Selasa, 04 Agustus 2020

BINROHTAL 919: JAMINAN REZEKI ANAK.

Saat ngaji di Masjid Agung Baitul Mukminin Minggu,(26/7) usai salat Subuh,ustad Achmad Roziqi LC menjelaskan kemurahan Allah SWT.Allah menanggung semua kebutuhan kita.Memberi rezeki kita."Semua kebutuhan kita Allah-lah yang memberi.Demikian pula kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungan kita.Memberi rezeki kita."Semua kebutuhan kita Allah-lah yang memberi.Demikian pula kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungan kita,seperti istri & anak-anak,"tuturnya.Makannya Allah melarang kita putus asa.Jangan sampai membunuh anak karena takut miskin.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Isra 31.Janganlah engkau membunuh anak keturunannya hanya takut melarat.Aku lah yang memberi rezeki mereka,demikian pula rezeki kalian.Membunuh mereka adalah kesalahan besar.Ini adalah jaminan atas rezeki kita sebagai orang tua jaminan rezeki anak-anak kita."Janganlah kita sok hebat karena bisa mencukupi kebutuhan anak-anak kita.Jangan pula terlalu pusing hingga putus asa karena saking sulitnya keadaan hingga muncul keinginan membunuhnya,"urainya.Suatu hari Abdullah bin Umar bertemu seorang lelaki yang ingin membunuh anak perempuannya.Abdullah marah seraya berkata : Apakah engkau yang memberi mereka rezeki?Janganlah kekhawatiranmu akan rezeki anak-anak menutup mata batinmu hingga engkau terbersit ingin membunuhnya."Yakinlah,rezeki kita,rezeki anak-anak kita sudah menjadi jaminan Allah.Kita hanyalah berusaha untuk menjemput rizki-Nya,"tegasnya.Kemurahan Allah kepada kita tidak hanya itu.Allah bahkan memberi ladang pahala atas segala nafkah yang kita berikan kepada diri kita sendiri,anak,istri,& pembantu kita.Dalam kitab al Adaf al Mufrod,Imam Bukhori mengutip hadits riwayat Rasulullah Muhammad SAW.Makanan apapun yang engkau makan adalah sedekahmu.Makanan apapun yang engkau berikan kepada anakmu adalah sedekahmu.Makanan apapun yang kau berikan kepada istrimu adalah sedekahmu.Makanan apapun yang engkau berikan kepada pembantumu adalah sedekahmu.Allah memberi kita rezeki.Sekaligus memberikan kita pahala ketika rezeki itu kita makan maupun kita berikan kepada keluarga.Ini bukti Allah benar-benar maha pemurah.Soal rezeki,Rasulullah juga meminta kita belajar dari burung.Burung selalu keluar dari sarang pada sore hari dalam kondisi perut kosong.Namun kembali ke sarang pada sore hari dalam kondisi perut kenyang.Padahal burung tidak punya tenaga yang besar seperti kita.Maka sebenarnya,asalkan kita mau berusaha,pasti Allah memberikan rezeki yang cukup untuk kita & keluarga.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,30 Juli 2020).

Senin, 03 Agustus 2020

GELONTOR INOVASI MENUJU EKONOMI DIGITAL UMKM,KOTA MOJOKERTO HADAPI NEW NORMAL.

Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda di berbagai daerah,mengakibatkan krisis ekonomi global dengan kerumitan masalah yang sangat berbeda dari yang sebelumnya pernah terjadi.Hal tersebut tentu juga berdampak langsung pada keberlangsungan Usaha Mikro Kecil,dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Mojokerto,terutama dalam menghadapi pandemi dan new normal ke depannya.Untuk itu,Pemerintah Kota Mojokerto saat ini tengah menyiapkan kebutuhan pedagang maupun konsumen melalui dukungan teknologi yang memadai di era moderinisasi seperti saat ini.Teknologi digital dipilih sebagai wadah bagi para UMKM/IKM dalam memasarkan produk unggulan lokal Kota Mojokerto.Yang nantinya,produk tersebut dapat dilihat secara luas oleh masyarakat melalui marketplace."Tentu sudah kita ketahui bersama,kondisi perekonomian dalam masa pandemi saat ini seperti apa.Untuk itu,agar ekonomi kesejahteraan masyarakat kembali pulih,kami ingin memberikan kemudahan.Salah satunya dengan menerapkan ekonomi digital dan transaksi pembayaran nontunai.Teknologi digital yang diterapkan dalam sektor ekonomi ini,akan mendorong peluang tumbuhnya UMKM yang menggerakkan ekonomi"kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari,Senin (27/7).Masih kata wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini,dengan memanfaatkan ekonomi digital,maka pelaku usaha (UMKM/IKM) di Kota Mojokerto dapat terlatih dalam memaksimalkan pemasaran produk unggulan lokal melalui teknik digital marketing.Selain itu,dapat mengoptimalkan operasional yang efektif dan efisien sehingga mampu melakukan pengurangan biaya operasional serta meminimalisir kecurangan dalam transaksi."Dengan adanya ekonomi digital ini,dapat menjadikan UMKM/IKM mampu menjalankan usahanya secara digital di era new normal.Karena didalamnya terdapat fitur digital menu,otorisasi otomatis,QR code,pre-order,take away,reservasi dan masih banyak menu lainnya.Selain itu,transaksi digital non tunai juga dapat membantu pelaku usaha (UMKM/IKM) tumbuh menjadi pebisnis digital yang handal"jelas Ning Ita,sapaan akrab Wali Kota.Inovasi ekonomi digital bagi pelaku usaha ini,tertuang dalam 'memorandum of understanding (MoU)' antara Pemerintah Kota Mojokerto bersama PT Meeber Teknologi Indonesia tentang penyediaan dan pengembangan transaksi digital bagi pelaku usaha serta pelayanan masyarakat di wilayah Kota Mojokerto.Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Mojokero,Ning Ita bersama Direktur Oprasional PT Meeber Teknologi Indonesia,Puncoro Goeryadi.Seperti diketahui,gagasan ekonomi digital bagi pelaku usaha tersebut tidak lepas dari perwajahan baru Kota Mojokerto sebagai Kota Paiwisata.Di mana,di bawah kepemimpinan Ning Ita dan Cak Rizal,Kota Mojokerto perlahan akan berubah menjadi Kota Wisata Budaya.Melalui perwajahan baru Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata,diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyaraat di Bumi Majapahit.Terlebih,berbagai program khusus dari Pemerintah Kota Mojokerto juga mendukung dalam percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur,sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidioarjo-Lamongan-Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan.(Dikutip Radar Mojokerto,29 Juli 2020).          

SEPAKAT LARANG TAKBIR KELILING,POLRESTA ANCAM AMANKAN KENDARAAN.

MOJOKERTO KOTA-Pemkot dan tokoh agama serta ormas Islam bersepakat takbir keliling saat Hari Raya Idul Adha.Langkah tersebut mengantisipasi adanya kerumunan massa yang beresiko menjadi penyebaran Covid-19.Pelarangan takbir keliling menjadi salah satu dari tiga poin kesepakatan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Ika Puspitasari di Rumah Rakyat,Jalan Hayam Wuruk 50.Dalam forum tersebut dihadiri Ketua MUI,DMI,FKUB,PC NU,Muhammadiyah,LDII,RMI,Kemenag serta Kodim 0815,dan Polres Kota Mojokerto.Ning Ita menyatakan sudah menjadi tradisi jika jelang perayaan Idul Adha masyarakat mengelar aktivitas takbir keliling.Karena itu,di tengah wabah Covid-19 ini,pemkot bersama tokoh agama dan ormas Islam se-Kota Mojokerto sepakat melarang takbiran yang bersifat mengumpulkan banyak masa."Kita imbau seluruh masjid,musala,dan pondok pesantren serta masyarakat Kota Mojokerto untuk tidak melaksanakan takbir keliling"terangnya.Untuk menghindari,pemkot bakal menggelar takbir secara virtual.Kegiatan dalam jaringan (daring) itu akan dilaksanakan di empat titik yang terpusat di Masjid Agung Al-Fattah.Sementara tiga tempat lainnya disebar di masing-masing kecamatan.Dia menyebutkan,poin kesepakatan lainnya adalah diperbolehkan pelaksanaan salat Id secara berjamaah.Baik yang digelar di masjid,musala,lapangan terbuka,maupun di tempat umum lainnya.Namun,dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan Perwali 55 Tahun 2020.Sementara kesepakatan yang lain adalah terkait tata cara penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7).Pasalnya penyembelihan tidak hanya dipusatkan di Rumah Potong Hewan (RPH),tetapi juga dilakukan di sejumlah rumah ibadah,lingkungan maupun oleh kelompok masyarakat."Pelaksanaannya harus sesuai dengan SE Menag (18/2020).Karena di sana sudah ada protokol terkait penyembelihan hewan kurban,"ulasnya.Bahkan,Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/GTPPC Kota Mojokerto ini menegaskan,untuk memastikan kepatuhan & kedisiplinan warga penyelenggara maupun jamaah,petugas gabungan dari unsur TNI/Polri maupun Satpol PP akan terjun langsung."Jadi nanti ada tim gabungan akan melakukan pemantauan & pengawasan kegiatan penyembelihan supaya tidak terjadi kerumunan massa yang menjadi potensi penyebaran Covid-19,"tandas Ning Ita.Di samping itu,dalam kesempatan kemarin juga mendistribusikan flashdisk yang berisi imbauan tentang protokol kesehatan.Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyebutkan jika 'soft file'berbentuk pesan suara itu akan diputar lewat pengeras suara di 116 tempat ibadah.Baik masjid,gereja,Tempat Ibadah Tri Dharma (TTTD) atau kelenteng.Termasuk juga disebar di 18 pondok pesantren se-Kota Onde-Onde."Biasanya sebelum kegiatan keagamaan pasti masyarakat kumpul untuk datang.Nah,mungkin sebelum pujian di masjid atau sebelum kebaktian di gereja itu diputar.Supaya didengarkan seluruh umat untuk mengingatkan mereka taat protokol kesehatan"imbuhnya.Di sisi lain,pemutaran pesan protokol kesehatan juga dimasifkan untuk diputar lewat pengeras suara di area-area publik.Baik di melalui mobil komando,polresta,satpol PP,serta melalui pengeras di tempat umum lainnya.Sementara itu,Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi menyatakan akan melakukan tindakan tegas bagi masyarakat yang nekat menggelar takbir keliling.Jika kedapatan melanggar,aparat akan melakukan penghalauan hingga mengamankan kendaraan.Deddy menjelaskan,upaya pemantauan dan pengamanan akan dilakukan bersama dengan Kodim 0815,Satpol PP,serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto."Kami akan lakukan pembatasan terhadap warga luar kota yang hendak melintas ke kota.Tentunya kami juga lakukan penindakan (terhadap pelanggar)"paparnya.Penindakan tersebut,kata dia dilakukan dengan memutarbalikkan pengendara yang melakukan takbir keliling hingga memasuki wilayah kota.Bahkan,tindakan lebih tegas akan diberlakukan jika pelanggar merupakan warga dari Kota Onde-Onde sendiri."Kami akan mengamankan kendaraan tersebut hingga selesainya takbir keliling"tegas Deddy.Mantan Kapolres Sumenep ini menyebutkan,langkah pengamanan juga akan dilakukan saat pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.Diterjunkannya petugas tak lain untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan.Pasalnya pelaksanaan salat Id di masjid maupun musala dikhawatirkan terjadi kebijakan jamaah.Sehingga,mengabaikan 'physcal distancing."Mengantisipasi adanya lonjakan jamaah sudah dilakukan penambahan tempat berupa di luar masjid.Dengan tetap dilakukan penandaan yang akan ditempati safnya"paparnya.Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini menambahkan,para jamaah juga diminta membawa fasilitas ibadah masing-masing,memakai masker,serta membawa 'hand sanitizer'.Takmir juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun.Terkait berapa personel yang disiapkan,perwira dengan dua melati di pundak ini mengatakan,jika tengah melakukan inventarisir.Deddy menyebutkan jika pihaknya akan mendata seluruh rumah ibadah yang menggelar salat Id serta sejumlah titik lokasi yang berpotensi menjadi tempat digelarnya takbir keliling."Dari hasil inventarisir ini tentunya akan memunculkan jumlah kekuatan personel yang akan kami butuhkan"pungkasnya.(Dikutip Radar Mojokerto,29 Juli 2020).    

Binrohtal 918 : Bekal Yang Kekal

Saat ngaji di Pesantren Tebu Ireng Putri KH Fahmi Amrullah Hadzik selaku pengasuh menjelaskan tentang pentingnya menyiapkan bekal dunia & akhirat.Namun bekal akhirat harus lebih diutamakan."Kehidupan  akhirat adalah kekal abadi.Maka janganlah mengutamakan sesuatu yang tidak kekal yaitu dunia,"terangnya.Gus Fahmi menjelaskan,ada 2 bekal hidup yang harus disiapkan manusia.Yaitu bekal kehidupan dunia berupa harta untuk memenuhi kebutuhan dunia.baik kebutuhan primer maupun sekunder.Yang kedua adalah bekal akhirat untuk kehidupan akhirat."Bekal akhirat tentu bukan hanya berupa materi.Tetapi berupa amal-amal saleh & sikap hidup yang baik,"urainya.Seperti menghindari cinta dunia,rida dengan ketentuan Allah SWT,& menyiapkan kuburan dengan kebaikan sebelum menghuninya.Gus Fahmi lantas menjelaskan nasehat Yahya bin Mu'adz ar Razi tentang 3 orang yang beruntung.
- Pertama,orang yang beruntung meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya.Maksudnya mau menginfakkan harta untuk berjuang dijalan Allah SWT sebelum jatuh miskin.Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan punya harta.Banyak orang kemarin kaya raya namun sekarang jatuh miskin.Banyak orang yang kemarin bergelimang harta,namun sekarang melarat.Seperti Qorun yang ketika dimintai zakat tak mau membayar.Hingga akhirnya mati ditelan bumi beserta seluruh hartanya.
- Kedua,orang beruntung menyediakan kuburan sebelum ia memasukinya.Rasulullah Muhammad SAW berpesan,perluas & terangi kubur kita kelak dengan 3 hal :
1.Salat Sunnah
2.Bacaan Al Quran
3.Sedekah
Orang yang menyiapkan kuburan pasti rajin melaksanakan 3 hal itu.
- Ketiga,orang beruntung mendapatkan rida Allah SWT sebelumya menemui-Nya.Maksudnya,selama hidup dia berusaha menggapai rida Allah.Melaksanakan semua hal dengan niat karena Allah SWT.Sehingga,sebelum mati,dia sudah memperoleh rida Allah SWT.Orang yang matinya memperoleh rida Allah,di sambut bidadari & diarak masuk surga.Sebagaimana ditegaskan dalam Al Quran QS Alfajr 27-30.Agar memperoleh bekal dunia akhirat,Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan agar rutin membaca doa yang ada dalam QS Al Baqarah 201.Ya Tuhan kami,berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.Hasanah atau kebaikan di dunia yang terkandung dalam doa itu meliputi empat hal:
-Umur yang barokah.
-Ilmu yang manfaat
-Rezeki yang halal.
-Serta keluarga dan keturunan yang saleh.
Seperti keluarga dan keturunan yang saleh.Seperti sahabat Anas bin Malik yang tidak pernah meninggalkan doa itu.Sehingga dikarunia Allah umur panjang sampai 103 tahun.Banyak meriwayatkan hadist.Juga kaya dan anaknya banyak sampai seratus.(Dikutip Radar Jombang,25 Juli 2020). .
-

Binrohtal 917 : Takwa Bikin Tenang

Saat ngaji ktab Nasoihul Ibad di Masjid Ashidiq Jalan Airlangga,Minggu (26/7),usai salat Maghrib.KH Khairil Anam Denanyar menjelaskan pentingnya takwa."Sahabat Abu bakar menasehati,cinta dunia itu gelap.lampunya adalah takwa,"tuturnya.Cinta dunia jika tidak didasari dengan takwa akan menyesatkan.Namun jika didasari dengan takwa yang kuat,apapun profesi & pekerjaannya,maka akan bermanfaat bagi sesama."Serta menjadikannya selamat dunia akhirat,"bebernya.Gus Anam lalu mengutip QS Attalaq.Dalam ayat 2-4.Allah SWT menyediakan beberapa servis kepada orang bertakwa.Orang yang bertakwa akan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.Dan orang yang bertakwa akan diberi kemudahan dalam segala urusannya."Mudah itu maksudnya tidak sampai stres menghadapi masalah,"jelasnya.Ayat diatas turun berkenaan dengan anak sahabat Au bin Malik,putra Auf bin Mlik yang ikut berperang bersama Nabi Muhammad SAW.Suatu ketika anaknya hingga larut malam belum pulang.Padahal semua sahabat yang berangkat perang itu sudah kembali.Auf lalu mengadu kepada Nabi Muhammad SAW.Nabi menjelaskan,putranya sedang ditawan musuh.Maka Auf diminta pulang & memperbanyak baca lahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.Au pun melaksanakan perintah Nabi.Bersama istri & seluruh anggota keluarga,di memperbayak baca hauqalah trsebut.Hingga akhirnya tertidur.Jelang Subuh tiba-tiba putranya sampai tiba dirumah.Putranya cerita,dia ditawan dalam penjara & dirantai.Namun,pada tengah malam,tiba-tiba rantainya lepas.Pintu penjara terbuka & para penjaganya tertidur.Dia pun dengan mudah bisa melarikan diri.Di tengah jalan,dia mendapati puluhan kambing.Semua kambing itu pun dia giring pulang ke rumahnya.Besoknya,Auf & putranya mengadu kepada Rasulullah Muhammad SAW.Rasulullah pun menegaskan bahwa semua kambing itu untuk putra Auf.Sebagai ganjaran dari Allah SWT atas ketakwaannya juga kepasrahan keluarganya.Lalu turunlah ayat tentang takwa diatas."Apapun masalah kita,solusinya adalah takwa,"tegas Gus Anam.Kalau rumah tangga tidak tenang,solusinya adalah takwa.Perbanyak bacaan Quran & salat sunnah dirumah.Bacaan Quran & salat sunnah juga akan menerangi & melapangkan kuburan kita.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,28 Juli 2020).

Minggu, 02 Agustus 2020

Menu Makanan Pasien Covid-19 Yang Menjalani Karantina,Bervariasi Agar Tidak Bosan,Nakes Diberi Tambahan Telur

Tingkat kesembuhan Covid-19 di Kota Mojokerto terus meningkat.Kesembuhan tidak hanya menjaga imunitas tubuh maupun asupan vitamin,tetapi juga tidak lepas dari asupan makanan bergizi yang rutin dikonsumsi tiap hari.Bagaimana jika sajian menu makan mereka selama menjalani isolasi?.Dari total 214 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Mojokerto,sebagian besar merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala.Pemkot Mojokerto menyediakan tempat observasi di Rusunawa Cinde & Balai Diklat.Di kedua tempat karantina itulah,warga yang terinveksi virus SARS-CoV_2 berjuang untuk sembuh.Maka,tak heran jika segala aktivitas maupun asupan makanan mendapat perhatian dari petugas kesehatan.Pasalnya,untuk bisa terlepas dari virus korona jenis baru ini,pasien harus menjaga imunitas tubuh dengan asupan vitamin & makanan bergizi seimbang.Irma Febri Retnowati menjadi salah satu pelaku usaha makanan asal Kelurahan Gedongan Kecamatan Magersari,yang secara rutin mengolah makanan bagi warga yang mengalami isolasi baik yang menjalani karantina di Rusunawa Cinde maupun di Balai Diklat.Dia menegaskan,dalam sehari,setidaknya terdapat 5 kali jadwal makan bagi warga yang terkonfirmasi tanpa gejala."Untuk makanan beratnya 2 kali sehari,ditambah 2 kali snack,"terangnya kemarin.Untuk makan,masing-masing dikonsumsi tiap pagi,siang,& malam.Dalam sehari itu,menu yang disajikan bermacam-macam.Menurutnya,olahan makanan yang disajikan tidak sembarangan.Seluruhnya berdasarkan saran dari ahli gizi dari Dinas Kesehatan/Dinkes Kota Mojokerto."Jadi harus milah-milah.Karena menyesuaikan dengan kondisi mereka,"ujarnya.Irma menyatakan,perbedaan olahan makanan itu disesuaikan karena kondisi penyakit,alergi,hingga usia.Tidak hanya sekadar bahan,cara memasak juga harus dibedakan.Bagi pasien yang mengalami diabetes & darah tinggi,misalnya porsi nasi harus dikurangi & memperbanyak sayur.Cara memasaknya dikukus & rasanya hambar.Karena tidak boleh banyak gula & garam.Di samping itu,penyesuaian juga harus dilakukan bagi orang yang alergi terhadap udang,ayam,telur & lain-lain.Sehingg,dia harus memgganti dengan bahan lain."Kalau ada bayi saya juga harus buat bubur.Semntara ibu hamil,anak-anak,& lansia juga beda.jadi macam-macam,"tandasnya.Sementara untuk snack,Irma menyuguhkan olahan kue basah,buah,& susu.Namun,agar pasien tidak bosan,dia juga memberikan variasi makanan ringan yang lain.Seperti sup buah,rujak manis,& salad."Variannya yang berbeda.Sebenarnya takaran gizinya tetap sama.Biar tidak bosan itu0-itu saja,"paparnya.Tidak hanya pasien,dia juga mengolah menu makanan untuk para tenaga kesehatan/nakse & tenaga non medis yang bertempat di tempat observasi Covid-19.Asupannya pun berbeda,untuk dokter & perawat ada makanan ekstra telur yang menjadi menu wajib.Saat ini,sudah tidak banyak membuat menu makanan.Itu seiring banyaknya pasien yang dinyatakan sembuh atau selesai masa isolasi.Hal itu tidak lepas dari asupan makanan & vitamin yang dikonsumsi setiap hari."Ya bersyukur,biar cepat (zona) hijau & aman,"terangnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,27 Juli 2020).

Hanya Panitia,Satu Orang Satu Alat,Aturan Penyembelihan Hingga Pembagian Hewan Kurban Di Saat Pandemi

Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-Pemkot Mojokerto mengatur tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi.Proses pemotongan hingga pembagian daging hanya boleh dilakukan oleh panitia.Selain wajib mematuhi protokol kesehatan,juga harus menerapkan sistem satu orang satu alat.Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian/DKPP Kota Mojokerto R.Happy Dwi Prasetyawan mengatakan,proses penyembelihan hewan kurban bisa berpotensi menjadi sumber persebaran Virus Covid-19.Menurutnya,penularan tersebut bukan berasal dari hewan,melainkan karena proses pemotongan yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur."Korona tidak (menularkan) dari hewan,tetapi bisa melalui tangan atau percikan (dahak) dari orang yang menyembelih.Sehingga berbahaya kalau daging diberikan kepada warga yang menerima,"terangnya kemarin (26/7).Karena itu,saat Hari Raya Idul Adha,Jumat (31/7),proses penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilakukan panitia.Dia menyebutkan,panitia tersebut dibentuk dimasing-masing lokasi yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat pemotongan hewan kurban."Jadi baru ada tim khusus yang menangani untuk penyembelihan,"paparnya.Pihaknya mengaku tengah melakukan inventarisir terhadap sejumlah panitia kurban yang sudah terbentuk.Baik yang berlokasi di masjid,musala,maupun diruimah potong hewan/RPH.Pemkot mempersyaratkan seluruhnya harus mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan penyembelihan nanti.Mulai dari memakai masker,pencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer,memakai sarung tangan,hingga melakukan 'physical  distancing'.Tak hanya itu,setiap panitia juga dilakukan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk ke area pemotongan hewan kurban.Jika diketahui ada anggota panitia yang suhu tubuh tinggi atau mengalami gejala sakit,maka tidak boleh ikut bergabung."Kalau ada yang tidak sehat,bisa digantikan orang lain atas seizin panitia"ujarnya.Happy mengatakan,panitia melakukan seluruh prosesi kurban.Mulai dari penyembelihan,penanganan daging,pengemasan,hingga pembagian kepada penerima.Selama proses tersebut,warga juga diminta untuk tidak berkerumun di area penyembelihan.Selain itu,seluruh peralatan yang dipakai juga harus disterilkan.Yaitu,dengan cara melakukan pembersihan sekaligus disinfektan sebelum dan sesudah digunakan.Bahkan,panitia juga wajib menerapkan sistem satu orang,satu alat selama proses penyembelihan."Jadi alat itu harus dipegang satu orang,tidak boleh dipegang bergantian"tandasnya.Sementara itu,sejak sepekan terakhir DKPP juga telah menerjunkan tim dari bidang peternakan dan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan.Setidaknya sudah 233 ekor kambing dan 64 ekor sapi yang sudah diperiksa dari 7 penjual hewan se-kota.Hasilnya,seluruhnya dipastikan dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih.Happy menambahkan pemeriksaan hewan akan terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha nanti."Untuk sementara belum ada laporan kaitannya dengan hewan yang bermasalah atau kena penyakit.Tapi pemeriksaan ini masih berlanjut dan kami monitoring terus"pungkas Happy.(Dikutip Radar Mojokerto,27 Juli 2020).

BINROHTAL 916:PUASA DZULHIJJAH.

Saat ngaji di pesantren Fallahul Muhibbin Watugaluh,Diwek,KH Nurhadi (Mbah Bolong) selaku pengasuh menjelaskan keutamaan puasa Dzulhijjah.Juga keutamaan menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha."Kita harus bersyukur kepada Allah karena masih diberi hidup di bulan Dzulhijjah.Cara mensyukurinya yakni 'dengan puasa dan berkurban'tuturnya.Allah sangat mencintai orang-orang yang mau menyembelih hewan kurban.Sampai-sampai Rasulullah Muhammad SAW bersabda,tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah menyembelih hewan kurban.Sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya,kuku-kukunya,dan bulu-bulunya.Maka Ikhlaskanlah menyembelihnya.Untuk setiap bulu hewan kurban,kita akan dibalas 10 kebaikan.Kita dianjurkan untuk puasa mulai 1-9 Dzulhijjah.Dalam kitab Tanbihul Ghofilin disebutkan hadist Nabi Muhammad SAW dari Aisyah radiyallahu anha.Ada seorang pemuda yang biasanya suka menyanyi.Namun ketika bulan Dzulhijjah tiba,ia mengerjakan puasa.Berita itu sampai pada Nabi Muhammad SAW.Kemudian beliau mengutus seseorang untuk memanggilnya.Setelah pemuda itu datang.Nabi bertanya,apa yang mendorong kamu untuk berpuasa pada hari-hari ini?Ia menjawab,wahai Rasulullah,sesungguhnya ini adalah hari-hari syiar dan haji.Mudah-mudahan Allah menyertakan saya dalam doa-doa mereka.Rasul pun bersabda,sesungguhnya bagimu dengan setiap satu hari kamu berpuasa itu sebanding dengan memerdekakan 100 orang budak,sedekah 100 ekor unta dan 100 ekor kuda di jalan Allah.Puasa hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) maka bagimu sebanding dengan memerdekakan 1.000 orang budak,sedekah 1.000 ekor kuda di jalan Allah.Puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) maka bagimu sebanding dengan memerdekakan 2.000 orang budak,sedekah 2000 ekor unta dan 2.000 ekor kuda di jalan Allah.Puasa Arafah juga sama dengan puasa dua tahun,satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya.Mbah Bolong juga menyampaikan cerita di kitab Annawadir.Ada orang bernama Abu Yusuf.Ketika temannya mati,Abu Yusuf mimpi melihat temannya itu dijemput lima orang naik kuda.Lima orang itu yakni Nabi Muhammad SAW beserta sahabat Abu Bakar,Umar,Ustman dan Ali.Abu Yusuf pun heran.Bagaimana temannya bisa memperoleh kemuliaan seperti itu?Temannya menjawab,kemuliaan itu dia dapat karena rutin puasa 1-9 Dzulhijjah.(Dikutip Radar Jombang,27 Juli 2020). 

Saat Pengamen Jalanan Dihadirkan Untuk Tingkatkan Imun Di Rusunawa Cinde,Ajak Nakes,Pasien,& Forkopimda Berjoget

Berbagai cara dilakukan tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 (CTPPC) di Kota Mojokerto.Salah satunya dengan menggandeng pengamen jalanan untuk menghibur pasien Covid-19 & tenaga kesehatan/nakes,hingga mengampanyekan protokol kesehatan.Di antara kelompok pengamen itu adalah grup musik angklung.Tak tanggung-tanggung,setidaknya ada 3 grup pengamen jalanan dinobatkan sebagai Pengamen Tangguh Semeru,kemarin (25/7).Selain bertugas menghibur pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Susun Sewa/Rusunawa Cinde,Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon,mereka juga diharapkan menjadi pelopor protokol kesehatan di jalanan."Mereka (para pengamen-red) diberikan edukasi & promotif terhadap protokol kesehatan,"ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi,di lokasi,kemarin.Keberadaan pengamen tangguh berawal dari pelanggaran karena tidak memakai masker saat berada di kawasan Alun-alun Kota Mojokerto beberapa hari lalu.Namun,begitu melihat skill yang dimiliki para pengamen cukup mumpuni,Polresta & Kodim 0815 akhirnya membuat inovasi & terobosan baru.Dengan memberdayakan pengamen jalanan ini untuk melakukan kampanye disiplin mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.Di antara tugas mereka adalah diminta menghibur nakes maupun pasien conirm yang sedang menjalani isolasi di Rumah Rusunawa Cinde.Keterlibatan pengamen jalanan ini sekaligus sebagai upaya petugas dalam melakukan 3T (testing,tracing,& tratment).Deddy menjelaskan,treatment terhadap pasien Covid-19 memang sangat dibutuhkan.Di mana,melalui hiburan tradisional ini diharapkan para pasien tidak merasa jenuh saat menjalani isolasi."Karena dirasakan cukup bermanfaat,kenapa tidak.Apalagi,hiburan seperti ini juga bisa menambah imun tubuh kita.Jadi,tingkat kesembuhan pasien diharapkan bisa meningkat,"tegasnya.3 grup pengamen jalanan tersebut secara bergantian menghibur warga Kota Mojokerto.Khususnya yang sedang menjalani isolasi di Rusunawa Cinde & Nakes yang bertugas.Mereka juga mengelilingi Kota Mojokerto untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menerapkan disiplin protokol kesehatan.Salah satunya membawakan lagu khusus yang disiapkan dalam kampanye protokol kesehatan.Sebagai langkah awal,kemarin para pengamen diminta menghibur para nakes.Para nakes yang bertugas diajak berjoget bareng bersama Forkopimda melalui iringan musik angklung.Terdiri dari Kapolresta Mojokerto,AKBP Deddi Supriyadi,Walikota Mojokerto Ika Puspitasari,& Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto.Walikot Ika Puspitasari menambahkan,hiburan untuk warga Kota Mojokerto yang menjalani perawatan di Rusunawa Cinde Kecamatan Prajurit Kulon ini memang menjadi penting.Dalam menyikapi kondisi pandemi saat ini,diantisipasi betul bagaimana pengamen tidak menjadi klaster terbaru terpapar Covid-19 karena mobilitasnya cukup tinggi."Semoga ini semua bisa memberikan manfaat.Yang terpapar & harus isolasi juga bisa mendapatkan hiburan,tidak semakin stres,karena tidak bisa beraktifitas.Dan pengamen ini bisa mendapatkan penghasilan sekaligus menjadi contoh bagi pengamen yang lain,"katanya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,26 Juli 2020).

Pemkot Mojokerto Siapkan Aplikasi Transaksi Digital,Di Terapkan Di Pasar Modern Benpas,Bisa Diakses Warga Luar Kota

Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-Di tengah arus modernisasi,Pemkot Mojokerto terus memberikan layanan akses kemudahan terhadap masyarakat dalam bertansaksi.Tak terkecuali dalam menggunakan aplikasi non tunai.Untuk itu,Walikota Mojokrto Ika Puspitasari mulai menerapkan konsep digital kepada eks pedagang lima/PKL Alun-alun yang akan di relokasi ke Pasar Modern Benteng Pancasila.Hal ini,disampaikannya dalam audiensi bersama eks-PKL alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk Nomor 50,Magersari,Kamis (23/7) malam.Inovasi baru Pemkot Mojokerto tersebut tidak lepas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah.Sehingga,masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat berkegiatan di luar rumah.Terutama area publik seperti pasar tradisional,pasar modern.maupun area publik lain.Pasar Benteng Pancasila yang sebelumnya terbakar pada 2017 silam saat ini tengah proses renovasi tahap akhir.Diperkirakan,pada bulan Agustus mendatang,pasar berkonsep modern tersebut siap ditempati oleh para eks-PKL alun-laun."Pasar yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2019 ini,Insya Allah akan segera selesai.Sehingga bisa ditempati pada tahun ini.Tentunya,konsep Pasar Benteng Pancasila nanti akan berbeda dengan konsep sebelumnya.Di mana,saat ini kami tengah menyiapkan aplikasi penunjang sebagai transaksi jual beli tanpa menggunakan uang cash atau tunai.Pemanfaatan teknologi ini,semata-mata juga sebagai upaya kami Pemkot Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus.Terutama dalam masa transisi adaptasi tatanan kehidupan baru atau new normal,"jelas Ning Ita,sapaan akrab Walikota.Aplikasi tersebut,lanjut walikota perempuan pertama di Kota Mojokrto ini,tidak sekadar apliaksi transaksi jual beli biasa.Namun,di dalam aplikasi yang nantinya digunakan sebagai sarana transaksi perdagangan oleh pedagang & pembeli,terdapat berbagai fitur.Seperti,jenis produk yang dijual,pembayaran non tunai,pembayaran distribusi,deskripsi toko & produk serta masih banyak yang lainnya.Melalui aplikasi ini pun,para pedagang tidak perlu menghawatirkan produk dagangan yang dijual tertukar dengan produk jualan pedagang lainnya,meskipun jenis produknya sama."Jadi,melalui aplikasi ini,produk unggulan dari para UKM/UMKM dapat dipamerkan.Aplikasi ini pun dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.Sehingga,secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian masyarakat sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah.Selain sebagai tarnsaksi jual beli,aplikasi ini juga sebagai sarana pembayaran retribusi.Sehingga,pedagang tidak perlu membayar secara cash atau tunai lagi.Dan jangan percaya sama oknum yang mengatasnamakan pegawai saat memungut retribusi,"tegasnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,25 Juli 2020).

SANKSI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN RESM| BERLAKU,TAK BERMASKER,NYAPU ALUN-ALUN.

MOJOKERTO KOTA-Puluhan warga dihukum kerja sosial membersihkan Alun-Alun Kota Mojokerto akibat tidak mengenakan masker (23/7).Mereka yang membandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan ini terjaring razia satpol PP saat nongkrong di warung kopi (warkop) dan berkendara di wilayah Kota Mojokerto tanpa mengenakan masker.Sebagai sanksi sosial,saat bersih-bersih mereka juga diminta mengenakan rompi bertuliskan 'pelanggar protokol kesehatan'yang sebelumnya sudah disiapkan petugas.Sebagian pelanggar juga diminta menyanyikan lagu kebangsaan."Ini untuk membuat mereka jera.Sifatnya sanksi ini kan agar patuh dengan protokol kesehatan.Bukan yang lain"ungkap Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono.Penerapan sanksi ini sesuai Perwali Nomor 55/2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi Pandemi Covid-19.Meski,sosialisasi sebelumnya sudah dilakukan,nyatanya kesadaran saat beraktiitas di luar rumah sebagian masih rendah.Terbukti,dari dua lokasi razia,kemarin setidaknya ada sepuluh orang ditindak.Bukan hanya mereka yang asyik nongkrong di warkop.Para pengendara yang tidak memakai masker juga dihentikan petugas."Karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah,adanya perwali ini semoga bisa menekan angka penyebaran"tegasnya.Penegakan disiplin dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 ini,secara berkala akan dilakukan di wilayah Kota Onde-Onde.Menggandeng TNI dan Polri,petugas penegak perda ini akan membagi sepuluh tim dalam melakukan penyisiran tiap harinya."Kapok,ya tak akan mengulangi lagi"sahut salah seorang pelanggar,di tengah bersih-bersih kemarin.Sebenarnya dirinya tak ada kesengajaan untuk tidak memakai masker.Dirinya mengakui alasan dirinya tidak memakai masker lantaran lupa sebab tergesa-gesa akan membeli makan ke Benteng Pancasila."Mungkin apes saja ini.Biasanya selalu bawa masker"tambahnya.(Dikutip Radar Mojokerto,24 Juli 2020).

Label : KEGIATAN