Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau tempat relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Benteng Pancasila yang menjadi korban kebakaran lalu mulai digarap kemarin.Diperkirakan,TPS tersebut rampung dan siap ditempati pedagang pada pertengahan bulan Desember.Kepastian pembangunan TPS PKL Benpas tersebut diketahui setelah mulai dikerjakannya pemindahan material pengurukan oleh penggarap sejak kemarin.Itu sesuai dengan rencana Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto yang menjadwalkan pengerjaan pembangunan tempat relokasi tersebut,mereka diperkirakan bakal menempati lokasi berjualan yang layak dalam waktu dekat ini."Senin pekan depan,tempat relokasi dibangun"tandas Ruby Hartoyo kepala Disperindag Kota Mojokerto.Pihaknya mengakui,sebelumnya berangkat konsultasi ke LKPP bersama Dewan.Itu dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi dalam perencanaan pembangunan TPS PKL Benpas.Lantaran pembangunan itu tanpa tahapan pelelangan meski mata anggarannya di atas Rp 200 juta."Kita kesana (LKPP) untuk meminta petunjuk LKPP"sebut Pak Ruby.Disebutkan pula,rekomendasi sudah dikantongi.Itu perlu didapatkan agar memiliki kekuatan hukum dalam membangun tempat relokasi PKL Benpas yang jadi korban kebakaran.Lantaran pembangunan TPS PKL Benpas mendesak dilakukan pasca kejadian kebakaran yang terjadi September lalu.Anggarannya diambilkan dari ploting anggaran tak terduga sebesar Rp500 juta.Diperkirakan pengerjaan pembangunan lokasi pedagang itu memakan waktu sebulan."Pertengahan Desember mendatang kita targetkan rampung"tegas Ruby.Pengerjaan tempat penampungan tersebut,dibangun di sebelah Sentra PKL Benpas.Tepatnya di atas lahan aset Pemkot Mojokerto yang berbatasan dengan rel kereta api yang terbujur barat-timur.Estimasi awal luasan lahan tersebut 140 meter x 8 meter.Ruby menyebutkan secara teknis nanti lahan diuruk kemudian diberi konstruksi bangunan loss beratap.(Dikutip Radar Mojokerto 14 November 2017).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar