Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang,Selasa (21/8),Pengasuh PP Hidayatul Quran Tembelang,Ustad Yusuf Hidayat menjelaskan kewajiban Haji."Orang yang memiliki bekal,kekayaan dan kendaraan yang bisa menbawanya menunaikan ibadah haji ke Baitullah,tapi tidak melaksanakannya,maka jangan menyesal kalau mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani"ucapnya menguntip sebuah hadist.Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan segerahlah berhaji sebelum tidak bisa melaksanakannya.Dalam riwayat Ahmad disebutkan,bersegerahlah kamu mengerjakan haji yang fardu,karena kamu tidak tahu yang bakal terjadi.Namun yang harus dicatat,haji merupakan panggilan Allah."Karena dipanggil,seakan tidak mampu,tapi ternyata bisa berangkat.Sebaiknya ada yang lahirnya sangat mampu,tapi tidak berangkat"uranya.Karena itu kita wajib menjaga niat untuk berhaji dalam hati."Haji jangan menunggu baik,Masih banyak dosa berangkat haji tidak apa-apa.Karena haji itu menggugurkan dosa.Baru keluar dari rumah ke pendopo untuk ngumpul berangkat haji,dosa-dosa sudah rontok semua"jelasnya.Apalagi ketika wukuf di Arafah.Semua dosa berguguran."Allah mengampuni dosa orang haji.Juga dosa orang yang dimintakan ampunan oleh orang haji."Makanya kita dianjurkan minta doa pada orang yang baru pulang haji.Selama 40 hari pertama semenjak orang haji tiba di rumahnya,malaikat terus mengaminkan doanya.Orang yang hajinya mabrur seluruh dosanya diampuni Allah.Sehingga pulang tanpa dosa seperti saat dia dilahirkankan ibunya.Para sahabat bertanya,Wahai Rasulullah,apa itu haji mambur?Rasulullah menjawab,memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.Dari sini ada sejumlah ciri haji mabrur :
1.Santun dalam bertutur kata.
2.Menebarkan kedamaian.
3.Memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar.
Imam Hasan al-Basri mengatakan,haji mabrur adalah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.Beliau juga mengatakan,tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum haji.Ibnu Hajar al-Haitami turut mengatakan,tanda diterimanya haji adalah meninggalkan maksiat yang dulu dilakukan,mengganti teman yang buruk menjadi teman-teman yang baik,dan mengganti majelis kelalaian menjadi majelis ilmu dan zikir.(Dikutip Radar Jombang 22 Agustus 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar