Rabu, 16 September 2020

DISPENDIK GEMBLENG PULUHAN PROKTOR,PERSIAPAN UJIAN NASIONAL SD-SMP FORMAT BARU.

 MOJOKERTO KOTA-Dinas Pendidikan/Dispendik Kota mempersiapkan pelaksanaan tes pengganti ujian nasional/UN.Sebanyak 40 proktor sekolah digembleng simulasi skala besar ujian berbasis daring/UBKD,Kamis (9/9).Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Kota Mojokerto Febri Emayanti menjelaskan simulasi skala besar UBKD merupakan tahapan untuk mempersiapkan model ujian yang akan diterapkan di jenjang SD & SMP tahun depan.Pasca dihapusnya UN,peserta didik nanti akan dihadapkan dengan Assesment Kompetensi Minimal/AKM."Hari ini (kemarin-red) baru simulasi skala besar,"terangnya.Dia menyebutkan,simulasi UBKD diikuti sebanyak 20 proktor dari SMP.Menurutnya simulasi bertujuan mengenalkan sekaligus mempersiapkan teknis pelaksanaan ujian dalam bentuk AKM."Karena UBKD dan AKM ini sebagai pengganti UNBK yang kemarin"tandasnya.Febri mengaku belum mengetahui secara rinci perbedaan yang sangat mendasar dari model ujian yang teranyar tersebut.Terkait teknis pelaksanaan ujian jenjang SD tidak lagi menggunakn server lokal.Namun,langsung terkoneksi dengan server pusat."Jadi,ujian SD,SMP,& SMA/SMK servernya jadi satu dari pusat,"ulasnya.Sedangkan perangkat ujian tetap menerapkan computer based test/CBT.Sebab,seluruh lembaga SD & SMP di Kota Onde-onde telah menerapkan 100% ujian berbasis komputer.Namun,dalam pelaksanaan simulasi berskala besar UBKD di warnai kendala teknis.Para peserta tidak bisa mengerjakan soal AKM antaran server pusat down."Di jenjang SD tadi,dari 15 soal hanya bisa dikerjakan 3.Karena ketika mau pindah dari satu soal ke soal berikutnya layarnya blank,"tandasnya.Namun,sebut Febri,kendala itu tidak sampai berimbas signifikan.Mengingat,para proktor hanya melakukan uji coba teknis pelaksanaan ujian masih cukup lama digelar.Rencananya untuk jenjang SMP mulai dilaksanakan April 2021 mendatang.Sedangkan SD baru akan digulirkan Agustus.Selama rentang waktu tersebut,baik sekolah maupun Dispendik akan mendapatkan sosialisasi & pembekalan secara bertahap dari Kemendikbud."Nanti akan ada kelanjutan tahapan lagi,"pungkasnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,12 September 2020).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN