Senin, 10 Februari 2020

Binrohtal 822 : Makanan Hati

Saat ngaji usai salat Duhur masjid Polres Jombang,Kamis (6/2),ustad Agung Baroni menjelaskan makanan hati."Orang sakit akan mati jika tidak mendapatkan makan,minum,obat.Begitu juga hati,ketika tidak mendapatkan hikmah dan ilmu selama 3  hari,maka akan mati,"tuturnya.Ilmu agama sangat penting bagi kehidupan manusia.Nabi Muhammad SAW bersabda,orang yang dikehendaki baik oleh Allah SWT,maka ia akan tetap dilipatgandakan dalam urusan agama & ia akan diberi ilham petunjuk kebenaran oleh Allah SWT.Makanya para ulama berpendapat,orang yang diberi ilmu pemahaman tentang ilmu agama akan meninggal dalam keadaan husnul khotimah.Pengaruh ilmu agama dalam kehidupan manusia tak ubahnya seperti pengaruh makan & minum.Menurut Imam Al-Ghazali,makanan & minuman hati adalah ilmu & hikmah.Dengan keduanya hati bisa hidup.Sebagaimana badan akan hidup bila makan.Tidak mendapatkan ilmu menyebabkan hati seseorang dalam keadaan sakit & pasti akan mati,meskipun ia tidak merasa.Cinta dunia & kesibukan duniawi bisa membuat orang tidak merasakan hal tersebut.Sebagaimana kondisi sangat ketakutan atau mabuk,akan bisa menghilangkan sakitnya luka yang berat.Baru ketika kematian telah melenyapkan urusan-urusan duniawi & dirinya,dia akan merasakan bahwa dalam keadaan rusak & menyesal.Penyesalan pasca kematian ini tentu tidak ada gunanya lagi.Sama seperti orang yang sudah aman dari ketakutannya atau orang yang sudah sadar dari mabuknya,ia baru merasakan luka-luka yang ia alami saat mabuk atau ketakutan.Sesungguhnya manusia masih dalam keadaan tertidur.Ketika meninggal dunia,baru mereka terbangun.Hikmah itu sendiri sesuatu yang mahal.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Baqarah 259.Allah memberikan hikmah kepada orang yang ia kehendaki.Siapa diberi hikmah,maka sesungguhnya ia telah diberi kebaikan yang banyak.Kata hikmah menurut Imam A-Ghazali adalah kondisi hati yang bisa menjadi sarana mengetahui yang benar & yang salah dalam semua perbuatan yang dipilih.Orang yang mendapat hikmah akan selalu mengucapkan & melakukan kebaikan.Sebaliknya,orang yang tidak mendapat hikmah adalah selalu berusaha mengucapkan & melakukan kebaikan.Sebaliknya,tanda orang yang tidak mendapat hikmah adalah selalu menjauh dari kebaikan.Misalnya sudah mendengar azan.Orang yang mendapat hikmah akan langsung berangkat salat berjamaah.Sebaliknya,orang yang tidak memperoleh hikmah walaupun mendengar azan dia akan tetap nyaman melakukan keburukan.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,8 Februari 2020).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN