Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang Rabu (30/1),Pengasuh PP Fallahul Muhibbin Watugaluh Diwek,KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan mulut yang selalu dijaga malaikat."Orang yang selalu baca 'salawat',mulutnya akan dijaga malaikat"tegasnya.
*Mulut yang dijaga malaikat akan gampang zikir kepada Allah.
*Mulut yang dijaga malaikat tidak akan gampang mengeluarkan kata-kata 'hoax',kebencian maupun yang menyakitkan orang lain.
Sebab orang Islam adalah yang bisa menjaga lisan dan mulutnya dari menyakiti orang lain."Yang selalu mengajak kejelekan adalah 'Nafsu Amarah"ucapnya mengutip QS Yusuf 53.Juga 'nafsu lawwamah'.
-Nafsu ammarah selalu mengajak untuk rasan-rasan alias menggosip,hasud alias dengki,pelit,sombong dan marah.
-Nafsu lawwamah senang mencela orang lain dan mengagungkan diri sendiri.
-Nafsu harus terus dilawan dengan kebaikannya.Untuk mengatasi agar tidak menggosip,mulut harus terus 'zikir'dan 'salawat'.Agar tidak dengki,kita harus senang mendoakan kebaikan pada orang lain.Agar tidak pelit,kita harus rutin sedekah,Agar tidak sombong,kita harus selalu 'tawadhu'alias rendah hati.
Agar tidak marah,harus gampang memaafkan,Agar tidak gampang mencela orang lain,kita harus senang memuji orang lain.Sebab pada dasarnya,setiap orang pasti punya kelebihan.
Agar tidak mengagungkan diri sendiri,kita harus senantiasa 'muhasabah',meneliti keburukan sendiri.Sebab tak ada satupun manusia yang lepas dari kesalahan dan dosa.
Rasulullah Muhammad SAW memberikan contoh bagaimana kejelekan harus dilawan dengan kebaikannya.Suatu ketika ada orang berperangai buruk sowan kepada Nabi.Orang ini suka berkata-kata buruk,kasar dan menyakitkan.Ketika menerima orang tersebut,Nabi justru berlaku sangat sopan dan santun.Melebihi sopan dan santunnya kepada orang lain.Setelah orang itu pergi,Aisyah bertanya,Kenapa kok sangat santun kepadanya?Nabi menjawab,agar tidak ketularan kejelekannya dan agar dia tidak semakin jelek,kita harus berlaku baik.(Dikutip Radar,Jombang,31 Januari 2019).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar