Saat ngaji tafsir Jalalain di Pesantren Tebuireng Rabu (12/8),KH Ahmad Mustain Syafile Alhafid menjelaskan QS Alqasas 8-9."Ada dua pelajaran yang dapat diambil dari sini"tuturnya.Tentang kepemimpinan dan rumah tangga.Pelajaran tentang kepemimpinan bisa diambil dari penegasan QS Alqasas 8.Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah."Ini menunjukkan bahwa pemimpin yang jelek,cenderung memilih anak buah yang jelek juga,"tandasnya.Presiden yang jelek,akan memilih menteri & tentara yang jelek.Kepala daerah yang jelek,juga pasti akan memilih pejabat-pejabat yang jelek.Fir'aun pemimpin yang zalim.Programnya membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir.Tentu program ini hanya bisa dilaksanakan oleh menteri & para prajurit yang juga zalim.Fir'aun bersama menteri & bala tentaranya akhirnya ditenggelamkan di laut merah.Kebijakan pemimpin otoriter seperti Fir'aun tidak akan bisa diubah oleh siapapun."Kecuali oleh istrinya,"tegasnya.Fir'aun sudah menetapkan akan membunuh semua bayi yang lahir.Ketika bayi Musa ditemukan di sungai oleh para pegawai istana,Fir'aun hendak membunuhnya.Namun si istri melarang.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqasas 9.Fir'aun pun membatalkan keputusannya.Bayi Nabi Musa tidak jadi dibunuh."Pejabat yang baik,bisa menjadi jahat karena istri,"ucapnya.Ketika si pejabat tak bisa disuap,maka penyuap akan mencari jalan lewat sang istri.Ketika istri sudah disuap,maka ia akan mempengaruhi sang suami.Seperti ketika iblis menggoda Adam AS agar memakan buah kuldi di surga.Adam menolak.Namun iblis tak menyerah.Iblis merayu Hawa,sang istri.Setelah terbujuk,Hawa pun akhirnya mengajak Adam memakan khuldi."Kalau kalian sudah meluruskan langkah besar yang baik,jangan mudah tergoyahkan oleh istri,"bebernya.Nabi Ibrahim idak musyawarah dengan Hajar,isrinya,pesan Kiai Tain.Seperti mencontohkan Nabi Ibrahim ketika diperintah menyembelih Nabi Ismail ketika diperintah membunuh Nabi Ismail.Anak semata wayang yang sedang lucu-lucunya."Setelah mendengar perintah itu,Nabi Ibrahim tidak musyawarah dengan Hajar,istrinya,"bebernya.Tapi Nabi Ibrahim langsung bertanya kepada Ismail.Sebagaimana dikisahkan dalam dalam QS.Assaffat 102."Pelajaran lainnya,dalam berumah tangga,kepada istri,jangan pandang jabatan,"terangnya.Meski profeor,doktor,& pejabat tinggi,bos besar,jangan menggunakan status itu ketika berhadapan dengan istri."Meski kiai,meski doktor seperti saya,kalau diurung-uring istri harus tetap diam"jelasnya.(Dikutip Radar Jombang,15 Agustus 2020).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar