Jumat, 06 Desember 2019

KEMENTRIAN PERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK MEMBERIKAN POIN PLUS AUDIT 1.13 RUANG BERMAIN RAMAH ANAK ALUN-ALUN KOTA MOJOKERTO.

Berita Rajawali-Pada Hari Kamis,tanggal 21 Noember bertempat di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto,Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE,menerima Auditor RBRA Kementerian Pembudayaan Perempuan dan Anak RI,yang diketuai Oleh Bapak Avianto untuk penilaian Ruang Bermain Ramah Anak di Alun-Alun Kota Mojokerto dengan mengantongi nilai 113 poin dari 101 yang diperlukan.Nilai-Nilai yang diperoleh Alun-Alun Kota Mojokerto sudah memenuhi standar sebagai ruang bermain anak"kata Pak Aianto.Audit yang dilakukan sejak Rabu (20/11) siang meliputi seluruh komponen,terutama yang terkait aspek keselamatan dan fasilitas bermain (baut alat permainan,kualitas udara dilingkungan bermain,sampai dengan pasir yang harus dihindari dan diganti dengan rumput gajah yang lebih aman,ada himbauan agar tidak merokok,harus ada tempat sampah,sampai persyaratan keamanan).harus ada penjagaan khusus.Menurut Bapak Avianto bahwa RBRA harus diaudit tiap tahun dan merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap kualitas RBRA.Jika nilai baik ditingkatkan akan dijadikan acuan dalam mengembangkan RB lainnya seperti harapan ibu walikota yang dalam sambutannya pada tanggal 23 Juli 2019 di Makassar,Kota Mojokerto menerima 2 penghargaan dari Menteri PPPA RI Yaitu:
-Penghargaan Sebagai Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang ada di Alun-Alun Dengan raihan tersebut penghargaan merupakan pelecut untuk terus meningkatkan kualitas daya dukung pemerintah guna mewujudkan generasi berkualitas.
- Oleh karena itu,Walikota berharap tahun depan Kota Mojokerto tidak hanya punya 1 ruang beramin ramah anak,(Alun-alun saja) tetapi berkembang di tempat-tempat lain.
Semoga dengan pengembangan RBRA akan sangat bermanfaat untuk anak bagi pengembangan kemampuan kreatifitas,sensorik & motorik,kognitif,moral,etika & karakternya "sehingga hak-hak anak tidak terabaikan,"harap Ibu Walikota .(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).:
-

PELATIHAN HARI KE-2 KERAJINAN TANGAN DARI DAUR ULANG SAMPAH DI KELURAHAN KAUMAN KOTA MOJOKERTO.

Berita Rajawali-Pada hari Kamis (21 November),jam 08.00 - 12.00,bertempat di Kantor Kelurahan Kauman,Jalan Brawijaya Nomor 46,Kota Mojokerto diadakan Pelatihan Kerajinan Tangan Dari Daur Ulang sampah oleh Tim Bank Sampah Induk/BSI,TPA Randegan,yang dipimpin oleh Bapak Radi.Untuk pelatihan hari kedua ini,para Ibu rumah tangga yang berjumlah 35 orang masih dengan antusias mengikuti pelatihan tersebut yang pada dasarnya dibuat untuk menjalankan prinsip 3R (Reuse,Reduce,& Recycle).Pelatihan yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai & Hasil Tembakau/DBHCHT tersebut pada akhirnya bermuara untuk kesejahteraan keluarga,dimana produk hasil kerajinan tersebut bisa bernilai ekonomis/layak jual Di akhir acara para peserta pelatihan berfoto bersama untuk kenang-kenangan.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).

PELATIHAN KERAJINAN TANGAN DARI DAUR ULANG SAMPAH DI KELURAHAN KAUMAN HARI PERTAMA TANGGAL 20 NOVEMBER 2019.

Berita Rajawali-Pada hari Rabu (20 November 2019) bertempat di Kelurahan Kauman,Jalan Brawijaya Nomor 146,jam 08.00 sampai 12.00,diadakan Pelatihan Kerajinan Daur Ulang Sampah (bekas plastik susu) & bekas tutup botol air mineral untuk diolah menjadi Kerajinan Tangan yang layak jual untuk menambah penghasilan keluarga yang dibuka oleh Bapak Kepala Kelurahan Kauman,Riaji,SH.Pelatih yang bertugas memberikan ilmu kepada Ibu-bu rumah tangga di Kelurahan Kauman adalah Bapak Radi,ketua Bank Sampah Induk/BSI Kota Mojokerto.Adapun untuk bahan pelatihan ini bisa dibeli di Bank sampah Induk dengan harga yang sangat terjangkau.Antusias para Ibu menjadikan pelatihan tersebut semakin bermanfaat.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).

LANJUTAN PELATIHAN HANDICRAFT HARI KE-2 DAN SOSIALISASI PEMBUKAAN CPNS DI KEPOLISIAN DI KELURAHAN KAUMAN.

Berita Rajawali-Kelanjutan Dari Pelatihan Handicraft di Kelurahan Kauman Hari Ke-2,jam 08.00 sampai jam 11.00 diadakan Pelatihan Handicraft,tanggal 19 November 2019,bertempat di Kelurahan Kauman,Jalan Brawijaya Nomor 46,diadakan Pelatihan Handicraft,lanjutan pelatihan di hari pertama dari bahan limbah/sampah yang diikuti oleh 35 ibu-ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Kauman.Pelatihan yang dibuka oleh Bapak Kepala Kelurahan Kauman Riaji SH .Di waktu yang sama juga diadakan sosialisasi dari Polsek Prajurit Kulon tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil/PNS.Sosialisasi yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai & Hasil Tembakau ini berujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para Ibu untuk membantu perekonomian keluarga dalam mencari penghasilan tambahan.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).

PELATIHAN HANDICRACFT UNTUK IBU-IBU DI KELURAHAN KAUMAN TANGGAL 18 NOVEMBER 2019.

Berita Rajawali-Pada Hari Senin tanggal 18 November 2019,jam 08.00 sampai jam 12.00 WIB Diadakan Pelatihan Handicraft yaitu membuat kerajinan tangan dari tali kurt & kaus kaki stoking untuk menjadi bunga yang layak jual & menjadi penghasilan ekonomi kreatif tambahan oleh Ibu-ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Kauman Jalan Brawijaya Nomor 46,yang dibuka oleh Bapak Kepala Kelurahan Kauman bertempat di Kelurahan Kauman yang diikuti oleh 35 orang,yang dilatih oleh Ibu Luluk dari Kelurahan Surodinawan yang kesemua bahannya difasilitasi oleh pihak Kelurahan Kauman.Hasil yang diperoleh antara lain tas,vas bunga & lain-lain yang hendak dipasarkan dalam situs online maupun lainnya.untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali)..

Senin, 02 Desember 2019

DITUTUP KOLOSAL MOJOPAHIT BABAGAN I

MOJOKERTO KOTA-Event bergengsi Mojospekta 2019 yang diselenggarakan sejak 20-24 November,ditutup meriah dengan drama kolosal Mojopahit Babagan 1 & parade seribu meter batik.Kegiatan yang melibatkan 5 ribu orang tersebut,menjadi perhelatan terbesar & pertama bagi Pemkot Mojokerto menuju Kota Pariwisata.Sejak pagi,suasana Gelora A.Yani.Magersari,telah terpadati ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat.Dengan memakai kostum tradisional Majapahit,lengkap beserta asesoris yang melekat,para peserta telah siap untuk berunjuk kebolehan di hadapan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari beserta suami,Supriyadi Karima Saiful,DPRD Kota Mojokerto,sponsorship,Forkopimda,OPD,serta tamu undangan lainnya.Drama Kolosal Mojopahit Babagan 1,menceritakan tentang dinobatkannya Pangeran Wijaya sebagai raja di Kerajaan Majapahit,dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka,atau bertepatan dengan tanggal 12 November 1293.Drama yang dimusikalisasi oleh Memet Chairul Slamet,menjadi acara pembuka pagi ini."Ini merupakan teater kolosal Majapahit yang dikemas secara serial.Untuk tahun ini,menceritakan kemenangan Jayawardhana,& di tahun depan ceritanya akan beda lagi namun masih berkesinambungan,"kata Ning Ita,sappan akrab Walikota saat pagelaran Mojospekta,Minggu (24/11).Melihat antusias ribuan warga Kota Mojokerto dalam pagelaran Mojospekta,Minggu (24/11),Ning Ita mengucapkan terima kasih atas keterlibatan semua elemen masyarakat baik dari pelajar,sponsorship,hingga instansi pemerintah & swasta."Ini akan menjadi motivasi kami dalam menggelar kegiatan yang serupa dengan melibatkan unsur masyarakat,"imbuhnya.Usai penampilan drama kolosal Mojopahit Babagan 1,ribuan orang telah siap membentangkan kani batik sepanjang  seribu meter.Pemberangkatan parade kain batik Majapahit dengan 120 motif ini,dimulai dari Gelora A.Yani,Magersari menuju Alun-alun Kota Mojokerto,Prajurit Kulon.Tepat di garis finish,para peserta parade disambut dengan alunan Macapat."Serangkaian kegiatan selama 5 hari ini,merupakan prioritas Kota Mojokerto menjadi Kota pariwisata.Nah,karena destinasi wisata mungkin belum terbangun,sembaru mengarah ke sana,melalui event pariwisata inilah yang terus kami gencarkan.Dan kebetulan,bulan November ini adalah bulan Mojopahit,kami ingin mensinergikan itu dengan tema besarnya Spirit Of Majapahit,"jelas Ning Ita.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,25 November 2019).

FESTIVAL 5000 LAYAH DAN DZIKIR KEBANGSAAN,EVENT PEMERSATU UMAT BERAGAMA.

MOJOKERTO KOTA-Festival 5000 Layah dan Dzikir Kebangsaan,berhasil menyedot perhatian masyarakat Kota Mojokerto.Kegiatan rutin yang diselenggarakan pemerintah kota tersebut,mampu menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di Bumi Majapahit,Jumat (22/11).Sejak pagi,warga Kota Mojokerto berkumpul di Lapangan Raden Wijaya,Kelurahan Surodinawan,Kecamatan Prajurit Kulon,Kota Mojokerto,menunggu kirab gunungan tumpeng yang akan diperebutkan.Tumpeng setinggi kurang lebih 2 meter tersebut,berisi hasil bumi yang sudah diolah,serta jajanan tradisional.Festival 5000 Layah dan Dzikir Kebangsaan ini,turut dihadiri Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria,forkopimda,organisasi perangkat daerah (OPD),forum kerukunan umat beragama (FKUB),dan warga Kota Mojokerto yang berasal dari berbagai elemen.Untaian zikir kebangsaan dipandu langsung oleh KH Faqih Usman selaku Ketua FKUB Kota Mojokerto dan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Kiai Nurhadi atau akrab disapa Mbah Bolong.Dan sebagai bentuk toleransi,hadir pula suster Marsiana dari SD Katolik Wijaya Sejati,serta umat beragama lainnya.Cak Rizal,sapaan akrab wawali kota mengatakan,Festival 5.000 Layah dan Dzikir Kebangsaan merupakan kegiatan rutin Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.Acara ini,merupakan salah satu rangkaian dari event bengengsi "Mojospekta 2019-Sepasar Nyang Kutho Mojokerto"yang telah berlangsung sejak 20 November 2019."Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sebagai wujud syukur atas segala kenikmatan yang diperoleh.Sekaligus,sebagai sarana silahturahmi pemerintah kota bersama seluruh umat beragama dan berbagai elemen masyarakat di Bumi Majapahit"katanya.Melalui kegiatan ini,diharapkan semangat perjuangan generasi milenial,khususnya sikap menghargai satu sama lainnya dapat terus terjaga selayaknya menjaga NKRI."Saya sangat berterima kasih kepada seluruh perwakilan umat beragama yang sudah hadir.Ini membuktikan bahwa Kota Mojokerto merupakan kota toleransi antar umat beragama yang patut dijaga"imbuhnya.(Dikutip Radar Mojokerto,24 November 2019).

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI LANGGAR WAKAF "SAHIDUR ROHMAN"RW 03 KELURAHAN KAUMAN KOTA MOJOKERTO.

Berita Rajawali-Pada hari Sabtu (23/11),bertempat di Musholla/Langgar Waqof Syahidur Rohman,Kradenan gang 3,RW.03,Kelurahan Kauman,Kecamatan Prajurit Kulon,Kota Mojokerto tengah berlangsung acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriyah,yang dihadiri oleh smua warga Kradenan RW.03.Acara tersebut juga merupakan kegiatan pamungkas dalam memperingati Maulid Nabi tahun ini yang diperingati dengan begitu meriah & gegap gempita,ditampilkan juga seni qasidah moderen oleh santri maupun santriwati dari Tapas Al Hikmah yang dipimpin oleh Ustadzah Siti Khadijah Ba'abud (Umi Ijah) serta tausiyah oleh KH Akad Sujadi dari Jombang.Di akhir acara diadakan kuis & diakhiri dengan perebutan aneka makanan kecil yang digantungkan oleh semua jamaah yag hadir saat itu.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).

KIM RAJAWALI MENYAKSIKAN MOJOBATIK FESTIVAL 2019 DI ALUN-ALUN KOTA MOJOKERTO TANGGAL 23 NOVEMBER 2019.

Berita Rajawali-Pada hari Sabtu (23 November),jam 18.00 sampai dengan selesai tengah berlangsung acara MOJOBATIK FESTIVAL 2019.Acara yang dihelat oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pariwisata,Pemuda & Olahraga/Disporabudpar ini merupakan rangkaian dari MOJOSPEKTA dalam rangka mempromosikan Kota Mojokerto sebagai Kota tujuan pariwisata yang layak untuk diperhitungkan,sesuai dengan pidato dari Ibu Walikota Mojokerto.Dalam kesempatan itu pula hadir Ketua Dekranasda Jawa Timur,Ibu Arumi Bachsin Emil Dardak yang turut memberikan sambutannya serta sempat berjalan diatas karpet merah bersama Ning Ita,Ibu Walikota yang membuat takjub semua yang hadir menyaksikan disepanjang jalan.Penonton yang hadir saat itu sangatlah banyak,bahkan berasal juga dari luar kota demi menyaksikan acara yang sensasional yang pertama kali diadakan di era kepemimpinan Walikota Perempuan pertama ini.Dengan mengusung motif "SISIK GRINGSING"yaitu motif khas peninggalan Kerajaan Majapahit ditampilkan dengan anggun di karpet merah oleh para peragawan & peragawati yang juga dibuat oleh desainer dari Kota Onde-onde yang sudah mendunia.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).

Parade 1.000 Meter Batik Kota Mojokerto,Libatkan Puluhan Perajin,Usung 120 Motif Khas.

MOJOKERTO KOTA-Gelaran Mojospekta yang bertanjuk Sapasar Nang Kuto Mojokerto telah berakhir.Event yang digelar selama lima hari tersebut cukup menarik dengan menggelar parade 1.000 meter batik khas Kota Onde-Onde.Keriuhan terjadi di pusat Kota Mojokerto kemarin.Ya bertepatan dengan hari Minggu Pon (pasaran Jawa).Tak kalah meriahnya saat hari pembukaan,agenda penutupan tak kalah memikat.Digelar di Gelora A.Yani,Kota Mojokerto puncak agenda itu digelar dengan suguhan seri kolosal Mojopahit Babagan I.Markas dari tim Badai Biru- julukan Persem FC-itu seakan menjadi saksi atas lahirnya Kerajaan Majapahit.Sebuah kerajaan yang kelak menjelma dengan memiliki wilayah kekuasaan hingga melebihi Nusantara saat ini.Namun,untuk bisa menyaksikan kejayaan yang pernah dipimpin Raja Hayam Wuruk itu,para penonton harus bersabar.Bersabar menyaksikan seri kolosal yang bakal kembali digelar tahun depan.Sesaat setelah kolosal Mojopahit Babagan I berakhir,perhatian ratusan penonton yang hadir tertuju pada parade seribu meter batik.Ya karya yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya di tanah air itu dengan membentangkan kain batik hingga 1.000 meter atau 1 kilometer (Km).Kain batik tersebut diacak mulai dari Stadion A.Yani menuju Alun-Alun Kota Mojokerto.Parade yang kali pertama di gelar di Kota Mojokerto itu pun cukup menarik partisipasi masyarakat.Setidaknya,lembaran kain batik tersebut dibentangkan mulai dari warga umu,pelajar,hingga wisatawan.Walikota Ika Puspitasari,menjelaskan,digelarnya parade seribu meter batik tersebut bertujuan lebih mengenalkan secara luas karya batik khas Kota Mojokerto.Dia menyebutkan,perkembangan pembatik di Kota Mojokerto kian hari kian mengalami peningkatan yang signifikan.Ning Ita,sapaan Walikota,menyebutkan,pada awal kemunculan batik di Kota hanya berkisar 7 perajin.Namun,saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat."Dengan event yang kita selenggarakan ini merupakan bentuk apresiasi kepada mereka (perajin batik).Karena mereka mempercayakan diri untuk menggantungkan ekonomi dari dunia batik,"paparnya.Setidaknya,parade seribu meter batik tersebut melibatkan 6 usaha kecil & menengah /UKM & lebih dari 87 perajin batik lokal se-Kota Mojokerto.Dari bentangan 1.000 meter kain itu juga terbubuhkan karya sebanyak 120 macam motif batik.Orang nomor satu di lingkup pemkot ini menyebutkan dari ratusan motif tersebut,sebagian di antaranya bahkan telah dipatenkan menjadi karya batik khas Kota Mojokerto.Termasuk motif Sisik Grising yang dijadikan untuk tema Mojobatik Festival 2019 ini.Selain itu juga terdapat motif Bunga Matahari yang dijadikan pakaian khas daerah."Ada 19 yang sudah kita patenkan"tandasnya.Selain itu,beberapa motif yang telah hak patennya dimiliki oleh Kota Mojokerto adalah: -Motif Alas Mojopahit.
-Mrico Bolong
-Koro Renteng
-Lerek Kali
-Rawan Kloso
-Surya Mojopahit
-Bunga Matahari
-Daun Talas
-Kawung ceprot
-Mahkota Mojopahit
-Rawan Anggrek
-Satrio Manah
-Tepang Bulan
Serta sejumlah motif batik lainnya.Ning Ita menyebutkan,ke depan motif-motif yang berasal dari penggalian warisan budaya akan kembali patenkan supaya menjadi ciri khas dari Kota Mojokerto."Karena batik ini tidak hanya urusan ekonomi saja,tetapi memiliki filosofi yang cukup besar.Karena merupakan bagian dari budaya yang wajib kita lestarikan"pungkasnya (Dikutip Radar Mojokerto,25 November 2019).

Binrohtal 769:Gembira Jadi Umat Nabi.

Saat ngaji salat Duha di masjid Polres Jombang,Kamis (7/11),KH Alimul Huda dari Bangkalan menjelaskan pentingnya bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad SAW."Rasulullah SAW sangat sayang pada kita umatnya.Kelak di akhirat Rasulullah bahkan sampai empat kali mencari umatnya yang tersisa di neraka untuk dijemput masuk surga"tuturnya.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Attaubah 128.Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri,berat terasa olehnya penderitaanmu,sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu,amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.Ketika mengetahui umatnya ada yang dimasukkan neraka,Rasulullah bahkan sampai rela sujud kepada Allah.Rasulullah tidak mengangkat kepala sebelum orang tersebut dibebaskan dari neraka.Saking sayangnya nabi kepada umatnya,ketika sakit tiga hari sebelum wafat,yang terucap dari bibit nabi adalah umatku,umatku,umatku.Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam.Tidak hanya sayang pada manusia,namun juga kepada hewan.Suatu ketika ada pemburu yang membawa kijang hasil buruan.Kijang itu ternyata memanggil-manggil nabi.Nabi pun lantas mendekatinya.Kijang itu cerita,dia punya anak yang harus disusui.Kijang minta tolong agar dilepaskan agar bisa menyusui anaknya.Usai menyusui,dia akan kembali menyerahkan diri kepada si pemburu.Nabi lantas menyampaikannya pada si pemburu.Nabi lantas menyampaikannya pada si pemburu.Nabi minta agar si kijang dilepaskan demi menyusui anaknya.Si pemburu pun tanya,apa jaminannya jika kijang itu tidak kembali?Rasulullah pun menyatakan diri sebagai penjamin.Jika kijang tak kembali,maka Rasulullah akan membayar seharga kijang tersebut.Esoknya kijang tersebut ternyata benar-banar kembali.Nabi pun bertanya,kenapa si kijang menepati ucapannya.Si kijang menjawab dia menepati ucapannya karena tidak mau menerima laknat Allah sebagaimana orang-orang yang ketika disebut nama nabi tak mau membaca salawat.Karena welasnya,nabi lantas membeli kijang tersebut dari si pemburu kemudian melepaskannya agar bisa menyusui anaknya.Kepada tumbuhan,nabi juga sangat sayang.Ketika belum punya mimbar,nabi khutbah bersandar pohon.Ketika sudah punya mimbar,pohon pun ditinggal.Di luar dugaan,si pohon menangis rindu ingin dipegang nabi.Nabi pun akhirnya menjadikannya tongkat sehingga tetap dipegang selama khutbah.Pohon pun akhirnya gembira.Hewan dan pohon pun dibuat gembira oleh nabi.Apalagi kita umatnya.Maka kita pun harus meneladani dengan membuat gembira siapa saja.(Dikutip Radar Jombang,25 November 2019).

Label : KEGIATAN