Senin, 16 November 2020

Perpaduan Arsitektur Majapahit & Timur Tengah : Khofifah-Ning Ita Resmikan Masjid Agung

 Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-MAsjid Agung Al Fattah yang merupakan tempat peribadatan tertua di Mojokerto,akhirnya diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Walikota Mojokerto Ika Puspitasari,kemarin (8/11)Peresmian Masjid yang dikemas dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut menghadirkan ribuan anggota Muslimat & Fatayat dari seluruh Mojokerto.Sejak pagi,ribuan emak-emak telah memadati area masjid yang telah dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1877 lalu.Di dalam masjid yang berarsitektur Majapahit dengan perpaduan ala Timur Tengah,lantunan salawat serta salam terus dikumandangkan sebagai tanda memperingati Hari Kelahian Nabi Muhammad SAW pada Bulan 12 Rabiul Awal 1442 Hijriyah atau yang jatuh pada Hari Kamis,29 Oktober   2020,kalender Masehi lalu.Masjid Agung Al Fattah yang berdiri megah disebelah barat Alun-alun Kota Mojokerto atau tepatnya di Kelurahan Kauman Kecamatan Prajurit Kulon ini,telah mengalami pemugaran hingga beberapa kali.Terbaru,renovasi dilakukan pada tahun 2015 hingga awal tahun 2020.Anggaran yang dikeluarkan untuk mempercantik bangunan masjid,mencapai Rp.40 miliar.Dengan rincian,Rp.30 miliar dari anggaran hibah Pemkot Mojokerto,Rp.2 Miliar dari Pemprov Jatim & sisanya merupakan sumbangan dari masyarakat."Untuk desain dari Masjid Agung Al Fattah ini,kami memakai 2 kombinasi antara Majapahit yang akan terus kami pertahankan dengan perpaduan ala Timur Tengah.Kebudayaan Majapahit terlihat jelas di masjid ini.Seperti ukir-ukiran yang sengaja dipahat langsung oleh seniman dari Trowulan.Kami sengaja tidak meninggalkan identitas Majapahit,akrena dulu pusat peradaban Kerajaan Majapahit ada di Mojokerto ini tidak melekat erat dengan warga disini,"jelas Ning Ita,sapaan akrab Walikota.Peresmian Masjid Agung Al Fattah sekaligus menandai 2 tahun masa kepemimpinan Walikota Ning Ita & Wakil Walikota Cak Rizal tahun ini.Untuk itu,Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam kegiatan ini menitipkan pesan kepada keduanya agar selalu menguatkan character buliding serta meningkatakan pemberdayaan ekonomi bagi  masyarakat.Khususnya pengembangan kemakmuran bagi masyarakat & kemakmuran pada Masjid Agung Al Fattah di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini."Kebetulan peresmian masjid ini dibulan Rabiul Awal,bulan kelahiran Rasulullah.Nabi Muhammad SAW diturunkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan budi pekerti yang baik.Jadi,hadirnya masijd yang lebih dari 100 tahun ini mudah-mudahan dapat memberikan penguatan karakter building yang selaras dengan upaya pembangunan SDM kita,karakternya terbangun,akhaknya juga akan dibangun.Terlebih dari itu,melalui Masjid ini dapat memberikan penguatan pada sisi pengembangan kemakmuran bagi masyarakat & kemakmuran masjid,"jelasnya.Karena itu,lanjut mantan Menteri Sosial Republik Indonesia ini,kedepankan dalam memaksimalkan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.Khususnya penguatan dari remaja masjid yang sudah sering berkegiatan di tempat peribadatan ini.Nantinya,pola-pola penguatan yang akan diterapkan adalah pada bidang ekonomi bagi milenial maupun masyarakat pada umumnya.Sebab,2 hal ini merupakan kunci agar dapat memaksimalkan seluruh kegiatan yang ada di masjid.Peresmian Masjid Agung Al Fattah ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria bersama istri Nur Chasanah,Komandan Distrik Militer 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutant,Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota AKBP Dedy Supriyadi,Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Johan Iswahyudi,Kepala Kementerian Agama Kota Mojokerto Moch Zaini,Ketua Takmir Masjid Agung Al Fattah KH Sholeh Hasan,Ketua MUI Kota Mojokerto KH Rofi'i Ismail,Pengasuh Ponpes Al Azhar KH Ma'shum Maulani,Ketua Muslimat NU Kota Mojokerto,Ketua Muslimat Kabupaten Mojokerto Hj Chotijah,OPD,Camat & Lurah.


Masjid Agung Al Fattah & Wajah Barunya

* Masjid dibangun sejak masa kolonial Belanda

* Tepatnya era kepemimpinan Bupati RAA Kromodjojo Adinegoro

* Diresmikan sejak 7 Mei 1877 atau 1294 Hijriyah

* Selama 143 tahun ini telah mengalami beberapa kali pemugaran

* Dalam 5 tahun terakhir dilakukan renovasi pada 2015 hingga awal 2020

* Masjid kini dipoles dengan arsitektur Majapahit dengan perpaduan ala Timur Tengah

* Corak Kebudayaan Majapahit tampak pada ukir-ukiran batu andesit yang dipahat langsung oleh seniman dari Trowulan

* Sementara gaya Timur Tengah tercermin pada kubah,menara,pintu,serta atap yang dibuat dari pelat kuningan berwarna emas

* Anggaran yang diserap untuk pekerjaan fisik mencapai sekitar Rp.40 miliar

* Dengan rincian,Rp.30 miliar dari anggaran hibah Pemkot Mojokerto

* Juga bersumber dari Pemprov Jatim Rp.2 miliar & sisanya sumbangan dari masyarakat.

(Di kutip dari Radar Mojokerto,Head Line,9 November 2020).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN