Jumat, 21 Februari 2020

BINROHTAL 828:ADIL PADA DIRI.

Saat ngaji usai salat Duha di masjid Polres Jombang,Kamis (13/2),pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin,Watugaluh,Diwek,KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan pentingnya sikap adil."Sikap adil ini ada dalam Alquran sekaligus juga dalam Pancasila"tuturnya.Dalam Alquran diantaranya disebut dalam QS Annahl 90.Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan,memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji,kemungkinan dan permusuhan.Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."Ini selalu dibaca khotib dalam khutbah Jumat"bebernya.Dalam Pancasila terdapat di sila kelima.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.Misalnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta yang wajib disembah.Maka menyembah Allah adalah bentuk sikap adil.Sebaliknya,tidak menyembah Allah berarti zalim alias menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya."Adil pada diri sendiri adalah istikomah menjalankan perintah Allah"tegasnya.Terutama salat lima waktu.Karena salat adalah perkara yang pertama kali dihisab di akhirat.Orang yang tidak istikomah salat berarti dia telah zalim pada diri sendiri.Sehngga kelak di akhirat dimasukkan neraka."Rakyat yang adil mau berbakti pada pemimpin"tandasnya.Disuruh membayar pajak mau membayar pajak.Serta mau mendoakan pemimpin.Sebab pemimpin yang baik akan membawa kebaikan pada rakyat."Pemimpin yang adil memberikan hak-hak rakyat"tandasnya.Termasuk hak untuk hidup.Hak untuk memperoleh pendidikan.Hak untuk menjalankan keyakinannya.Hak untuk memiliki kekayaan.Hak untuk memiliki keluarga dan keturunan.Untuk melindungi hak-hak rakyat,maka ada polisi yang bertugas menindak para pelaku kriminal.Pelaku kriminal merampas hak hidup dan hak memiliki kekayaan rakyat.Maka oleh polisi ditangkap.Sehingga menjalankan tugas sebagai polisi,termasuk melaksanakan perintah adil yang disebut Alquran.Bertindak adil sangat berat.Makanya Rasulullah Muhammad SAW menyatakan,di akhirat nanti pemimpin yang adil akan dinaungi dari panasnya padang mahsyat.Demi menegakkan keadilan,khalifah Umar bin Khattab sampai tidak salat tahajud.Setiap malam Umar keliiling ke rumah-rumah rakyatnya untuk melihat kesulitannya.Jika ada rakyat yang kelaparan,dia ambilkan makanan dari baitul mal dan dia panggul sendiri.Ketika ada rakyat yang hendak melahirkan namun tak punya biaya ke bidan.Umar sendiri yang mendatangkan bidan guna menolong persalinannya.(Dikutip Radar Jombang,15 Februari 2020).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN