Sabtu, 18 Mei 2019

KOTA MOJOKERTO RAIH WTP LIMA TAHUN BERTURUT-TURUT.

MOJOKERTO-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).Pemerintah Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2018,kemarin (17/5).Dalam kurun tahun 2013-2018.Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) mengawal predikat 'opini Wajar Tanpa Pengecualian"(WTP).Laporan hasil pemeriksaan diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur Harry Purwaka kepada Wali Kota Ning Ita dan Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati di kantor BPK.Perwakilan Provinsi Jawa Timur,Jalan Raya Juanda Sidoarjo.Kepala BPK Jatim menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang telah menyusun laporan keuangan berbasis akrual secara serius dan konsekuen.Serta berupaya maksimal memenuhi ketentuan undang-undang untuk menyampaikan laporan keuntungan "unaudited"secara tepat waktu kepada BPK.Selain itu,Kepala Perwakilan berharap LKPD yang telah diaudit oleh BPK dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,terutama terkait dengan penganggaran."LKPD yang telah diaudit oleh BPK,terutama yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian,tentunya mempunyai kualitas informasi yang cukup andal"lanjut Harry.Usai menerima LHP,Ning Ita menyampaikan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004,opini yang diberikan BPK didasarkan pada empat (4) kriteria,Yaitu:
-Kesesuaian Dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
-Kecukupan Pengungkapan (Adequete Disclosures).
-Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan.
-Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).
Ning Ita menuturkan LKPD Kota Mojokerto sudah bagus terutama karena adanya pengawasan dari pihak-pihak terkait.Saran dan rekomendasi BPK merupakan kontribusi yang baik bagi penyelenggaraan pelaporan dan penatausahaan.Sehingga,ke depan bisa lebih baik dari tahun ke tahun.Wali Kota Mojokerto Ning Ita menyampaikan terima kasihnya kepada OPD terkait karena atas kerja samanya meraih predikat ini."Tentunya kami juga mohon dukungan dari masyarakat agar predikat ini dapat kita raih kembali ditahun selanjutnya,"harapnya.Ning Ita menerima LHP -LKPD TA 2018 dengan didampingi oleh Sekda Kota Mojokerto,Inspektur Kota Mojokerto & Kepala bagian Pendapatan,Pengelolaan Keuangan & Aset Kota Mojokerto,BPKRI Perwakilan Provinsi Jawa Timur juga mnyerahkan LHP LKPD TA 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi,Kabupaten Sampang,Kabupaten Pasuruan,Kabupaten Bondowoso,& Kota Probolinggo.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,18 Mei 2019).

BINROHTAL 648::LIMA (5) TANDA TAKWA.

Saat ngaji usai salat Duha di masjid Polres Jombang,Kamis(16/5),ustad Ahmad Roziqi LC,menjelaskan tujuan puasa "Tujuan puasa adalah membentuk manusia bertakwa.Manusia bertakwa itu sendiri memiliki ciri lima"ucapnya mengutip QS Al baqarah 183.Ciri orang bertakwa itu sendiri disebutkan dalam QS Albaqarah 3-5.
1.Percaya Kepada Yang Gaib."Orang yang percaya kepada yang gaib.Walaupun ditempat sepi tidak akan makan-minum.Karena dia percaya diawasi Allah yang maha gaib.Juga diawasi malaikat yang merupakan makhluk gaib ciptaan Allah"jelasnya.
2.Mendirikan Salat."Orang yang bertakwa pasti melaksanakan salat lima waktu"paparnya.Sebab salat adalah perintah Allah SWT.Salat membuat pelakunya terhindar dari perbuatan maksiat dan munkar.
3.Mau Mengeluarkan Zakat.Orang yang bertakwa,pasti ringan mengeluarkan zakat.Sebab dia tahu bahwa harta berasal dari Allah.Dan harus digunakan sesuai tuntunan Allah.
4.Percaya Dengan Kitab Suci Yakni Alquran.Makanya di bulan Ramadan,orang yang berpuasa memperbanyak bacaan Alquran.Ini semakin menguatkan ketakwaan.
5.Yakin Dengan Kehidupan Akhirat.Sehingga hidupnya berorientasi akhirat.Dia hidup tidak foya-foya karena yakin pasti mati.Dia tidak terlalu mencintai harta,tahta,wanita karena yakin pasti berpisah.
Serta dalam berpikir,bersosialisasi,berucap,dan berbuat selalu terukur.karena yakin akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah.(Dikutip Radar Jombang,18 Mei 2019).

Kamis, 16 Mei 2019

Zakat Fitrah Uang Ditetapkan Rp.40 Ribu

Jakarta-Dengan alasan kepraktisan,zakat fitrah tidak hanya dibayarkan dengan beras.Ada sebagian masyarakat yang membayar zakat fitrah dengan beras.Ada sebagian masyarakat yang membayar zakat fitrah dengan uang.Badan Amil Zakat Nasional/Baznas pusat menetapkan besaran zakat fitrah dengan uang Rp.40 ribu/orang.Nilai zakat fitrah tersebut diterapkan berdasar harga beras dengan kualitas baik yang saat ini Rp.11 ribu/liter.Sesuai syariat,zakat fitrah beras ditetapkan 3,5 liter /orang.Jika diuangkan,nilainya menjadi Rp.38.500.Baznas kemudian menggenapkannya menjadi Rp.40 ribu.Informasi penetapan besaran zakat fitrah uang itu disampaikan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta setelah melakukan kerja sama plaform dompet digital dana di Jakarta,kemarin (15/5).Kerja sama tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat membayar zakat atau infak."Sekarang & Ke depannya,tren pembayaran sudah casless,"katanya.Penetapan besaran uang zakat tersebut,jelas Arifin,diharapkan bisa menjadi panduan bagi masyarakat.Termasuk menggunakan uang digital melalui sejumlah platform yang telah bekerja sama dengan Baznas.Arifin mengatakan,besaran zakat fitrah Rp.40 ribu itu per orang.Jadi,misalnya dalam 1 keluarga ada 4 anggota,yang dibayarkan adalah Rp.160 ribu.Arifin menambahkan,Baznas akan memanfaatkan uang tersebut untuk membeli beras dari para petani binaan."Sehingga memenuhi aspek pemberdayaan juga,"ucapnya.Arifin berharap pada bulan Ramadan ini semakin banyak orang yang membayar zakat fitrah ke Baznas.Dengan begitu,mereka bisa semakin memberdayakan petani padi binaan.Dalam jangka panjang bisa mempercepat pembangunan serta mengatasi masalah kemiskinan.Target pengumpulan zakat,infak & sedekah di Baznas pusat selama Ramadan ini,terang Arifin,mencapai Rp.85 miliar.

------------------------------Tentang zakat 2019-----------------------------------
^Potensi penyaluran beras zakat fitrah   350 ribu ton
^Konversi zakat fitrah ke uang                Rp.40 ribu/orang (setara 3,5 liter beras)
^Target penghimpunan zakat Baznas pusat selama Ramadan 2019   Rp.85 miliar
^Perolehan sampai hari ke-10 Ramadan    10% dari target
^Target Baznas seluruh Indonesia & Lembaga Amil Zakat lain selama Ramadan   Rp.3,5 triliun
(Sumber : Baznas).
(Di kutip dari Jawa Pos,16 Mei 2019).

PEMKOT MOJOKERTO JELANG HARI RAYA IDUL FITRI,NING ITA BAGIKAN SEMBAKO UNTUK TUKANG BECAK DAN PENYANDANG DISABILITAS.

MOJOKERTO-Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial (Dinsos) membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas,Rabu (15/5).Sembako dibagikan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari,didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Sri Mujiwati di Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto.Pemberian sembako ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para tukang becak dan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.Sehingga dengan dibagikannya sembako ini dapat meringankan beban hidup mereka.Juga dapat memberi semangat bagi penerima ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak serta memberikan perlindungan sosial dan mengurangi angka kerawanan sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri.Dalam sambutannya,Ning Ita menyampaikan,pertemuan Ning Ita dengan warga Kota Mojokerto di rumah dinas Wali Kota sebagai ajang silahturahmi."Dengan silahturahmi kita akan diberikan panjang umur sehingga bisa beribadah kepada Allah dan yang kedua adalah mendapat rezeki yang barokah"kata Ning Ita.Ning Ita juga mengingatkan semua yang hadir untuk memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu.Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan,pembagian santunan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto adalah bentuk perhatian kepada warganya sebagaimana dalam amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar adalah tanggung jawab negara."Ini adalah bentuk perhatian kami Pemerintah Kota Mojokerto sebagai perwakilan dari negara untuk memberikan kewajibannya dengan menyantuni bapak/ibu semua yang hadir"kata Ning Ita.Wali Kota menambahkan,di Kota Mojokerto juga ada rumah lansia yang menjadi fasilitas dari pemerintah dalam merawat dan memberikan perlindungan serta menjamin kehidupan warganya.Pada Ramadan tahun ini,Pemerintah Kota Mojokerto membagikan sebanyak 993 bingkisan sembako berupa beras,minyak goreng,telur dan gula.Sembako diberikan kepada 693 orang tukang becak dan 300 orang penyandang disabilitas.Untuk ke depan,Ning Ita merencanakan bahwa bantuan yang diberikan untuk keluarga prasejahtera tidak lagi bantuan yang bersifat konsumtif tetapi lebih difokuskan kepada bantuan yang bisa berdaya guna,untuk mereka bisa menjadi mandiri.Pemerintah sama-sama keluar anggaran tetapi peruntukannya berbeda.Dan saya berharap itu bisa menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto"pungkas Ning Ita.Menutup acara pembagian Sembako,Ning Ita mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama untuk kebaikan Kota Mojokerto dan warganya.(Dikutip Radar Mojokerto,16 Mei 2019).   

MOJOKERTO PUNYA CERITA:TRADISI MENYALAKAN BLANGGUR SAAT RAMADAN,SUARA LEDAKAN JADI ACUAN WAKTU BERBUKA PUASA.

Sekarang masyarakat bisa dengan mudah mengetahui tibanya waktu Magrib.Tidak hanya mengacu pada tenggelamnya matahari,tetapi banyak sumber referensi lain yang bisa menjadi tolak ukur.Khususnya pada momentum bulan Ramadan seperti saat ini.Waktu berbuka sangat mudah diperoleh dari alat penunjuk waktu.Suara azan di musala-musala,hingga gadget sekalipun.Namun,bagi masyarakat Mojokerto pada masa lalu dilakukan dengan menanti suara dari petasan besar atau disebut blanggur.Dentuman ledakan itu menjadi tanda berbuka puasa.
Blanggur (petasan) pada umumnya dinyalakan di masjid-masjid besar.Tentunya yang populer di Mojokerto adalah blanggur yang dinyalakan di Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto.Maka tak heran jika menginjak bulan Ramadan,area sekitar dijadikan jujukan warga sebagai ngabuburit.Mustari Sugiono 59,warga Lingkungan Kradenan,Kelurahan Kauman,Kota Mojokerto,masih ingat betul tentang tradisi menanti suara blanggur saat Ramadan.Dia mengaku tidak mengetahui pasti sejak kapan mulai diterapkan di Masjid Agung Al-Fattah.Dia menceritakan,semasa umur belasan tahun atau SD dirinya masih sering melihat pengurus Masjid Agung menyalakan blanggur."Dulu awalnya dinyalakan di dekat menara masjid.Ada tempat khusus untuk menyalakan blanggur,"ujarnya.Sejak sore hari,area di sekitar alun-alun sudah dipadati warga.Mulai anak-anak,muda,hingga tua,ingin menyaksikan dentuman blanggur.Tidak hanya warga kota onde-onde,tetapi juga datang dari warga Kabupaten Mojokerto.Tak heran jika blanggur mampu menyedot antusiasme yang tinggi warga.Pasalnya,pada era 1050-an,suara ledakan blanggur mampu terdengar hingga wilayah Kabupaten Mojokerto,sehingga warga yang penasaran pun ingin menyaksikan secara langsung."hanya dinyalakan saat bulan puasa saja,karena sebagai tanda berbuka,"terangnya.Mustari menjelaskan,blanggur merupakan sejenis peledak yang mirip dengan petasan berkuran besar.Di dalamnya terdapat semacam bubuk mesiu yang mampu menghasilkan ledakan dengan suara yang cukup menggelegar.Cara menyalakannya pun cukup unik.Karena diledakkan seperti menyalakan meriam."Ukurannya sebesar kendil & ada sumbu diatasnya,"ujarnya.Blanggur kemudian di masukkan kedalam tabung berbentuk pipa besar yang ditancapkan dalam tanah.Tabung terbuat dari besi itu berfungsi untuk melontarkan blanggur.Mustari menyatakan,saat sumbu dinyalakan,blanggur diarahkan dengan tegak lurus 90 derajat ke udara."Blaguur meledak saat terlempar ke atas,"paparnya.Dia menyatakan,orang yang menyalakannya pun tidak sembarangan.Saat itu,hanya ada satu orang yang ditunjuk pengurus masjid untuk dipercaya sebagai algojo blanggur.Hal itu tak lepas karena potensi bahaya yang bisa  terjadi jika terjadi kesalahan.Seperti yang pernah terjadi pada kisaran tahun 1960-an.Kala itu blanggur gagal meledak di atas & justru meledak saat jatuh kebawah.Walhasil,dengan daya ledak yang cukup tinggi itu mampu menghancurkan rumah penjaga Masjid Al-Fattah."Setelah peristiwa itu blanggur dianggap berbahaya,sehingga tempatnya dipindah untuk dinyalakan di alun-alun,"tandasnya.Namun,tradisi itu tidak berlangsung lama.pada dekade 70-80-an,blanggur sudah tidak lagi dijadikan sebagai penanda waktu berbuka puasa.Itu seiring mulai munculnya musala.Sehingga suara azan sudah dengan mudah didengar oleh masyarakat.(Dikutip Radar Mojokerto,16 Mei 2019).

BINROHTAL 645:MEMANFAATKAN RAMADAN.

Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang,Rabu (15/5),pengasuh Pesantren Fallahul Muhhibin Watugaluh,Diwek,Mbah Bolong menjelaskan pentingnya memanfaatkan puasa Ramadan secara maksimal."Pada bulan Ramadan ini setan dibelenggu,pintu surga dibuka,pintu neraka ditutup.Eman sekali kalau tidak dimanfaatkan"paparnya.Cara Memanfaatkan Yang:
1.Yakni Dengan Puasa."Apapun yang terjadi,usahakan puasa"pesannya.Sebab orang yang tidak puasa,akan dibenci bulan Ramadan.Orang yang dibenci Ramadan,kelak akan dimasukkan neraka."Nabi Muhammad SAW mau mensyafaati agar orang itu tidak dimasukkan neraka tidak boleh sama malaikat.Karena orang itu dibenci Ramadan.Akhirnya orang tersebut masuk neraka"bebernya.Kita harus menghormati Ramadan."Bentuk menghormati itu ya puasa"ucapnya.
2.Memanfaatkan Ramadan Dengan Banyak Baca Alquran.Setiap Ramadan,nabi tadarus bersama Malaikat Jibril.Imam Syafiie pada bulan Ramadan,setiap harinya bisa khatam dua kali.Sekali siang hari,sekali malam hari.
3.Memanfaatkan Ramadan Dengan Banyak Sedekah."Sedekah ini sangat penting"jelasnya.Orang yang sedekah disenangi manusia,disenangi Allah dan dekat dengan surga.Sebaliknya,orang yang pelit,dibenci manusia,dibenci Allah dan dekat neraka.
Mbah Bolong cerita dulu ada polisi tukang mabuk namanya Malik bin Dinar.Setelah mati,dia tobat hingga akhirnya menjadi wali.Dia bisa menjadi wali ini karena sangat senang sedekah.Kalau ada orang butuh,langsung dia ambilkan uang tanpa dihitung lebih dulu.Berapapun yang ada diberikan.(Dikutip Radar Jombang,16 Mei 2019).

Rabu, 15 Mei 2019

Tingkatkan Pembangunan Kota,Ning Ita Teken MoU Dengan BPPT

MOJOKERTO-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Selasa (14/5) menandatangani Memorandum of Understanding  (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),Penandatanganan kesepakatan ini terkait pengkajian,penerapan dan pemanfaatan teknologi dari BPPT untuk mendukung pembangunan daerah Kota Mojokerto.Acara berlangsung di gedung BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta,Ning Ita hadir didampingi Plt Kepala Bagian Pemerintahan Ani Wijaya dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suhartono.Dengan adanya penandatanganan MoU ini,Ning Ita berharap akan berbuah inovasi yang diterapkan di Kota Mojokerto akan mendapat bantuan dan bimbingan dari BPPT untuk mengkaji,menerapkan dan memanfaatan teknologi yang sesuai untuk Kota Mojokerto"jelas Ning Ita.Ning Ita menambahkan salah satu bidang yang akan ditangani BPPT di Kota Mojokerto adalah dalam bidang digital."Untuk mengawali kerja sama ini BPPT akan memulai dengan mengkaji tentang pembangkit listrik tenaga sampah"ujarnya.Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan,Kota Mojokerto adalah kota yang kecil dan ini harus bisa menjadi peluang untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kota Mojokerto."Dengan bantuan dari BPPT semoga dapat kita manfaatkan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing,mandiri,demokratis,adil,makmur,sejahtera dan bermartabat"kata Ning Ita.Salah satu langkah yang dilakukan Ning Ita untuk mewujudkan visi Kota Mojokerto adalah membangun Mojokerto Akademi Space (Mokaspace).Guna menfasilitasi warga Kota Mojokerto untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam ekonomi kreatif.Yang mana termasuk didalamnya adalah aplikasi dan game developer,arsitektur,desain interior,desain komunikasi,visual,desain produk,fashion,film,animasi dan video,fotografi,kriya,kuliner,musik,penerbitan,periklanan,seni pertunjukan,seni rupa,serta televisi dan radio.Untuk itu,sebelum menandatangani MoU dengan BPPT,Ning Ita bersama Kadisporabudpar Kota Mojokerto Novi Rahardjo berkonsultasi ke Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Kantor Kementerian BUMN lantai 15 Medan Merdeka Selatan 13 Jakarta.Dalam kesempatan ini,Ning Ita mengkonsultasikan terkait pengembangan Mokaspace.Dengan adanya bantuan dari Bekraf maka para pelaku ekonomi kreatif di Kota Mojokerto akan menjadi lebih terarah.(Dikutip Radar Mojokerto,15 Mei 2019).

AYO HIDUP SEHAT:DIARE.

DIARE adalah kondisi dimana seseorang menjadi sering buang air besar,dengan tinja yang encer.Pada umumnya,diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus,bakteri atau parasit,bisa juga karena makanan atau minuman yang bersifat iritasi untuk saluran cerna seperti pedas dan soda.Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia.Berdasarkan data informasi profil kesehatan Indonesia tahun 2017 dari Kemenkes RI,jumlah kasus diare seluruh Indonesia adalah sekitar 7 juta,& paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat dengan 1,2 juta kasus.Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari/akut,namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu/kronis.Pada umumnya diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi.Namun,jika disertai dehidrasi,penyakit ini bisa menjadi fatal,& penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.
-------------------------------------------Gejala & Penyebab Diare-------------------------------------
Gejala diare bervariasi.Penderita bisa merasakan satu atau lebih gejala.Namun,gejala yang paling sering dirasakan penderita diare antara lain :
_ Perut terasa mulas
_ Tinja encer atau bahkan berdarah & berlendir,bau tidak seperti biasanya
_ Mengalami dehidrasi,dengan tanda-tanda pusing,lemas & bibir kering
---------------------------------------Pengobatan & Pencegahan Diare----------------------------------
Penderita diare dapat meminum cairan elektrolit,guna mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.Selama terjadi diare,konsumsi makanan yang lunak atau obat anti diare untuk penderita dewasa,penderita yang masih anak-anak tidak disarankan untuk konsumssi obat diare,cukup konsumsi suplemen untuk usus seperti zync,probiotik,& prebiotik.Untuk kondisi yang lebih serius,dokter mungkin akan memberikan obat-obatan seperti :
^ Obat antibiotik jika diperlukan
^ Obat pereda nyeri
^ Obat yang dapat memperlambat gerakan usus
Jika diare berlangsung > 1 minggu,periksakan ke dokter untuk dicari penyebabnya walaupun tanpa dehidrasi.Untuk mencegah diare,anda dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri & makanan,biasakan cuci tangan sebelum makan,serta hindari konsumsi makanan & meminum air yang tidak dimasak hingga matang.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,15 Mei 2019).
_

BINROHTAL 645:GOLONGAN DIBENCI RAMADAN.

Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang,Selasa (14/5),pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang,ustad Yusuf Hidayat menjelaskan ancaman bagi orang yang tidak mau berpuasa di bulan Ramadan."Orang yang tidak puasa di bulan Ramadan kelak tidak bisa memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW"ungkapnya.Kelak di akhirat ada orang yang hendak dimasukkan ke neraka.Dia lalu mendatangi Nabi Muhammad SAW mohon syafaat.Nabi sebenarnya mau memberikan syafaat.Namun malaikat mengingatkan pesan Allah agar nabi tidak memberi syafaat kepada orang yang dibenci Ramadan."Orang yang dibenci Ramadan adalah yang tidak puasa Ramadan dan tidak menghormati Ramadan"tuturnya.Mendengar itu,Nabi pun tidak mau mensyafaati orang tersebut.Sebaliknya non muslim yang mau menghormati Ramadan akan turut memperoleh kemuliaan.Alkisah,ada seorang anak yang makan di jalan pada siang hari Ramadan.Dia lantas ditegur ayahnya yang penyembah api agar masuk rumah.Dia melarang anaknya makan di tempat umum demi menghormati orang yang berpuasa Ramadan.Karena penghormatannya tersebut,dia oleh Allah diberi hidayah sehingga mati dalam khusnul khotimah membawa iman.
Puasa,kata ustad Yusuf adalah Menahan Diri.Orang yang mau menahan diri,Orang yang mau menahan diri,pasti akan dipenuhi oleh Allah.Beliau pun cerita Ibrahim bin Adham yang selama 30 tahun menahan diri tidak makan kuah daging demi menghajar nafsunya.Dia juga tidak mau makan dari wadah yang benar-benar jelas halal.Bahkan mengambil air zam-zam pun dia tidak mau jika timbanya tidak jelas halal.Dia akhirnya mimpi disuapi kuah daging oleh Nabi Khidir.Ketika bangun tidur,dia masih merasakan sedapnya kuah daging tersebut.(Dikutip Radar Jombang,15 Mei 2019).

Selasa, 14 Mei 2019

TORIQOH 61:ANTI RUGI.

Saat khususiyah Ikatan Tariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (ITQON) di PP Darul Ulum Rejoso,Kamis (9/5),KH Cholil Dahlan,menjelaskan golongan yang tidak akan rugi."Ada empat golongan yang tidak akan rugi"ucapnya mengutip QS Al Ashr 1-3.Ketua MUI Jombang sekaligus pengasuh PP Darul Ulum Rejoso ini lantas menjelaskannya satu per satu.
1.Golongan Yang Tidak Akan Rugi Yakni Orang Beriman."Orang beriman tidak akan melakukan maksiat"tuturnya.Nabi Muhammad SAW menyatakan,tidaklah seseorang mencuri,zina,membunuh,minum khomer dalam kondisi beriman.Karena pada saat maksiat,iman seseorang sedang lepas."Di tariqah,kita diajari terus-menerus zikir agar iman tidak sampai lepas"bebernya.Salah satu bentuk iman yakni sekarang ini melaksanakan puasa.Orang yang tidak iman,akan sulit puasa.Jika puasanya tidak karena iman,pasti akan sembunyi-sembunyi makan.Seperti anak kecil yang dipaksa puasa oleh orang tuanya.
2.Golongan Yang Tidak Akan Rugi Yakni Yang Beramal Saleh.Amal Saleh yakni amal ibadah yang tidak wajib.Seperti tarawih,tadarus dan bersedekah.Orang yang puasa,kemudian ditambah melakukan tarawih,tadarus dan banyak sedekah akan semakin bagus puasanya.Pahalanya semakin banyak di sisi Allah.Serta dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT."Agar tidak sampai meninggalkan yang wajib,warga tariqah dibimbing untuk mengerjakan amalan yang sunnah"jelasnya.Seperti salat tarawih,qabliyah dan bakdiyah.Kalau istiqamah melaksanakan salat qobliyah dan bakdiyah,kita pasti bisa istikamah salat fardu.
3.Saling Menasehati Dalam Kebenaran."Agama itu Nasehat"kata Kiai Cholil.Warga tariqah dibimbing memasukkan kalimah.Allah ke dalam hati dengan kafilah dan haiah tertentu agar benar-benar masuk ke hati.Sehingga hati lembut bisa mudah menerima nasehat"ungkapnya.(Dikutip Radar Jombang,13 Mei 2019).

Minggu, 12 Mei 2019

BAKTI SOSIAL BUKA PUASA BERSAMA PAFI KOTA MOJOKERTO DI YAYASAN PANTI ASUHAN YATIM AL-IKHLAS KOTA MOJOKERTO.

Rajawali News-Pada Hari Minggu (Ahad) 12 Mei 2019,Persatuan Ahli Farmasi Indonesia/PAFI Cabang Kota Mojokerto,pada jam 03.00 sampai dengan 17.30 WIB/Ba'da Maghrib mengadakan acara "Bakti Sosial & Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim & Dhuafa di Yayasan Panti Asuhan & Dhuafa "Al Ikhlas" yang beralamat di Jalan Brawijaya Nomor 149 A,Kota Mojokerto, dengan dress code baju atasan putih,& bertema "INDAHNYA BERBAGI DI BULAN PENUH BERKAH".Dalam kesempatan tersebut,Panti Asuhan yang dipimpin oleh Bapak KH Drs Sugeng & Ibu Nyai Hj Sugeng mempunyai sekitar 35 anak yatim & dhuafa yang diasuh di Pondok Pesantren tersebut.Acara dimulai dengan Pengajian rutin ba'da Ashar di Musholla Panti,& sesudahnya di lantai 2/aula panti diadakan acara puncak,diawali dengan sambutan dari Ketua PAFI Cabang kota Mojokerto,Ibu Retno Setyo Feri Wilujeng,Amd,Farm,& kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Ketua yayasan sekaligus pengurus Panti,Bapak KH Drs Sugeng,dilanjutkan dengan Istighosah,Pembacaan Surat Yasin & yang terakhir dilanjutkan dengan pembagian Ta'jil sebelum berbuka puasa, dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama,Salat Maghrib berjamaah & acara terakhir yaitu pembagian bingkisan Lebaran bagi adik-adik Panti.Acara berlangsung dengan penuh  kekeluargaan acara ini berakhir sesaat sebelum Salat Tarawih.(Report by Sri Suharti,Anggota PAFI Cabang Mojokerto,Ibunda dari Ika,Dian & Nana,KIM Rajawali).

Label : KEGIATAN