Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) RI meminta gedung layanan publik terpadu yang dibangun pemkot,Graha Mojokerto Service City (GMSC),terintegrasi pemerintah pusat dan swasta.Cara tersebut sudah dikembangkan di daerah percontohan lainnya.Seperti Surabaya,Banyuwangi,dan DKI Jakarta.Demikian dikatakan Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Prof Dr Hj Diah Natalisa MBA,ketika mengunjungi proyek pembangunan GMSC di Jalan Gajah Mada,Kota Mojokerto kemarin.Ia mengatakan konsep perluasan one stop service diberlakukan di daerah dalam bentuk kantor pelayanan satu pintu (KPSP)."Kita berharap ini menjadi bukti bersatunya layanan yang terintegritas pemerintah dengan pemerintah pusat.Dimungkinkan juga,pihak swasta bisa men-support kelancarannya"kata dia didampingi Wali Kota Mas'ud Yunus dan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Puji Hendro Wibowo di lokasi.Dijelaskannya,pembangunan mal pelayanan publik seperti ini mengikuti jejak daerah seperti Surabaya,Banyuwangi,dan DKI Jakarta.Sebelumnya,pihaknya mendengar dari Walikota Mas'ud Yunus rencana pembangunan mal pelayanan publik tersebut sejak lama.Itu memanfaatkan bekas gedung Rumah Sakit yang terbengkalai.Kemen PAN-RB juga menunggu implementasi dari GMSC yang di bangun Pemkot Mojokerto."Kami menantikan implementasinya.Kami bantu sinergikan dengan unit lain.Seperti Imigrasi,Kemenkeu,Pajak,Bea Cukai,BPJS,BPN dan Polri tentunya,dan juga pihak swataa,"janji Bu Diah.Pihaknya mengimbau,nantinya jika GMSC sudah beroperasi agar bisa meningkatkan akuntabilitas sesuai dengan amanah undang-undang."Nantinya ada bantuan IT.Tapi nanti harus bisa puaskan masyarakat,karena masyakat sekarang dinamis.Harapan masyarakat tinggi,karena perubahan yang mendasar di masyarakat,maupun pengalamannya.Juga melihat kondisi di lapangan.Selama ini,masyaarakat pesimis,tapi tidak seperti itu,karena semua berbenah.Perbaiki pelayaanan publik ini,"tandasnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,7 Desember 2017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar