Keberadaan hotel di Kota Mojokerto terjadi sejak zaman kolonial.Sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad 20-an,ada beberapa hotel yang didirikan di Mojokerto antara lain hotel yang di bangun di pusat kota hingga penginapan yang ada di kawasan wisata pegunungan Pacet.Masing-masing memiliki segmentasi pasar tersendiri.Untuk hotel di kota,menyediakan tempat menginap bagi para pebisnis hingga pelancong.Berbicara tentang hotel,ada satu hotel yang cukup legendaris,tak lain penginapan tersebut adalah Hotel Juliana.Bangunan penginapan tersebut saat ini memang sudah tak berbekas lagi,namun saat itu hotel tersebut bisa menjadi pelengkap perkembangan di Kota Onde-onde.Sejarawan Mojokerto,Ayyuhannafiq pada umumnya keberadaan hotel atau penginapan akan mengikuti kegiatan sosial suatu daerah,begitu pula di Kota Mojokerto,berdirinya hotel seiring dengan berkembangnya perniagaan di pusat kota sebab pada saat itu banyak pedagang yang silih berganti datang & pergi oleh karena itu,sebagian pedagang tentu membutuhkan tempat bermalam bila transaksi yang dilakukan membutuhkan waktu lebih dari sehari,"terangnya.Kendati demikian,hotel yang ada di Mojokerto kala itu tidak banyak didirikan,hal itu karena letak Mojokerto yang tidak jauh dari Surabaya,sehingga para pelancong maupun pebisnis yang membutuhkan jasa penginapan lebih memilih hotel di Kota Pahlawan."Namun,bila ada yang ingin tinggal,maka ada salah satu hotel yang menjadi pilihan terbaik,"papar pria yang akrab di panggil Yuhan ini.Penginapan tersebut tak lain adalah Hotel Yuliana.Yuhan mengatakan,jika menilik namanya kemungkinan Hotel Juliana merupakan sebuah jaringan bisnis perhotelan sebab nama yang sama juga terdapat pada hotel di Kota-kota lainnya.Di Mojokerto,Hotel Juliana berada di Jalan Stasiun atau yang saat ini bernama Jalan Bhayangkara.Lokasinya terbilang cukup strategis mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang cukup ramai selain daerah Pecinan pada masa lalu.Selain dekat dengan pusat perdagangan & pusat pusat transportasi utama yaitu stasiun kereta api."Maka tidak heran jika Hotel Juliana menjadi hotel terbesar di Mojokerto"tandasnya.Meski bukan termasuk kategori hotel mewah,Hotel Juliana menjadi penginapan yang cukup nyaman oleh karena itu,hotel dengan halaman luas itu sempat mencantumkan namanya pada buku panduan pariwisata yang terbit pada masa kolonial."Dengan iklan tersebut para pelancong akan mengenal nama Hotel Juliana bila ingin ke Mojokerto"imbuhnya.
TEMPAT TINGGAL PERWIRA JEPANG:
Sementara itu,salah satu faktor yang menjadikan Hotel Juliana menjadi jujukan favorit adalah karena transportasi ke Mojokerto relatif cukup baik.Para pedagang maupun pebisnis bisa leluasa untuk bolak-balik dari Mojokerto ke Surabaya disamping itu selain menyasar pelanggan dari Kota Pahlawan orang yang menginap di Hotel tersebut juga datang dari segala penjuru daerah lainnya.Kondisi itu tidak lepas dari jalur kereta api,bahkan stasiun besar Mojokerto tepat berada di depan hotel."Saat itu,jalur rel membentang ke berbagai arah kota & wilayah yang terdapat bangunan pabrik gula,"imbuh Yuhan.Hotel Juliana pada masa pendudukan Jepang sempat diubah namanya menjadi Hotel Oranye.Fungsi penginapan pada masa perang itu tidak berjalan maksimal.Kegiatan industri gula terhenti & perniagaan mengalami kelesuan sehingga Hotel Juliana lebih banyak dijadikan tempat tinggal para Perwira Tentara Jepang,"paparnya.Lain hal nya pada masa kemerdekaan Hotel Juliana yang merupakan milik Belanda kemudian di rampas oleh negara.Bangunan hotel selanjutnya dimanfaatkan unuk kepentingan militer.Sempat digunakan sebagai Asrama Komando Distrik Militer/KDM Mojokerto di bawah komandan Mayor Isa Idris.Setelah itu,Hotel Juliana di serahkan pada Polisi Mojokerto."Itu di lakukan bersamaan dengan penyerahan bangunan bekas gedung Holland Chinnesche Scholl/HCS atau Sekolah Cina-Belanda di sebelah baratnya,"ujarnya.Kondisi bangunan itu kemudian di manfaatkan sebagai kantor polisi.Korps Bhayangkara sebelumnya bermarkas di depan Pasar Tanjung,Kota Mojokerto.Yuhan mengatakan,sebagian dari bekas Hotel Juliana lalu di fungsikan untk asrama polisi & sebagian lagi di pakai ruang kantor.Namun,karena kebutuhan pelayanan terus meningkat,selanjutnya ruang asrama ditiadakan & seluruh area di gunakan untk kantor."Dan pada akhirnya Hotel Juiliana di hancurkan untuk di bangun kantor Polresta & di jadikan lapangan terbuka,"pungkas Yuhan.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,8 November 2018).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar