Jakarta-Program Imunisasi Measles Rubella/MR dilanjutkan.Kementerian Kesehatan mengumpulkan Kepala Dinas Kesehatan seluruh Indonesia dalam sosialisasi imunisasi MR.Mereka diyakinkan untuk tidak ragu lagi melanjutkan program vaksinasi MR setelah ada lampu hijau dari Majelis Ulama Indonesia/MUI.Asrorun Ni'am Sholeh sekretaris Komisi Fatwa MUI yang menjadi pemateri dalam sosialisasi kemarin menegaskan bahwa Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 bisa dijadikan panduan.Menurut Asrorun,MUI memperbolehkan karena berdasar inforamsi dari para ahli kesehatan ada kegawatan yang mengharuskan program vaksinasi MR diteruskan.Sebelum ada vaksin pengganti yang dinyatakan suci,vaksin MR produksi India diperbolehkan untuk digunakan.Dia menjelaskan,pembahasan fatwa merupakan permintaan Kemenkes pada 6 Agustus.Ketua Ikatan Dokter anak Indonesia dr.Aman Pulungan yang ditemui ditempat yang sama menyatakan bahwa cakupan imunisasi MR di Indonesia belum sepenuhnya baik.Dia menyatakan baru 15 propinsi yang mencapai 90% dalam imunisasi.Menurut Aman,Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat campak.Menurut data WHO,Indonesia masuk 10 besar negara yang memiliki penderita campak terbanyak.Campak mengakibatkan anak menderita npneumenia,diare,hingga kerusakan otak.Sementara itu,penyandang rubella di Indonesia juga cukup banyak."Anak yang memiliki riwayat rubella menularkan ke Ibu hamil,janinnya cacat.Biaya perawatannya bisa mencapai Rp.400 juta,"ucap Aman.Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihartono menjelaskan,Kemenkes akan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat."Untuk tahap 2 ini,targetnya 28 propinsi & menyasar 31 juta anak,"katanya.Menurutnya,pemerintah mendorong adanya vaksin yang sesuai ketentuan MUI.PT Bio Farma yang merupakan satu-satunya industri vaksin di Indonesia pun mendapat dukungan.Setiap prosesnya di dampingi LPPOM MUI untuk memastikan kehalalannya.Kemendagri sudah mengeluarkan Surat Edaran pada 20 Agustus .Surat Edaran itu merupakan surat kedua yang dilayangkan Kemendagri.
*Negara Penyandang Campak Di Dunia (10 Besar)*
Negara Kasus
1.India 56.151
2.Ukrania 26.894
3.Filipina 8.992
4. Nigeria 8.622
5.Yaman 6.322
6.Serbia 5.645
7.Indonesia 4.897
8.Tiongkok/RRC 4.498
9.Kongo 3.587
10.Pakistan 3.442
#Negara Penderita Rubella Terbanyak Di Asia#
Negara Kasus
1.Indonesia 1.853
2.Bangladesh 378
3.Nepal 30
4.Thailand 18
5.Myanmar 9
6.Timor Leste 5
7.Bhutan 3
8.Sri Lanka 1
Sumber Data : WHO (Di kutip dari Jawa Pos,Halaman 1,24 Agustus 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar