Minggu, 22 Oktober 2017

Mojokerto Fashion Recycle Festuval (MFRF) Kota Mojokerto,Angkat Majapahitan dan Ikon Kota.

Kemeriahan mewarnai gelaran Mojokerto Fashion Recycle Festival (MFRF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan,Kelurahan Kedundung,Kecamatan Magersari,Kota Mojokerto,kemarin.Ajang kreasi seni daur ulang sampah ini tak kurang diikuti tak kurang dari 215 peserta dari perwakilan pelajar tingkat SMP/SMA,PKK,serta pengurus bank sampah dari tingkat RT/RW.Dengan bangga,para peserta menampilkan kreasi busana berbahan daur ulang sampah ini dihadapan ribuan pengunjung.Seolah tidak ada rasa canggung dari perserta dan masyarakat umum berlenggak-lenggok di 60 m catwalk yang tersaji di area sampah ini.Situasi tersebut menunjukkan betapa tinggi kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah hingga menumbuhkan TPA sebagai wahana wisata dan edukasi baru yang paling potensial.Berbagai macam model dan busana kekinian tersaji diajang besutan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini.Kebanyakan peserta menampilkan tema Majapahitan dan ikon Kota sebagai bahan penilaian dewan juri dari agency model asal Surabaya.Bahkan,keberanian para peserta juga mengejutkan para pengunjung dengan berbagai jenis sampah yang di daur ulang untuk disulap menjadi sebuah busana yang temati dan cukup unik.sampah kemasan plastik,karung goni,sedotan plastik,sendok hingga tutup botol pun menghiasi komposisi busana hingga 70%.Tak pelak,banyak pengunjung dan warga kota yang dibuat terkagum-kagum,tidak jarang pula para fotogapher komunitas turut serta mengabadikan event tersebut menjadi sebuah agenda unik,sebab,selain digunakan bahan baku sampah ajang tersebut juga berlangsung di lokasi yang tak biasa.Dimana,TPA notabene terpinggirkan lantaran kotor dan bau kini justru banyak dikunjungi wisatawan.TPA kini telah menjadi wahana wisata dan edukasi kelompok masyarakat dengan berbagai kegiatan yang tersedia.Hal ini tak lepas dari upaya Pemkot dalam menyulap lokasi TPA menjadi lebih bersih,asri,dan nyaman dikunjungi.Walikota Mas'ud Yunus mengapresiasi event yang baru pertama kali di gelar.Ajang ini menunjukkan kepedulian warga kota khususnya generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan,sebab bukan tidak mungkin sampah mampu bernilai ekonomis tinggi jika tidak dibarengi dengan rasa kepedulian masyarakat untuk ikut mengelolanya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,22 Oktober 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN