Jumat, 07 Agustus 2020

BINROHTAL 925: MENGADU KEPADA ALLAH.

 Saat ngaji usai salat Magrib di Masjid Jami Alfattah,Candimulyo,Jombang Selasa (4/8),DR KH Sahal Afhami menjelaskan pentingnya hanya mengadu kepada Allah."Kalau ingin semua masalah kita diringankan oleh Allah SWT,setiap pagi mengadulah hanya kepada Allah SWT"tuturnya.Caranya yakni dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW."Allahuma lakal hamdu wa ilakal mustaka wa antal musta'an wa haula wala quwata illa billahil 'alliyal 'azhim.Ya Allah segala puji hanya untuk-Mu,dan hanya kepada-Mulah tempat mengadu,dan Engkaulah Penolong dan tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Zat Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."Ini adalah doa yang dibaca Nabi Musa ketika dikejar Firaun"ucapnya.Dalam kondisi terjepit,Nabi Musa tidak bisa lagi menghindar dari kejaran Firaun.Didepannya hanya terbentang lautan.Kembali akan dibunuh Firauan.Terus jalan akan tenggelam di lautan.Pada saat itulah Nabi Musa diajari malaikat Jibril doa diatas.Setengah Musa membacanya,Allah lantas memerintahkan agar Musa memukulkan tongkatnya ke laut.Sehingga laut terbelah dan mereka selamat."Usai Subuh sempatkan membaca"saran kiai Sahal.Para sahabat setelah mendengar itu dari Nabi terus mengamalkan setiap hari."Sebelum berangkat kerja,jangan lupa salat Duha"tambahnya.Minimal empat rakaat.Agar kita dimudahkan dalam memperoleh rezeki yang luas,halal dan berkah."Jangan sampai bangun tidur sudah susah masalah dunia"pesannya.Rasulullah Muhammad SAW bersabda,siapa yang pada waktu pagi hari dalam keadaan mengadu kepada manusia tentang kesulitan hidupnya,maka seakan-akan ia telah mengadukan Tuhannya.Siapa pada waktu pagi hari merasa susah atas perkara duniawi,maka sesungguhnya ia telah marah kepada Tuhannya.Maksudnya,siapa sedih karena urusan dunia,sesungguhnya ia telah marah kepada Tuhannya.Karena ia tidak rida dengan takdir Allah.Serta tidak bersabar atas cobaan Allah.Juga tidak yakin dengan kekuasaan Allah.Karena semua yang terjadi di dunia ini adalah atas ketentuan dan kekuasaan Allah.Siapa yang merendahkan diri kepada orang kaya karena kekayaannya,maka hilanglah dua pertiga agamanya.Disyariatkan menghormati orang lain karena alasan kebaikan dan ilmunya.Bukan karena kekayannya.Orang yang memuliakan harta,sesungguhnya ia telah menyia-yiakan ilmu dan amal saleh.Syekh Abdul Qadir Al-Jilani mengajurkan agar seorang muslim selalu dalam tiga keadaan ::Pertama,melaksanakan perintah,Kedua menjauhi larangan.Dan ketiga rida dengan pembagian Tuhan.(Dikutip Radar Jombang,6 Agustus 2020).

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN