penting kita sudah menyebarkan virus-virus kebaikan dan kasih sayang terhadap sesama"imbuhnya.Masih kata Aan,dalam Islam,masih banyak yang berfikir bahwa orang diluar Islam adalah ancaman.Ia menyebutkan,bahwa biarlah para GusDurian terutama Mojokerto yang dikomandani Imam Maliki & Muhammad Kholilullah untuk mengingatkan orang-orang terutama Muslim bahwa berlakulah seperti Gus Dur ayng memosisikan orang di luar Islam sebagai manusia.Sementara itu,KApolresta AKBP Sigit Dany Prasetyo lebih menyoroti tentang toleransi & kerukunan antar umat beragama terutama di Mojokerto yang relatif rukun & damai.Ia sempat menyoroti masalah intoleransi di Kecamatan Gedeg yang sempat menggemparkan jagat Nasional beberapa waktu lalu.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,27 Agustus 2019).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN