MOJOKERTO KOTA-Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot Mojokerto dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda di seluruh dunia.Tak terkecuali dalam menyiapkan skema new normal atau tatanan hidup baru bagi masyarakat.Ada formula-formula baru yang dikemas dalam menyiapkan masyarakat untuk menghadapi tatanan hidup baru yang produktif & aman dari Covid-19.Hal ini disampaikan langsung Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dalam acara We-Seminar/Webinar Forum Kota Mojokerto Sehat di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto,Rabu (17/6).Dengan mengangkat tema "Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Komitmen Bersama Pemerintah dalam Adaptasi Selama Pandemi Covid-19 Menuju New Normal,turut menghadirkan narasumber dari tiga negara."Yang Pertama adalah Pelaksana Fungsi Penerapan Sosial Budaya 1 KBRI Abu Dhabi UEA,Nur Ibrahim.Sedangkan narasumber yang kedua adalah Perawat di Emergency Room Al-Adan Hospital Kuwait,Zulkifli Abdullah Usin.Dan yang terakhir adalah seorang mahasiswa dari Unirversitas Islam Madinah KSA,M Haris Luthi.Selain menghadirkan tiga negara,turut hadir pula Koordinator Tatanan Kehidupan Sosial Sehat Mandiri Forum Mojokerto Kota Sehat dr Windu Santoso dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Chistiana Indah Wahyu.Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini,menjelaskan kepada para peserta webinar,bahwa Pemerintah Kota Mojokerto selama kondisi Covid-19 telah menganalisa penyebaran virus yang terus merambat naik setiap harinya.Di mana ada tiga hal yang mendorong penyebaran virus tersebut berkembang dengan cepat.Faktor pertama adalah kondisi wilayah Kota Mojokerto yang merupakan kota terkecil di Indonesia,dikelilingi oleh daerah-daerah yang terlebih dahulu berstatus zona merah."Yang awalnya Kota Mojokerto berstatus zona kuning,namun tingginya mobilitas masyarakat dari & ke daerah zona merah masih cukup tinggi terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.Di tambah lagi munculnya klaster baru dari Orang Tanpa Gejala/OTG,membuat angka terus merambat naik.Confirm positif di Kota Mojokerto terjadi karena transmisi lokal munculnya klaster baru.Sehingga jumlah konfirmasi positif meningkat secara tajam menjelang lebaran sampai dengan saat ini & didominasi oleh OTG,"jelasnya.Penyebaran virus yang terjadi di wilayah Kota Mojokerto,lanjut Ning Ita,tidak secara langsung membawa dampak yang cukup signifikan di segala elemen masyarakat.Mulai dari dampak kesehatan yang menimbulkan kesehatan yang menimbulkan kepanikan karena kurangnya kepahaman terhadap Covid-19,dampak ekonomi yang banyak membuat pendapatan masyarakat menurun bahkan meningkatkan jumlah masyarakat miskin didaerah.Selain itu,dampak sosial budaya pun juga turut mengalami imbas,seperti pembatasan kegiatan ditempat ibadah,hingga penutupan tempat hiburan & wisata."Tidak hanya itu,masih ada dampak dari sektor politik.Di mana pergelaran Pilkada serentak,yang seharusnya diselenggarakan pada tahun ini,harus dipending terlebih dahulu.Selain itu,kegiatan prioritas Pemerintah daerah yang mengharuskan terjadinya reffocusing kegiatan untuk percepatan penanganan Covid-19.Dan dampak terakhir dirasakan pada sektor pendidikan.Yang mengharuskan anak-anak kami belajar mengajar secara virtual di rumah masing-masing,"paparnya.Dalam kesempatan secara virtual ini,Ning Ita membocorkan rahasia Pemda dalam menanggulangi percepagtan penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto.Yang pertama adalah peran aktif masyarakat menghadapi tatanan hidup baru atau New Normal.Seperti menciptakan kampung tangguh,kampung mantab,& kampung aman dalam tatanan new normal produktif aman Covid-19.Selain itu,menerbitkan Peraturan Walikota tentang SOP Protokol Kesehatan yang meliputi 7 sektor.
1.Perhubungan
2.Kesehatan
3.Perdagangan
4.Pendidikan
5.Pariwisata
6.Perekonomian
7.Pelayanan Publik
"Dan formula terakhir adalah meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mendorong produktivitas kreativitas masyarakat & disiplin protokol kesehatan dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab.Untuk itu,kita harus menang melawan Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.Penuh rasa tanggung jawab demi mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing,mandiri,demokratis,adil,makmur,sejahtera & bermartabat,"tegasnya.Masih kata Ning Ita,berkaca dari negara lain yang saat ini telah sukses melalui krisis Covid-19 dengan menerapkan berbagai macam tindakan & aturan tegas.Misalnya saja seperti di Uni Emirat Arab,pemerintah di sana tegas menerapkan denda kepada masyarakat agar lebih patuh dalam menghadapi kondisi Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan.Tidak hanya denda,pemerintah pun juga memberikan reward bagi warga yang memiliki inovasi yang dapat membawa perubahan bagi wilayahnya masing-masing."Di Uni Emirat Arab,ketika orang dinyatakan positif Covid-19,maka ia harus menjalankan sanksi berupa denda yang berkisar dari 1000 hingga 50000 dirham.Jika dirupiahkan,maka denda setiap pelanggaran berkisar dari Rp.3.850.000 sampai Rp.190 juta.Peraturan ini,tentunya menjadi pemaksa masyarakat agar patuh dalam menjalani protokol kesehatan,"tandasnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,18 Juni 2020).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar