Sabtu, 24 Agustus 2019
PEMBANGUNAN MASJID AGUNG AL FATTAH KOTA MOJOKERTO,PINTU DIDESAIN BERGAYA NABAWI.
MOJOKERTO KOTA-Pasca mendapat dana hibah dari Pemkot Mojokerto sebesar Rp 15 miliar,pembangunan Masjid Agung Al Fattah terus dikebut.Ditargetkan,salah satu rumah ibadah umat muslim tertua di Kota Onde-Onde itu akan dituntaskan sebelum pergantian tahun nanti.Kemarin,(23/8),sejumlah pekerja mulai memoles beberapa bagian masjid.Di antaranya menyiapkan pemasangan kubah dan menara.Sentuhan proyek fisik kali ini merupakan tahapan akhir sejak pertama kali direnovasi pada 2015 lalu."Kami upayakan benar-benar finalisasi tahun ini"terang Sudarno,ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Fattah.Dia menyatakan,sejak kembali mendapat sokongan dana hibah dari APBD pemkot Rp 15 milliar,awal Juli lalu,pihaknya langsung menggenjot tahapan pembangunan.Salah satu yang menjadi prioritas adalah kubah utama.Sementara 3 lainnya berukuran lebih kecil,& berada di samping & di depan bangunan utama.Sementara sepasang menara ditempatkan di sisi belakang bangunan.Sudarno mengatakan,kubah tersebut saat in dalam proses pabrikasi.Sehingga,pekerja sedang menyiapkan rangka sebagai penopangnya."Jadi,nanti kalau sudah selesai dari pabrik tinggal merakit saja,"paparnya.Pihaknya menargetkan pada tahap awal ini akan memprioritaskan untuk penyelesaian tempat wudu.Dia menyebut,tempat bersuci yang berada di samping kanan & kiri masjid tersebut akan dirampungkan Agustus ini."Insya Allah pas kedatangan jamaah haji dari tanah suci bisa menikmati tempat wudu yang baru,"ujarnya.Selain itu,bagian lain yang menjadi prioritas adalah interior masjid.Antara lain,pemasangan lantai & finishing tangga.Pengerjaan yang cukup besar adalah pemasangan pintu utama.Masjid tepat di barat Alun-alun Kota Mojokerto ini,kata Sudarno bakal dipoles dengan corak khas Tanah Suci.Jalur masuk rumah ibadah yang didirikan di era Bupati Mojokerto RAA Kromodjoyo Adinegoro tersebut bakal diperlebar.Pintu yang terbuat dari kayu akan dipasang dengan ketinggian 4 meter,& lebar 3,2 meter."Pintu nanti akan kita buat gaya ( Masjid Nabawi) Madinah,"imbuhnya.Meski demikian,kearifan lokal dari masjid yang berdiri sejak 7 Mei 1877 ini masih tetap dipertahankan.Tak lain adalah keberadaan 4 sokoguru masih dijadikan sebagai penopang utama bangunan.Sehingga kolaborasi tersebut menciptakan perpaduan antara arsitektur Jawa dan Arab.Sudarmo menambahkan.proyek finalisasi diperkirakan rampung sebelum pergantian tahun 2019.Pihaknya menargetkan sentuhan fisik itu tidak lebih dari 180 hari kalender sejak dilakukan pada awal Juli lalu."Jadi,mulai start pengerjaan bantuan hibah ini kami prediksikan akhir November selesai,harapan kami benar-benar tuntas tahun ini"pungkasnya.(Dikutip Head Line Radar Mojokerto,24 Agustus 2019).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar