Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-Pendeteksian Kasus Covid-19 di Kota Mojokerto akan lebih cepat dilakukan.Itu menyusul telah beroperasinya mesin Polymesare Chain Reaction/PCR di RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo.Setidaknya,alat penguji tersebut mampu menguji 45 sampel SWAB dalam sehari.Plt Direktur RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo dr.Triastutik menjelaskan,bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB yang diterima sejak Juli lalu sebenarnya telah dioperasikan untuk mendiagnosis Covid-19.Namun,masih terbatas difungsikan untuk metode pemeriksaan Tes Cepat Molekul/TCM.Mulai saat ini,perangkat laboratorium tersebut telah di-running untuk melakukan pemeriksaan PCR."Sudah running kemarin.Jadi bisa untuk TCM & PCR,"terangnya Minggu (16/8).Triasutik menyebutkan,dalam sekali running alat tersebut memiliki kemampuan uji SWAB PCR sampel & TCM 4 sampel.Untuk sementara,pengoperasian mesin mesin PCR baru dilakukan dalam 1 shift.Mulai pukul 07.00 hingga 14.00.Dengan demikian,dalam sehari mesin bisa melakukan running sebanyak 3 kali dengan total 45 sampel.Masing-masing terdiri dari 33 sampel PCR & 12 sampel TCM/hari."Sebenarnya sampai berapapun bisa.Tapi kami operasikan hanya 1 shift.Sehingga kemampuannya sekitar 45 sampel/hari,"tandasnya.Wadir Pelayanan Medis & Perawatan RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo ini menambahkan,dengan beroperasinya mesin PCR itu,secara otomatis akan memangkas durasi pendeteksian kasus Covid-19 di Kota Mojokerto.Sebab,selama ini sampel SWAB hanya dikirim ke laboratorium yang ditunjuk oleh Pemprov Jatim.Karena harus menunggu antrean,hingga hasil uji swab baru diketahui beberapa hari kemudian.Sedangkan dengan alat PCR di rumah sakit pelat merah itu,hasilnya dapat diketahui tidak lebih dari sehari."Untuk PCR membutuhkan waktu kurang dari 2 jam & untuk TCM sekitar 1-1,5 jam,"paparnya.Dengan demikian,saat ini RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo menampung seluruh kiriman sampel SWAB dari hasil tracing yang dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan/Dinkes Kota Mojokerto.Di samping itu,mesin PCR juga digunakan untuk memeriksa sampel pasien yang dirawat di RSUD sendiri."Atau bisa juga dari pasien atau masyarakat yang periksa secara mandiri,"paparnya.Jadi,PCR itu menampung semua pasien masyarakat kota hasil tracing dari Dinkes.Kemudian dari perusahaan-perusahaan kantor.Atau pasien-pasien yang kita rawat di rumah sakit.Baik berasal dari kota maupun luar kota onde-onde.Dokter spesilialis anak ini menyebutkan,metode pemeriksaan TCM & PCR sebenarnya tidak jauh berbeda.Pasalnya,untuk mendeteksi adanya virus SARS_CoV-2,keduanya sama-sama menguji dari sampel SWAB atau usapan lendir dari saluran tenggorokan & hidung.Namun,tingkat keakuratannya lebih valid hasil tes PCR."Dua-duanya molekuler.Tapi berbeda dibandingkan rapid test yang itu antibodi/antigen,sehingga hasilnya kurang presisi,"pungkas Triastutik.Untuk diketahui,berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto per 16 Agustus kemarin,jumlah spesimen yang telah dilakukan uji SWAB sebanyak 1.589 sampel.Dari jumlah tersebut sebanyak 298 orang terkonfirmasi posit Covid-19.Sejauh ini,sebanyak 85% atau 255 orang telah dinyatakan telah sembuh.Sedangkan 5,33% atau 16 orang lainnya meninggal dunia.Dengan demikian,kasus konfirmasi aktif hanya menyisakan 27 orang.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,17 Agustus 2020).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar