Sabtu, 14 Oktober 2017

Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto,Dorong Tata Ruang Persampahan.

Kondisi lahan yang terbatas di Kota Onde-Onde membuat persoalan persampahan menjadi hal yang "urgen".Wacana penataan ruang dan wilayah persampahan pun kembali menyeruak seiring tingginya intensitas pertumbuhan perumahan dan fasilitas layanan umum.Adalah Tempat Penampungan Akhir(TPA)Randegan yang kali ini menjadi sorotan.Area penampungan dan pengolahan sampah yang terus bersolek 2 tahun terakhir itu banyak menuai apresiasi positif.Tak pelak area itu pun menjadi magnet baru pengelolaan sampah perkotaan di Jawa Timur bahkan Nasional.Kemonceran TPA Randegan yang berada dalam naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Kota Mojokerto itu pun disebut-sebut tak lepas dari ancaman perkembangan wilayah.Hingga nantinya,ancaman perkembangan wilayah itu bisa berekses negatif terhadap keberadaan TPA yang berkonsep wisata dan edukasi tersebut.Demikian dikemukakan Pelaksana Tugas(Plt)Sekda Kota Mojokerto Gentur Prihantono,ketika blusukan ke TPA Randegan bersama OPD,kemarin,(13/10)pagi."Dikatakannya,persoalan persampahan ini harus menjadi proritas dalam pembangunan.itu bisa dilakukan dengan mengatur tata ruang persampahannya."Makin sedikit anggaran buang sampah itu artinya masyarakat sadar sampah,"terangnyaa.Dirinya menuturkan,managemaen pengolahan sampah di TPA Randegan telah menjadikan tempat ini sebagai taman.,lokasi pendidikan dan wisata.Semua Pemda harus berkaca pada Pemkot Mojokerto.Awalnya,lanjut dia dirinya tak mengira tempat tersebut adalah sebuah TPA."Sungguh saya kira ini adalah sebuah taman,karena hijau,lengkap dengan fasilitas perpustakaan dan cafe.Terus terang saya sangat apressiatif sekali,silahkan sampaikan program yang ada dan saya akan membantu menelurkannya melalui upaya lobi ke Kementerian PUPR"tandasnya.Meski demikian,dari acara blusukan yang digelar pejabat baru di Kota Mojokerto itu bukan tanpa catatan.Ia menggaris bawahi sejumlah item yang dirasakan kurang."DLH silahkan memikirkan pengadaan tanda arah angin,hal ini penting untuk memantau pergerakan arah angin yang berpotensi menyebarkan bau.TPA juga harus intens dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat,salah satunya dengan mengadakan quisioner sebagai bentuk edukasi LH terhadap warga"kata pak Gentur.Peran Bappeko,tambahnya penting,"Sebab jika tidak demikian maka TPA tidak akan terusir.Dalam hal ini,RT/RW nya harus diperhatikan.Istilahnya harus ada tata ruang strategis.Kecuali industri.Demikian dengan RS tolong diperhatikan betul"imbuh dia.Sementara itu,Kepala DLH Kota Mojokerto,Amin Wachid menyatakan akan memperhatkan arahan atasannya tersebut."Inu akan menjadi catatan kami.Penting bagi kami prestasi Adipura yang hilang selama tahun 2016 lalu benar-benar dipertahankan dalam keindahan yang bukan pura-pura"katanya berfilosofi.Amin juga menguraikan selama beberapa waktu kedepan pihaknya akan disibukkan dengan kegiatan kunjungan daerah-daerah ke TPA.Mereka hendak belajar pengelolaan sampah di Randegan.Di bulan ini,kata pak Amin juga akan digelar kegiatan fasion show disertai pameran di TPA.(Dikutip Radar Mojokerto 14 Oktober 2017).
  

Forum Silahturahmi BAMAG Kota,FKUB,dan Dewan Pembina:Bergerak Bersama Membangun Kota Mojokerto.

Sudah menjadi kebiasaan layaknya sebelumnya,silahturahmi antara BAMAG dan FKUB Kota Mojokerto beserta Dewan Pembina digelar.Kali ini di Depot Anda,Bypass.Silahturahmi ini diadakan dalam rangka mempererat kerja sama dan sinergi kerja antarorganisasi kemasyarakatan.Silahturami yang diadakan pukul 8 pagi tersebut dihadiri Ketua BAMAG Kota Mojokerto,Pdt DR.Daniel Pingardi Y,M,Th,beserta beberapa pemimpin gereja-gereja anggota BAMAG Kota Mojokerto.Pihaknya,menyatakan dengan konsisten bahwa BAMAG akan terus bersinergi dengan FKUB dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kota Mojokerto.Di samping itu,Daniel juga memberikan penekanan bahwa untuk mencapai kebersamaan di dalam masyarakat,khususnya Kota Mojokerto,seluruh pemimpin dan masyarakat seharusnya tidak lagi mengangkat dan memperuncing perbedaan yang ada."Namun,perlunya mencari persamaan-persamaan sebagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,perbedaan seharusnya disikapi dengan pengertian dan toleransi,"katanya.Senada disampaikan Drs.KH Faqih Usman,Ketua FKUB Kota Mojokerto.Menurutnya,hari-hari ini masyarakat kita mengalami gangguan dari narkoba yang tidak bisa lagi diabaikan oleh siapa saja,"Narkoba yang sudan meracuni seluruh level generasi akn menghancurkan bangsa dan keluarga Indonesia.Masyarakat juga harus tanggap terhadap gerakan radikalisme,"katanya.Dalam kesempatan itu pula,Wakapolresta Kompol Hadi Prayitno,SH juga turut hadir dan memberikan arahan bahwa seluruh lini masyarakat harus turut serta memajukan kedamaian di dalam Kota Mojokerto.Salah satunya adalah memperdalam keagamaan yang moderat dan Pancasilais."Kepolisian Kota Mojokerto sangat serius dengan gerakan-gerakan radikalisme"ujarnya.Sekali pun berlangsung santai disertai dengan sarapan pagi,namun silahturahmi yang berlangsung selama 2 jam tersebut sangat hangat.Dan,seluruh pemimpin yang hadir sepakat keakaraban dan kebersamaan tidak hanya berakhir di meja makan."Tetapi dengan semangat yang sama akan meneruskan kepada umat dan anggota masyarakat.Sehingga,tercipta juga cita-cita bersama untuk memajukan Kota Mojokerto.(Dikutip Radar Mojokerto 14 Oktober 2017).

Jumat, 13 Oktober 2017

Mobil Penjemput Sekolah,Segera Beroperasi.

Pemkot bakal menambah armada angkutan sekolah gratis.Empat mobil penjemput sekolah tambahan dipastikan segera beroperasi bulan ini.Kendaraan berpelat kuning itu merupakan angkutan umum pertama yang dimiliki pemkot.Keempat unit kendaraan itu berupa mobil tipe station wagon dengan jenis pintu slinding.Tiga diantaranya merupakan hasil pengadaan bersumber APBD Kota Mojokerto 2017.Plus,1 kendaraan hibah dari program Coorporate Social Responcibility (CSR) asal Bank Jatim Cabang Mojokerto.Dinas Perhubungan segera mengoperasikan dalam bulan ini.Mobil itu akan digunakan untuk melayani kawasan yang selama ini belum terjamaah angkutan sekolah.Area yang belum banyak terjamah itu seperti kawasan barat Kota Mojokerto yakni:area Blooto dan Pulorejo.Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo,mengatakan tambahan mobil sekolah ini diprioritaskan untuk melayani rute yang selama ini overload."Rute yang selama ini penumpangnya overload akan ditambah,juga melayani beberapa wilayah blank sport."ungkap pak Gaguk.Beliau juga mengatakan,tambahan 3 unit mobil angkutan sekolah ini,salah satu dari bantuan CSR Bank Jatim sedangkan 3 unit hasiil pembelian dari dana APBD."Mobil bantuan dari Bank Jatim sudah ready,tapi akan dioperasikan bersamaan dengan 3 unit lainnya yang saat masing finishing modifikasi tempat duduk dan body stikes"tambahnya.Diperkiraan,2 minggu lagi 4 unit mobil sekolah ini akan dioperasikan.Itu setelah kecukupan berkas,kelayakan kendaraan,hingga trayek sudah dikantongi."Estimasi kami paling lambat akhir bukan sudah siap melayani pelajar"tandasnya.Untuk diketahui,saat ini jumlah angkutan sekolah gratis di Kota Mojokerto ada 13 unit.Kesemuanya untuk memenuhi 5 trayek angkutan sekolah di Kota.Selain itu,ditambah 2 bus bantuan dari Kementerian Perhubungan.Sedang,tambahan 4 unit yang bakal dioperasikan bulan ini akan menambah kekuatan armada mencapai 13 unit.(Dikutip Radar Mojokerto 13 Oktober 2017).

Kamis, 12 Oktober 2017

PKL Benpas,Disperindag Siapkan Kajian Hukum.

Setelah lahan relokasi pedagang korban kebakaran di sentra PKL Benteng Pancasila(Benpas)ditentukan,kini pemkot mempersiapkan kajian hukum pembangunan tempat relokasi tersebut.Lantaran pembangunan tempat penampungan sementara itu tidak melalui proses lelang seperti pembangunan proyek lainnya.Kepala Dinas Perindustrian(Disperindag)Kota Mojokerto Ruby Hartoyo,mengatakan pihaknya kini tengah persiapkan legal Opinion(LO)untuk pembangunan tempat relokasi PKL.Itu dilakukan setelah dalam rapat tindak lanjut lalu diputuskan pembangunan tempat relokasi dengan cepat"Tindak lanjut setelah ini persiapkan susun LO untuk aparat hukum"kata pak Ruby.Dijelaskan Ruby,LO itu digunakan sebagai dasar dan penjelasan kepada aparat hukum seperti kejaksaan atas rencana pembangunan tempat relokasi.Itu dilakukan agar pembangunan los PKL itu tidak melalui mekanisme pelelangan seperti pada umumnya proyek dengan mata anggaran di atas Rp 200 juta.Pos anggaran pembangunan tempat relokasi diambilkan pada pos anggaran tak terduga.Besarnya mencapai Rp500 juta untuk pembangunan los pedagang.Targetnya pada pertengahan bulan Desember nanti,tempat penampungan pedagang itu sudah bisa digunakan."Sekarang masih menunggu P-APBD yang masih di Pemprov.sambung pak Ruby.Tempat penampungan sementara alias relokasi PKL korban kebakaran sentra PKL Benpas ini dibangun di atas lahan seluas 2.500 meter persegi.Dengan dimensi lebar mencapai 15 meter dan panjang 140 meter.Konstruksi bangunannya berupa los yang didirikan di atas lahan yang masih berupa ruang terbuka hijau ini akan diuruk terlebih dahulu.Bangunan los pedagang itu nantinya ditargetkan bisa menampung sebanyak 196 pedagang.Saat ini,catatan disperindag pedagang yang terdampak kebakaran lalu mencapai 192 pedagang.Dengan rincian,148 pedagang aktif dan 54 pedagang tak aktif(hanya berjualan Sabtu-Minggu).Setiap lapak berukuran 2,5 meter x 2,5 meter.Tempat sementara tersebut nantinya digunakan pedagang korban kebakaran.Mereka diperkirakan bakal menempati lokasi tersebut selama setahun.Sedangkan tempat lapak pedagang yang terbakar bakal dibangun ulang di tahun 2018 mendatang.Selain berisi los lapak pedagang,tempat tersebut dilengkapi peralatan hydran sebagai alat antisipasi kejadian kebakaran.(Dikutip Radar Mojokerto 11 Oktober 2017).

Alun-Alun Kota Mojokerto Terus Bersolek,Bangun Air Mancur.

Seorang pekerja memasang saluran air mancur di Taman Alun-Alun Kota Mojokerto,kemarin 11 September.Pemkot terus melakukan pembangunan taman di ruang publik.Hal itu untuk mempercantik perwajahan kota serta memberi kenyamanan bagi masyarakat yang berwisata di area alun-alun kota.(Dikutip Radar Mojokerto 11 September 2017).

Rabu, 11 Oktober 2017

Proyek Penataan Lingkungan bergulir.

Musim penghujan diprediksi segera datang.Sebagai antisipasi potensi genangan air hingga kejadian banjir seperti tahun lalu,Pemkot mulai menggelar sejumlah proyek penataaan lingkungan.Penataan lingkungan tersebut mulai dikebut tahap pelelangannya.Diantaranya proyek infrastruktur lingkungan berupa normalisasi saluran-saluran air,peninggian jalan lingkungan,pavingisasi hingga pengaspalan jalan.Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto,sejumlah paket proyek itu mulai ditawarkan di Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE) Kota Mojokerto.Beberapa paket proyek itu terbilang memiliki nilai yang besar.Seperti ada di pos anggaran Kecamatan Kranggan.Pada instansi yang baru berumur setahun tersebut,ditaruh mata anggaran proyek senilai Rp 2,7 Milliar.Anggaran itu diproyeksikan untuk 3 paket.Diantaranya normalisasi saluran air,pavingisasi,sampai pengaspalan.Selain itu,ada pula plot anggaran infrastruktur sebesar Rp 50 juta yang diberikan pada tiap RW di Kranggan."Memang ada dan mulai dilelang"ujar Rachmi Widjajati Camat Kranggan.Beliau mengatakan paket proyek itu biasanya ditaruh pada instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU).Hanya saja,tahun ini,paket pekerjaan ini baru diletakkan pada Kecamatan Kranggan.Pihaknya membernarkan,paket-paket proyek itu mulai dilelang di LPSE.Itu disesuaikan dengan usulan sebelumnya.Sehingga dirasa perlu dilakukan penataan lingkungan."Kita alami keterbatasan tenaga teknis sebenarnya.Tapi,mudah-mudahan proyek tersebut bisa berjalan sesuai rencana"terang Rachmi.Diharapkan Rachmi,paket pekerjaan proyek nitrastruktur itu segera rampung dilelang.Sehingga menjelang memasuki musim penghujan bisa terasa di masyarakat."Untuk normalisasi saluran itu agar kondisi saluran setempat bisa layak dan pada saat musim hujan tidak sampai banjir"harapnya.Diimbuhkannya,paket pekerjaan tersebut historisnya berasal dari program jasmas kalangan anggota dewan.Hanya saja,pelaksanaanya kemudian ditaruh pada masing-masing kecamatan.Total ada di tiga kecamatan:Kecamatan Kranggan,Prajurit Kulon,Magersari.Di Kecamatan Kranggan paket proyek tersebut terbagi dalam tiga mata proyek yang dilelang di LPSE.Sedangkan di kecamatan lain dipecah-pecah.Dan juga pengerjaanya dilakukan berupa penunjukan langsung.(Dikutip Radar Mojokerto 10 Oktober 2017).

Selasa, 10 Oktober 2017

Lahan Relokasi PKL Benpas Final,Penuhi Aspirasi Pedagang,di RTH Dekat Rel KA.

Tempat penampungan atau relokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) eks Alun-alun di Sentra PKL Benteng Pancasila (Benpas) akhirnya diketahui.Setelah dilakukan pengkajian tempat relokasi dipilih di seberang lokasi lama.Yakni,area terbuka pinggir rel kereta api,Kelurahan Meri,Kecamatan Kranggan.Penentuan tempat relokasi itu diketahui setelah digelar rapat terpadu lintas instansi di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto kemarin.Sejumlah instansi dilibatkan,Seperti Bappeko,BPPKA,Dishub,Satpol PP,Inspektorat bagian hukum dan lainnya."Tempat relokasinya akhirnya dipilih di seberang lokasi lama.Sebelah selatan sentra PKL Benpas,"ungkap Ruby Hartoyo,Kepala Disperindag Kota Mojokerto di konfirmasi Jawa Pos Radar Mojoerto,kemarin.Ia mengatakan,pemilihan tempat relokasi juga sesuai dengan aspirasi kalangan pedagang agar tidak terlalu jauh dari Benpas.Lokasi itu berupa lahan yang butuh pengurukan yang dimiliki Pemkot Mojokerto.Total luasan lahan yang disiapkan mencapai 2.500 m2.Di atas lahan yang berada di dekat rel kereta api tersebut paling tidak bisa menampung sekitar 196 lapak.Data pedagang terdampak sebanyak 148 pedagang aktif dan 54 pedagang tak aktif.(berdagang pada Sabtu-Minggu).Lantas kapan tempat relokasi itu dibangun?Ruby menuturkan memang tidak bisa dilakukan sekarang juga.Karena anggaran pembangunan tempat penampungan sementara masih dalam proses pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (P-APBD) 2017.Total anggaran untuk tempat relokasi mencapai Rp.500 juta.Anggaran berasal dari pos tak terduga yang saat pembahasan P-APBD lalu diusulkan disperindag pasca P-APBD rampung."Kita akan bangun setelah ini kita siapkan LO(Legion Opinion) untuk laporan ke aparat hukum sebelum masa pembangunan"beber Ruby.Tak dipungkiri penentuan lokasi penampungan PKL Benpas itu berbeda dari proyeksi sebelumnya yang di area Kedungsari,Kelurahan Gunung Gedangan,Kecamatan Magersari.Area itu terbilang berjarak sekitar kurang dari satu kilometer dari lokasi awal di daerah Benpas.Pedagang kurang sreg dengan lokasi itu bahkan akan menolak apabila dipaksa menempati area tersebut.Sebelumnya mencuat empat opsi tempat untuk relokasi pedagang korban kebakaran.Pertama di Kedungsari,Kelurahan Gunung Gedangan,Kemudian pinggirian jalan Benteng Pancasila.Ketiga berada di area parkir dan Taman Benteng Pancasila.Sedang yang keempat di area terbuka seberang sentra PKL Benpas.(Dikutip Radar Mojokerto 10 Oktober 2017).

Info CSR:Bank Jatim Mojokerto,Serahkan 1 Unit Mobil.

Tahun ini,Bank Jatim Mojokerto melalui Corporate Social Responcibility (CSR) CSR-nya memberikan bantuan ke Pemerintahan Kota Mojokerto berupa 1 unit mobil."Mobil ini diperuntukkan demi kelancaran mobilisasi antar jemput anak sekolah yang ada di Kota Mojokerto"kata Agus sastriono Spd,MM Pimpinan Bank Jatim Mojokerto,di sela menyerahkan mobil kepada Wali Kota Mojokerto,Mas'ud Yunus di Kantor Pemkot,Senin 9 Oktober kemarin.Pemberian bantuan tersebut,lanjut Sas,sejak tahun 2014 ritin dilakukan melalui CSR Bank Jatim."Bukan hanya bantuan mobil saja,sejak tahun itu,Bank Jatim selalu support di berbagai sektor,"tandasnya.Harapan ke depannya hubungan yang telah terjalin dengan baik ini dapat semakin lebih baik lagi."Kami berharap Bank Jatim dapat mengantarkan masyarakat Kota Mojokerto menjadi maju,sehat,cerdas,sejahtera dan bermoral,"tegasnya.Pembentukan Forum CSR mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2016 Kota Mojokerto hasil perda inisiatif Dewan.Dalam regulasi itu diatur terkait tata cara pengumpulan CSR serta aturan main lainnya."CSR itu bersifat sukarela dan untuk menentukan bentuk  bantuan CSR itu sepenuhnya menjadi kewenangan untuk menentukan bentuknya"ujar Harlisyati kepala Bappeko Mojokerto.Wali Kota Mas'ud Yunus sangat mengapresiasi yang telah dilakukan oleh Bank Jatim melalui CSR-nya."Memang Pemkot Mojokerti sangat peduli dan konsisten terhadap dunia pendidikan.Kami ingin memberikan akses kemudahan untuk semua anak-anak yang ada di Kota Mojokerto khususnya agar bisa terus sekolah"ungkapnya.Dengan memberikan program gratis mulai bantuan seragam hingga kemudahan transporasi."Kita ingin semua anak dapat sekolah semua tanpa terkecuali.Semoga dengan bantuan dari CSR Bank Jatim ini dapat meringankan beban masyarakat serta semoga Bank Jatim semakin lebih baik untuk mewujudkan Mojokerto sebagai Kota Service City."terangnya.Senada dengan Wali Kota,Gaguk Tri Prasetyo ATD,MM,kepala Dinas Perhubungan mengatakan idealnya untuk kebutuhan angkutan transportasi sekolah gratis ini sekitar 25 unit.Dan hal itu,kita cukupi secara bertahap menyesuaikan anggaran."Kami berterima kasih kepada CSR Bank Jatim Mojokerto,untuk mendukung dan penambahan transportasi ini akan dibagi di daerah yang permintaannya tinggi.Dan saat ini rute 5 dan 2 sangat membutuhkan".ungkapnya.Dengan meningkatnya penyediaan transportasi untuk anak sekolah diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi anak sekolah,menghindari adanya pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan serta dapat mengurangi emisi gas buang dan kemacetan".ungkapnya(Dikutip Radar Mojokerto 10 Oktober 2017)..

Senin, 09 Oktober 2017

Dinas Pertanian Kota Mojokerto Buru Kucing Liar.

Upaya mencegah penyebaran penyakit pada hewan peliharaan di Kota Mojokerto,rupanya menjadi perhatian instansi terkait.Dinas Ketahahan Pangan dan Pertanian (DKPP) bakal menggelar razia hewan peliharaan yang biasa berkeliaran di kawasan perniagaan,perumahan,hingga jalan-jalan.razia hewan liar seperti anjing,kucing,musang,dan lainnya itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit.Hewan-hewan kerap berada di lingkungan masyarakat bahkan keluarga.Happy Dwi Prasetyawan,Kepala DKPP Kota Mojokerto mengatakan,pihaknya memiliki klinik kesehatan hewan yang sudah aktif beberapa tahun silam.Dalam klinik itu,aneka hewan menjadi atensi kesehatan,hingga pola hidupnya.Pak Happy menandaskan,sudah mengumpulkan sejumlah komunitas pencinta hewan.Mereka diedukasi tentang pola hidup sehat dengan hewan peliharaannya.Sebelumnya,tim dalam klinik kesehatan hewan sudah mengawali razia hewan peliharaan.beberapa kucing,anjing dan lainnya disuntik vaksin."Ini perlu ditindak lanjuti dengan razia lanjutan karena hewan peliharaan yang berpenyakit biasanya bersifat agresif,gampang menyalak,dan gampang mengeluarkan air liur,"sebutnya.Di Kota Mojokerto,menurut catatan DKPP memang belum ada laporan hewan berpenyakit rabies.Hanya saja,ada laporan dari luar kota yang masuk ke klinik terkait perilaku hewan yang agresif yang melukai warga."Dari luar kota ada yang lapor ke DKPP dan jalani pengobatan"tambah dia.(Dikutip Radar Mojokerto 9 Oktober 2017).

Di Kota,Pemegang Suket Di-SMS.

Sementara itu,pencetakan e-KTP di Kota Mojokerto juga terus digenjot.Kendati hanya diberi pasokan 10 ribu blangko,Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) memprioritaskan warga pemegang surat keterangan (Suket) segera menerima e-KTP.Sampai kini,warga pemegang suket sudah mencapai 5 ribu lebih.Mereka terpaksa diberi suket lantaran keterbatasan blangko e-KTP.Untuk memberi warga pemegang suket,dispendukcapil menyampaikan pengumumannya melalui layanan pesan pendek ke telepon gengam warga."Selain pemberitahuan melalui kelurahan,warga pemegang suket kita beritahu lewat SMS".ungkap Ikromul Yasak,kadispendukcapil Kota Mojokerto.Ia mengatakan,layanan SMS itu terbilang sudah dimiliki sejak setahun lalu.Itu digunakan ketika layanan administrasi kependudukan yang diurus warga biasanya rampung digarap.Sedangkan untuk meningkatkan percetakan e-KTP,dispendukcapil mengirim SMS ke telepon warga.Itu diketahui ketika mengurus suket yang lalu.Dalam formulir suket,warga wajib menyertakan nomor telepon,sehingga ketika ada ketersediaan blangko dan jatah e-KTP telah tercetak akan diberitahu petugas."Nah kalau sampai ada yang belum tahu.Ini biasanya warga pemegang suket melakukan penggantian nomor.Kasus seperti ini banyak terjadi akhirnya mereka terlambat sendiri"terang Yasak.Untuk itu pihaknya terus mengimbau warga agar selalu memeriksa di masing-masing kelurahan atau ke kantor dispendukcapil.Untuk warga yang masih belum mendapatkan jatah e-KTP diharapkan ekstra sabar karena ketersediaan blangko e-KTP sendiri terbilang terbatas.Yasak mengakui,percetakan e-KTP ini,pemerintah daerah sangat tergantung pada ketersediaan bahan dan perlengkapan yang disediakan pemerintah pusat,Pertama ketersediaan blangko e-KTP yang hanya disediakan dari pengajuan ke pusat."Yang kita ajukan itu tidak mesti langsung dipenuhi,kalaupun dipenuhi itu masih jauh dari kebutuhan blangko e-KTP di kota".sambung pak Yasak.Sampai hari ini praktis baru sekitar 4,500 e-KTP yang tercetak.Itu dari 10 ribu blangko yang diberikan pusat ke Kota Mojokerto.Padahal total kebutuhan blangko e-KTP Kota Mojokerto mencapai puluhan ribu.Untuk mencetak dibutuhkan pula tinta dan printer yang berasal dari pemerintah pusat."Blangkonya ada tapi,tintanya habis ya percuma.Tinta juga dari pusat,sedang printer maksimal cetak 90 keping e-KTP tiap harinya."imbuhnya.Yasak mencotohkan untuk kebutuhan warga Kecamatan Kranggan sendiri mencapai 30 ribu blangko e-KTP."Yang paling banyak butuh blangko itu warga Kecamatan Kranggan.Karena belum sama sekali.Kalau KK-nya sudah semua dan gratis"tukas Yasak.(Dikutip Radar Mojokerto 9 Oktober 2017).

Focus In Depth:Waspadai Hoax,Bijak Bersosial Media.

Media Sosial (Medsos) kini bukan lagi barang langka bagi masyarakat,Hanya berbekal sistem aplikasi pengiriman pesan cepat (chat apps) setiap orang bisa dengan gampang mengakses dan membagikan informasi.Akibatnya peredaran informasi menjadi kian tak terbendung.Kondisi inipun memunculkan polemik baru ditengah-tengah masyarakat luas.Karena informasi yang tersebar seakan tak ada batas antara salah dan benar alias campur aduk,sehingga "hoax"menjadi  hal yang lumrah.Lantas bagaimana menyikapi hal tersebut tak dipungkiri bahwa masyarakat di Indonesia khususnya Mojokerto pada umumnya adalah senang berbagai informasi apapun.Kegiatan sahre info seolah menjadi hal wajib hingga terobsesi menjadi informan nomor 1.hal itu dibuktikan dengan banyak bermunculan grup medsos di FB,Twitter dan WA yang menyajikan postingan informasi seputar peristiwa ter-update.Hingga muncul kalimat-kalimat populer seperti "jek anget lur"(masih hangat dulur),"ojo di bullu lur"(jangan di bully,lur)hingga "tambahno kronologine lur,"(tambahkan kronologinya,lur) disetiap beranda dan kolom komentar FB maupun Chat WA.Namun,seiring kebebasan sering berselancar ria dalam grup-grup tersebut informasi yang didapat kini mulai dianggap kebablasan.Hal itu dibuktikan dengan banyaknya informasi yang tidak jelas data identitas,kronologi serta pengirimannya sehingga kata hoax pantas disematkan.tak hanya palsu,tak sedikit pula perilaku copy paste(copas) yang viral justru saling menyudutkan antar kelompok sehingga memunculkan suatu konflik yang berkepanjangan hanya gara-gara posting dan ciutan yang tak dipertanggungjawabkan.Tak cukup disitu,kebebasan dunia maya juga kerap dimanfaatkan segelintir oknum demi meraup untung sebanyak-banyaknya.Kasus penipuan jual-beli online menjadi bukti betapa medsos telah menjadi ladang kejahatan baru sehingga fenomena tersebut seperti bola liar yang sulit di pecahkan.(Di kutip dari Radar Mojokerto,8 Oktober 2017).

Label : KEGIATAN