Rabu, 20 Desember 2017

Kota Mojokerto Antisipasi Bencana,Andalkan 15 Rumah Pompa.

Intensitas hujan yang terus meninggi diikuti dengan peningkatan kesiapsiagaan dan antisipasi bencana di Kota Onde-Onde.Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak-PB)Kota Mojokerto memastikan kesiapan 15 rumah pompa sebagai ujung tombak penanggulangan banjir.Di samping itu,peralatan perlengkapan piranti atau sarana prasarana penunjang lainnya juga sudah dipastikan "on fire".Sejumlah instansi terkait dalam Sarlak PB juga sudah bersiap pada tupoksi penanggulangan bencana mulai kesiapan bahan pangan hingga ketersediaan tempat pengungsian.Kepala Satlak Penanggulangan Bencana Kota Mojokerto Mashudi,mengatakan pihaknya telah melakukan deteksi dini dan penanggulangan awal bencana banjir di kota.Ini berkaca dari bencana banjir yang terjadi pada tahun 2016."Hasil deteksi ini kami perkirakan pada periode akhir tahun hingga awal tahun masih terjadi genangan (Banjir) yang waktu surutnya lebih dari 1 hari"ujarnya.Dijelaskan Mashudi,potensi bencana banjir itu muncul pada lima kawasan rawan.Untuk itu,pihaknya telah menggelar rapat koordinasi Satlak Penanggulangan Bencana.Hasilnya pembagian tugas kegiatan penanggulangan bencana pada tiap instansi terkait.Mulai tingkat dinas hingga kecamatan hingga kelurahan"jelas dia.Pihaknya juga merinci daerah rawan banjir di area kota.Itu didasarkan kejadian banjir tahun lalu.Diantaranya,Lingkungan Keboan,Lingkungan Kedung Turi dan Lingkungan Gunung Gedangan.Kemudian Lingkungan Kuti dan Lingkungan Meri,Kelurahan Meri.Instansi yang tergabung dalam Satlak Penanggulangan Bencana diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),Dinas Kesehatan.Dinas Sosial,Hukum,Inspektorat,BPPKA,Kecamatan dan Kelurahan.Tugas tiap instansi tersebut berbeda disesuaikan dengan masing-masing tupoksi."Tiap instansi telah dibagi tugasnya.Dan,telah memastikan tugas-tugas itu dalam kondisi siap.Termasuk,kesiapan dana tak terduga untuk penanggulangan bencana,"tandas Pak Mashudi.DPUPR bertugas mengkontrol dan memastikan rumah pompa yang tersebar di seluruh wilayah Kota,termasuk menyusun jadwal piket ke seluruh rumah pompa.Juga,memastikan program normalisasi Kali Sadar yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.Dinas Sosial bertugas berkoordinasi dengan instansi terkait melalui Taruna Tanggap Bencana (Tagana),mendirikan dapur umum,dan monitoring rumah pompa.Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya bersiap mendirikan Posko Kesehatan untuk penanggulangan dampak bencana.(Di kutip dari Radar Mojokerto,20 Desember 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN