Selasa, 27 Agustus 2019

LASIK,UPAYA MEMBEBASKAN DIRI DARI KACAMATA.

Kacamata adalah "Obat"untuk gangguan refraksi.Sebut saja rabun jauh,dekat,& astigmatisme atau biasa disebut silindris.Ada pilihan untuk melepas kacamata.Caranya,operasi lasik.Anda yang berkacamata sering merasa lelah atau tidak?Di awal-awal pemakaian,seperti ada yang mengganjal di tulang lunak hidung.Belum lagi jika kulit tergolong sensitif.Bahan bodi kacamata perlu difikirkan.Apakah terbuat dari aluminimum atau plastik?Sebab,ada resiko peradangan kulit bila si kulit sensitif salah pilih bahan kacamata.Dokter Setiyo Budi Riyanto SpM(K) saat ditemui di kawasan Menteng,Jakarta Pusat,pada Rabu (14/8) menuturkan bahwa bedah lasik membantu orang yang ingin terbebas dari kacamata.Teknologi lasik terkini bisa mengoreksi mata miopi hingga minus 14,plus 4,& silinder 5.Waktu yang dibutuhkan untuk tindakan adalah 15-20 menit permata."Tapi pasien berumur kurang dari 18 tahun belum boleh menjalani tindakan ini.Apakai kacamata dulu aja,ya,'tuturnya.Spesialis mata yang berpraktik di Jakarta Eye Centre itu menyebutkan,ada 2 tahapan saat lasik.
- Pertama,pembuatan flap di lapisan stroma kornea dengan menggunakan femtosecond laser.Stroma adalah lapisan ketiga dari kornea.Secara berurutan,dari yang paling luar,lapisan kornea meliputi lapisan epitel,memberan Bowman,stroma,membran descemet,& endotel.
- Pada tahap kedua,setelah flap dibuka,dokter akan melakukan koreksi dengan memanfaatkan excimer laser.Dengan begitu,kelainan pada mata bisa terkoreksi dengan benar.Presiden Indonesian Society of Cataract & Refractive Sugery itu menyatakan,excimer laser bertujuan membentuk permukaan kornea baru.Nah,setelah penyinaran,flap dikembalikan ke posisi semula.Flap tertutup secara alami tanpa jahitan.Tahap tersebut butuh waktu sekitar 3 menit.Lantas,apakah hasil operasi yang dikenal di Indonesia sejak tahun 1997 itu bisa menormalkan gangguan mata?Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menyatakan bahwa ada 2 kemungkinan.Bisa benar-benar kembali nol,tetapi tidak lebih dari angka gangguan mata pertama."Misalnya,awalnya mata anda minus 5,kemudian dilasik menjadi minus 1,"terangnya.Saat kemungkinan kedua terjadi,Setiyo menuturkan bahwa pasien bisa menjalani lasik kembali.Tindakan itu boleh dilakukan hingga ketebalan kornea mata sekitar 250 mikron.Idealnya,manusia memiliki ketebalan kornea mata 500 mikron.Bagi kalangan yang ingin mendaftar pekerjaan dengan syarat mata tidak minus,bedah lasik merupakan cara yang tepat.Lasik,menurut Setiyo,boleh dilakukan siapapun yang mengalami gangguan reflaksi.Termasuk penderita diabetes.Dokter mata akan memperlakukan seluruh pasien sama."Kalau calon pasien diabetes,tapi ternyata kondisi kornea mata bagus,ya tidak apa-apa di lasik,"ujarnya.Untuk ibu hamil & baru melahirkan,ada syarat khusus yang berlaku.Yaitu,menunggu hingga 6 bulan setelah bayi lahir.Sebab,ada perubahan hormon pada perempuan selama kehamilan & setelah persalinan.

======================= Kenali Risikonya ======================
^ Mata kering
Bedah plastik bisa mengurangi produksi air mata untuk sementara.Biasanya,hingga sekitar 6 bulan setelah operasi lasik.Karena itu,penting sekali pemeriksaan kondis air mata menjelang tindakan.
^ Sensitif cahaya
Silau?seperti melihat lingkaran cahaya (halo) ketika berada di sekitar lampu atau sumber cahaya?Anda bisa mengendalikan kondisi tersebut dengan menggunakan kacamata hitam.Tak disarankan warna lain selain hitam.
^ Gangguan Penglihatan
Meski jarang,ada kemungkinan hal tersebut terjadi akibat komplikasi pasca operasi ikuti petunjuk sebelum & sesudah pembedahan untuk meminimalkan risiko.
(di kutip dari Jawa Pos,Health For Her,27 Agustus 2019).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN