Minggu, 22 Oktober 2017

R-STYLE:Diet Lemak Jadi Bahan Bakar dan Perhatikan Nutrisi Dan Kalori.

Diet Ketogenik belakangan ini sangat populer.Selain keberhasilan menurunkan berat badan dianggap maksimal,diet dengan sebutan lain diet keto ini sangat memikat masyarakat,khususnya bagi kaum hawa.Booming menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi lemak tinggi namun rendah karbohidrat dan sedang protein atau diet ketogenik belum bisa diakui keberhasilannya.Sebab,diet dengan pola konsumsi gizi terbalik tersebut tergolong masih baru dan belum ditemukan efek sampingnya sehingga dinilai membahayakan kesehatan,terutama kaum perempuan.Ya,diet yang didahului dengan puasa 6 sampai 12 jam tersebut memang terasa unik sebab,ketogenik merubah drastis pola asupan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan dalam tubuh.Bahkan cenderung eksterm jika dikonsumsi bagi tubuh yang rentan terserang kelelahan.Namun,bagi sebagian orang diet ini mampu menurunkan berat badan secara cepat,bahkan melebihi diet model lain baik lewat olahraga maupaun asupan tambahan.Namun,ketoge
nik sendiri mengacu pada peningkatan produksi keton didalam tubuh.Keton adalah 3 senyawa yang terbentuk saat metabolisme lemak,kemudian dikeluarkan melalui urine.kadar keton tinggi yang tidak normal disebut ketosis yang diyakini dapat membantu mengontrol frekwensi dan tingkat keparahan terhadap serangan penyakit epilepsi(ayan).namun,disarankan masyarakat terutama wanita karir untuk tetap memakai program diet gizi seimbang dengan memperbanyak volume gerak tubuh namun asupan nutrisi tetap sama.Penambahan volume gerak tersebut untuk membakar lebih cepat cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh dengan asumsi 1/2 kg bisa habis terserap menjadi energi setiap harinya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,21 Oktober 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN