Rabu, 08 Agustus 2018
Binrohtal 460 : Saat Bin Luhaiyah,Sahabat Rasulullah Yang Sudah Di Jamin Surga Oleh Allah SWT
Saat ngaji usai Shalat Dhuhur di Masjid Polres Jombang Selasa (7/8) Pengasuh PP Hidayatul Quran Tembelang Ustadz Yusuf Hidayat menjelaskan bahayanya uneg-uneg dalam hati."Orang yang dalam hatinya punya prasangka buruk pasti akan merasa lebih baik daripada orang lain sehingga mulutnya gampang menghina,mencaci & menggunjing serta tangannya gampang menyakiti,"jelasnya.Semua itu akan mempersulit jalan masuk surga.Sebaliknya,orang yang hatinya berprasangka baik akan mudah memaafkan,lisannya gampang mendoakan & tangannya ringan untuk menolong. hal ini akan melapangkan jalannnya ke surga.Ustadz Yusuf lalu bercerita sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Saad Bin Lubaiyah.Suatu hari Nabi duduk bersama para sahabat kemudian bersabda,"Sebentar lagi muncul dihadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga,".Tiba-tiba muncullah laki-laki Ansor yang janggutnya basah dengan air wudhu.Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri.Ketika majelis Rasulullah SAW selesai,Abdullah bin Amr bin Al-Ash mencoba mengikuti seorang lelaki yang disebut Nabi sebagai penghuni surga itu kemudian izin tinggal bersamanya selama 3 hari.Tetapi selama itu dia tidak menyaksikan ibadahnya yang istimewa.Ketika ditanya amalannya apa,orang Ansor itu menjawab,"Demi Allah SWT,amalku tidak lebih dari yang kau saksikan itu,hanya saja aku tidak pernah menyimpan niat & prasangka yang buruk terhadap sesama muslim.Aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka,".Lalu Abdullah Bin Amr berkata,"Begitu bersih hatimu dari perasaan jelek kepada kaum muslim,begitu bersihnya hatimu dari perasaan dengki.Iri nampaknya yang menyebabkanmu sampai ke tempat yang terpuji itu.Inilah yang justru tidak pernah bisa kami lakukan,".Makanya Islam sangat melarang berprasangka buruk apalagi sampai menghujat & mengkafirkan sesama muslim."Salah memaafkan,itu lebih dari pada salah satu penghukum.Salah menilai orang kafir sebagai muslim,itu lebih daripada salah menilai orang muslim sebagai kafir,"jelasnya."Agar tidak mudah berprasangka & berbuat negatif,para ulama menganjurkan mencari 70 alasan sampai kita bisa memaafkan orang lain.Kalau mudah memaafkan,kita akan mudah diampuni oleh Allah SWT sehingga mudah masuk surga sebagaimana sahabat Saat Bin Luhaiyah.Masih di dunia,tapi sudah dijamin masuk surga karena hatinya sudah taslim,Seperti hatinya para penghuni surga,"pungkasnya.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos 8 Agustus 2018).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar