Jumat, 28 Juni 2019
GEGAP GEMPITA KIRAB "MOJOBANGKIT" DALAM RANGKA H.U.T KOTA MOJOKERTO YANG KE-101 TAHUN 2019
Berita Rajawali-Pada hari Kamis (27/6),jam 08.00 WIB pagi sampai dengan selesai,bertempat di depan Rumah Dinas Walikota Mojokerto diadakan acara "Kirab Mojobangkit" dalam rangka H.U.T Kota Mojokerto yang ke-101.Acara yang digawangi oleh Disporabudpar Kota Mojokerto tersebut mengusung tema "Spirit Of Majapahit",terdiri dari 3 fase,yaitu masa kerajaan Mapahit,masa perang kemerdekaan & masa sekarang yang mampu menyedot animo masyarakat cukup besar,baik yang berasal dari dalam maupun luar Kota Mojokerto di pagi hari yang cerah tersebut melalui rute antara lain : - Start Jalan Hayam Wuruk,Jakan Letkol Sumarjo,Jalan Residen Pamuji,& Finish,Jalan Gajah Mada,depan Kantor Walikota Mojokerto yang dilanjutkan dengan acara yang tak kalah spektakuler & mungkin pertama kali ada di Kota Mojokerto,yaitu TARI NGREMO MASSAL yang diikuti oleh semua lapisan masyarakat pada jam 10.01 menit dengan penari utama sbanyak 101 orang bertajuk "MOJONGREMO".Pada saat itu juga Ibu Walikota beserta Bapak,Wawali beserta Ibu & segenap Forkopimda ikut menarikan tarian khas Jawa Timur yang bermakna sebagai simbol ucapan "Selamat Datang"..Tak lupa dalam acara yang diikuti oleh berbagai etnis & budaya yang telah teralkulturasi sehingga menciptakan harmoni tersebut diliput oleh media cetak maupun elektronik berlangsung dengan sukses yang luar biasa.DIRGAHAYU KOTA-KU TERCINTA,ALLAH S.W.T ALWAYS BLESS YOU ALWAYS! (Ditulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).
MOJOKERTO PUNYA CERITA : DI BALIK TERBENTUKNYA KOTA MOJOKERTO,DIDIRIKAN UNTUK HUNIAN WARGA EROPA.
MOJOKERTO KOTA- Pembangunan Kota Mojokerto terdapat tiga (3) kepentingan.Yuhan menyebutkan:
1 Adalah Pemerintahan lokal di bawah Bupati Tjondronegoro.Karena pada saat itu berencana memindahkan keratonnya.Pasalnya,keraton yang berada di Kauman,Sooko Lor sudah tidak lagi aman akibat banjir Sungai Brangkal.Sehingga dibutuhkan kota baru sebagai pusat pemerintahan yang tentu aman dari banjir."Untuk mengatasi banjir itu,jelas bisa serahkan pada ahlinya.Yaitu,orang Belanda,imbuhnya.
2. Kepentingan berikutnya adalah dari Eschauzier.Pengusaha berkebangsaan Belanda tersebut tentu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang mendukung bisnisnya.Sebagai invetor,kata Yuhan,Eschauzier telah memiliki konsep untuk mengembangkan usahanya di daerah sekitar Sungai Brantas.Dengan asumsi,biaya yang digunakan untuk membangun kota diperkirakan akan mudah tertutup jika mendapatkan kemudahan dari pemerintahan kolonial maupun pemerintahan lokal."Sumbangan biaya yang dikeluarkannya (Eschauzier) jelas tidak gratis,karena ada konsesi lahan yang bisa didapatkan guna meningkatkan bahan baku produksi pabriknya"tandasnya.
3. Sedangkan Kepentingan Ketiga dari pembangunan Kota Mojokerto tentu adalah kepentingan pemerintahan Belanda.Sebab,kolonial ingin menegakkan bendera kekuasaan di kawasan jajahannya.Dengan bekerja sama dengan pemodal,maka kas negara akan cepat terisi.Belanda menyerahkan urusan tanah dan tenaga kerja ke bupati dan jajaran di bawahnya."Sementara pemerintah kolonial cukup menyiapkan kerangka aturannya yang menguntungkan investor dan memudahkan aparat dalam bekerja"ulasnya.
Tahun 1838 Mojokerto resmi jadi pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto menggantikan Kadipaten Japan.Tiga kepentingan itu lah menjadi awal mula keberadaan Kota Mojokerto saat ini.Namun,di sisi lain juga ada pihak yang harus dikorbankan.Tak lain,adalah pihak rakyat jelata yang sawahnya disewa murah oleh pengusaha.Tak hanya itu,tenaganya juga diperas lewat kekuasaan aparat pribumi."Sebagian dari para jelata itu mungkin saja digusur dari tanahnya untuk kepentingan pendirian kota"tambahnya.Pemerintahan kolonial juga membuat kawasan khusus bagi warga keturunan Tionghoa yang diberi status kasta kedua.Mereka ditempatkan pada kawasan pecinan yang terletak di jalur utama Jalan Kediri atau kini berganti menjadi Jalan Majapahit.(Di kutip dari Radar Mojokerto,27 Juni 2019).
1 Adalah Pemerintahan lokal di bawah Bupati Tjondronegoro.Karena pada saat itu berencana memindahkan keratonnya.Pasalnya,keraton yang berada di Kauman,Sooko Lor sudah tidak lagi aman akibat banjir Sungai Brangkal.Sehingga dibutuhkan kota baru sebagai pusat pemerintahan yang tentu aman dari banjir."Untuk mengatasi banjir itu,jelas bisa serahkan pada ahlinya.Yaitu,orang Belanda,imbuhnya.
2. Kepentingan berikutnya adalah dari Eschauzier.Pengusaha berkebangsaan Belanda tersebut tentu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang mendukung bisnisnya.Sebagai invetor,kata Yuhan,Eschauzier telah memiliki konsep untuk mengembangkan usahanya di daerah sekitar Sungai Brantas.Dengan asumsi,biaya yang digunakan untuk membangun kota diperkirakan akan mudah tertutup jika mendapatkan kemudahan dari pemerintahan kolonial maupun pemerintahan lokal."Sumbangan biaya yang dikeluarkannya (Eschauzier) jelas tidak gratis,karena ada konsesi lahan yang bisa didapatkan guna meningkatkan bahan baku produksi pabriknya"tandasnya.
3. Sedangkan Kepentingan Ketiga dari pembangunan Kota Mojokerto tentu adalah kepentingan pemerintahan Belanda.Sebab,kolonial ingin menegakkan bendera kekuasaan di kawasan jajahannya.Dengan bekerja sama dengan pemodal,maka kas negara akan cepat terisi.Belanda menyerahkan urusan tanah dan tenaga kerja ke bupati dan jajaran di bawahnya."Sementara pemerintah kolonial cukup menyiapkan kerangka aturannya yang menguntungkan investor dan memudahkan aparat dalam bekerja"ulasnya.
Tahun 1838 Mojokerto resmi jadi pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto menggantikan Kadipaten Japan.Tiga kepentingan itu lah menjadi awal mula keberadaan Kota Mojokerto saat ini.Namun,di sisi lain juga ada pihak yang harus dikorbankan.Tak lain,adalah pihak rakyat jelata yang sawahnya disewa murah oleh pengusaha.Tak hanya itu,tenaganya juga diperas lewat kekuasaan aparat pribumi."Sebagian dari para jelata itu mungkin saja digusur dari tanahnya untuk kepentingan pendirian kota"tambahnya.Pemerintahan kolonial juga membuat kawasan khusus bagi warga keturunan Tionghoa yang diberi status kasta kedua.Mereka ditempatkan pada kawasan pecinan yang terletak di jalur utama Jalan Kediri atau kini berganti menjadi Jalan Majapahit.(Di kutip dari Radar Mojokerto,27 Juni 2019).
Rabu, 26 Juni 2019
PASAR KOTA MOJOKERTO BAKAL DIPASANG VIDEOTRON,CEGAH SPEKULAN MAINKAN HARGA DAGANGAN.
MOJOKERTO-Dorongan kalangan legislatif agar Pemkot Mojokerto melengkapi sarana teknologi berupa situs laman internet khusus updating harga-harga sembako agaknya disikapi positif Disperindag.Sebab,instansi yang juga pengelola pasar itu telah memiliki sarana serupa,namun bakal ditambah dengan media informasi lain berupa videotron.Kalangan Dewan menilai masyarakat perlu mendapatkan informasi perkembangan harga bahan-bahan pokok yang ter up-date.Mengingat,kebutuhan harga pangan sekarang ini cenderung fluktuatif.Terlebih,ketika terjadi momen pergantian musim maupun tematik lainnya,seperti bulan puasa,Lebaran,hingga akhir tahun.Untuk itu,dianggap mendesak dibuat sarana informasi berupa media atau situs internet yang memajang perkembangan harga.Baik per hari maupun per bulan,dilengkapi grafik penurunan & kenaikan harga.Selain dapat dilakukan pemantauan harga bagi instansi terkait,juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebelum bertransaksi jual beli.Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian & Perdagangan/Disperindag Kota Mojokerto,Ganesh P.Kresnawan mengakui mendukung dorongan Dewan untuk up-grading harga bahan pokok diketahui masyarakat secara lebih cepat & tepat.Hal itu,kata dia,bakal memudahkan masyarakat dalam menentukan pilihan sebelum berbelanja."Kami mendukung usulan itu.Karena penginformasian tersebut sebenarnya sudah dilakukan melalui website yang dikoordinir Pemprov Jatim,"ungkapnya kemarin.Dijelaskannya,website terkait informasi harga bahan pokok telah dibuat di tingkat Jatim oleh Pemprov,bernama : Sistem Informasi Sistem Perkembangan Bahan Poko/Siskaperbako.laman itu,kata dia,selalu diperbaharui setiap harinya oleh petugas Disperindag yang diinput server ke laman itu sendiri."Perkembangan harganya terpantau setiap hari.Karena selalu input setiap hari & setiap bulan.Jadi,itu harga riil dilapangan,"jelas dia.Disinggung terkait dorongan Dewan agar Pemkot membuat laman internet tersendiri,Ganesh mengaku akan lebih efektif & efisien jika menggunakan website yang sudah ada.Karena di,Siskaperbako,pantauan harga sudah menjangkau 2 pasar utama,Pasar Tanjung Anyar & Pasar Prajurit Kulon."Kami kira lebih efektif & efisien menggunakan yang ada.Karena di situ sudah lengkap,mulai harga tiap hari,grafik harga per minggu,perbulan,Hingga data-data lainnya.Kalau per pasar dilengkapi web site bisa dimanfaatkan para spekulan bahan pokok,"jelas dia.Meskipun begitu,pihaknya mengapresiasi masukan kalangan Dewan.Sebab,hal itu sejalan dengan rencana pengembangan sistem Informasi harga bahan pokok yang akan di lakukan Disperindag Kota Mojokerto.Itu sejalan dengan sejumlah pasar tradisional di Kota Mojokerto yang tahun ini mulai digarap."kami akan lengkapi videotron yang memuat daftar harga bahan pokok.Sebelum masuk orang bisa mengetahui harga-harga.Kalau sekarang ada TV besar di Pasar Tanjung Anyar,"pungkas Dia.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Rona Kota,26 Juni 2019).
Selasa, 25 Juni 2019
WALI KOTA MOJOKERTO TINJAU PELAKSANAAN PPDB TAHUN AJARAN 2019/2020,NING ITA:KOTA MOJOKERTO SIAP PPDB ONLINE 2019.
MOJOKERTO-Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Mojokerto sudah dimulai sejak Senin (24/6).Untuk itu Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung pelaksanaan PPDB di SMPN 1 Kota Mojokerto,Jl Gajah Mada 143 Kota Mojokerto.Ning Ita meninjau pelaksanaan PPDB dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid dan jajarannya Ning Ita menyampaikan bahwa pelaksanaan PPDB di Kota Mojokerto pada hari pertama berjalan dengan lancar."Alhamdulillah PPDB pada hari pertama di Kota Mojokerto lancar,Berjalan dengan baik tidak ada kegaduhan,semua bisa terlayani dengan baik.Saya juga melihat kekhawatiran dari orang tua khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah ini"kata Ning Ita.Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan penerapan zonasi di Kota Mojokerto adalah mengacu pada Pemerintahan No 51 Tahun 2018."Tujuan dari zonasi adalah pemerataan di seluruh layanan pendidikan atau sekolah-sekolah supaya tidak ada lagi bahasanya sekolah favorit dan tidak favorit"jelas Ning Ita.Ning Ita juga menyampaikan,Pemkot akan mendukung upaya itu sekaligus akan men-supprot dengan program terkait infrastruktur.Masih kata Ning Ita,pembangunan infrastruktur pendidikan juga menjadi prioritas termasuk meningkatkan kualitasnya bagi yang belum terstandard atau kurang layak."Terkait guru,melalui Dinas Pendidikan akan melakukan rotasi-mutasi supaya kualitas guru bisa merata di seluruh sekolah yang ada di Kota Mojokerto"jelas Ning Ita.Terkait jumlah sekolah yang ada sudah memadai sesuai dengan jumlah warga usia sekolah.Ning Ita menambahkan,Dinas Pendidikan telah menyediakan posko pengaduan untuk pelayanan PPDB di Kota Mojokerto.Pihak Telkom Kota Mojokerto juga telah menjamin selama PPDB Online pada tanggal 2 sampai 5 Juli mendatang server akan dapat diakses dengan baik sebagaimana PPDB Online tahun-tahun sebelumnya.(Dikutip Radar Mojokerto,26 Juni 2019).
Minggu, 23 Juni 2019
PERMULAAN KEGIATAN DI CAR FREE DAY 2,PASCA IDUL FITRI.
Berita Rajawali -:Pada Hari Minggu,23 Juni 2019 mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan selesai di Alun-alun Kota Mojokerto tergelar acara Permulaan Kegiatan di Car Free Day 2 Pasca Hari Raya Idul Fitri.Kegiatan tersebut dibuka dengan Senam Pagi Bersama yang diikuti oleh semua komunitas senam yang ada di Kota Mojokerto yang di pagi hari yang cerah tersebut juga untuk berhalal-bihalal sekaligus untuk membakar lemak sesudah menyantap hidangan Lebaran yang sudah pasti enak & mungkin mengandung kolesterol.Dalam kesempatan itu pula hadir Bapak Wakil Walikota Mojokerto,Achmad Rizal Zakaria didampingi oleh Bapak Kabid P.I.K,Agus Triatno juga rekan dari Gema Media.Adapun pesan yang disampaikan oleh Bapak Wawali agar semua warga baik dari Kota Mojokerto & sekitarnya bisa menggunakan fasilitas ini,asal tetap menjaga kebersihan.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).
IKUTI FUN BIKE 101 KOTA MOJOKERTO,SEHAT TANPA NARKOBA,MENUJU INDONESIA EMAS.NING ITA:SERUKAN SINERGRITAS PEMBANGUNAN.
MOJOKERTO KOTA-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengikuti fun bike yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto bekerja sama dengan Polres Mojokerto Kota dan BNN Kota Mojokerto pada Sabtu (22/6) pagi.Acara ini sekaligus menjadi bagian dari Peringatan Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto,Hari Bhayangkara Ke-73 dan Hari Antinarkoba International (HANI) 2019.Kantor Polres Mojokerto Kota di Jalan Bhayangkara menjadi titik garis start peserta fun bike dan berakhir finis di Lapangan Raden Wijaya Jalan Surodinawan Kota Mojokerto.Sebelum memulai fun bike,Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dani Setiyono menyampaikan,bahwa dengan mengikuti fun bike bertujuan untuk mendapatkan kesehatan."Serta untuk sarana silahturahmi,solidaritas dan sinergi,agar seluruh stakeholder di Kabupaten dan Kota Mojokerto.Serta kondisi sosial yang semakin kuat antara masyarakat dan pemerintahan"kata Sigit.Dalam kesempatan ini,Ning Ita memimpin bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto untuk mengucapkan Deklarasi Antinarkoba.Sebagaimana diucapkan dalam deklarasi ini,Ning Ita selaku wali kota bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan,penyalahgunaan,dan peredaran gelap narkotika demi Kota Mojokerto bebas narkotika.Ning Ita juga memberikan apresiasi yang setinggi -tingginya kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini."Kegiatan hari ini adalah kegiatan sinergi dari mulai Polri,Pemerintahan Kota dan BNN.Ini adalah wujud sinergi,kolaborasi,serta solidaritas yang luar biasa di jajaran elite pemerintahan"tutur Ning Ita.Ning Ita yang hadir bersama sang suami Supriyadi Karima Saiful,juga berharap sinergritas dan solidaritas yang ada dapat menjadi teladan bagi masyarakat Kota Mojokerto.Masih dalam sambutannya,Ning Ita mengatakan,bahwa banyak agenda pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintahan."Tentu program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah juga yang menjadi tugas dan fungsi dari kepolisian dan BNN bisa terlaksana dan terwujud dengan baik jika masyarakatnya selalu nyaman,damai dan guyub rukun.Maka,kerukunan dan kekeluargaan yang ada di Kota Mojokerto adalah tanggung jawab kita bersama,kita harus bersatu padu menjaga kesatuan karena NKRI adalah harga mati"pungkas Ning Ita.Fun bike mengambil rute sepanjang 17 km dari Jalan Bhayangkara-Jalan Majapahit Selatan-Jalan Penarip-Jalan Brawijaya-Jalan Hayam Wuruk-Jalan Gajah Mada-Jalan Pahlawan-Jalan Raden Wijaya-Jalan Surodinawan ini juga diikuti oleh Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria,jajaran Forkopimda Kota Mojokerto,Sekretaris Daerah Kota Mojokerto,serta para bikers Mojokerto.Pada tahun 2019 ini :
-Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto mengambil tema:MAJU MELANGKAH BERSAMA UNTUK KOTA MOJOKERTO YANG BERDAYA SAING DAN MANDIRI.
-Hari Antinarkotika Internasional Tahun 2019,bertema:MILENIAL SEHAT TANPA NARKOBA MENUJU INDONESIA EMAS.
-Hari Bhayangkara Ke- 73,bertema:DENGAN SEMANGAT PROMOTER,PENGABDIAN POLRI UNTUK MASYARAKAT,BANGSA DAN NEGARA.(Dikutip Radar Mojokerto,23 Juni 2019).
-Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto mengambil tema:MAJU MELANGKAH BERSAMA UNTUK KOTA MOJOKERTO YANG BERDAYA SAING DAN MANDIRI.
-Hari Antinarkotika Internasional Tahun 2019,bertema:MILENIAL SEHAT TANPA NARKOBA MENUJU INDONESIA EMAS.
-Hari Bhayangkara Ke- 73,bertema:DENGAN SEMANGAT PROMOTER,PENGABDIAN POLRI UNTUK MASYARAKAT,BANGSA DAN NEGARA.(Dikutip Radar Mojokerto,23 Juni 2019).
Jumat, 21 Juni 2019
PERINGATAN HARI JADI Ke-101 KOTA MOJOKERTO,UPACARA,LALU ZIARAH TOKOH DAN ULAMA.
MOJOKERTO-Rangkaian Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto telah mencapai puncaknya.Tepat di hari lahir Kota Onde-Onde,Kamis (20/6) kemarin.Pemkot Mojokerto menggelar berbagai kegiatan.Agenda tersebut diawali upacara yang dipimpin Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Gelora A.Yani.Hadir dalam kegiatan tersebut Wawali Achmad Rizal Zakaria,Ketua berserta anggota DPRD Kota Mojokerto,jajaran forum kominikasi pimpinan daerah (Forkopimda).Beserta seluruh ASN di lingkungan Pemerintahan Kota Mojokerto.Selain itu,juga turut dihadiri para pimpinan organisasi kemasyarakatan,organisasi sosial dan keagamaan se-kota.Ika Puspitasari menyampaikan beberapa prestasi yang telah diraih di tahun pertama kepemimpinannya.Pihaknya juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pembangunan Kota Mojokerto.Ning Ita berharap,seiring bertambahnya usia Kota Mojokerto,sinergi antara pemkot dengan seluruh elemen masyarakat mampu membawa manfaat dan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi."Khususnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kita kepada masyarakat dan mewujudkan percepatan pembangunan di Kota Mojokerto yang tercinta ini"terangnya.Selepas upacara,wali kota melakukan pemotongan tumpeng dan melanjutkan kegiatan ziarah ke makam para tokoh dan ulama Kota Mojokerto.Di antaranya ke makam pejuang kemerdekaan KH Nawawi di kompleks makam Losari,kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.Selanjutnya ziarah berlanjut ke makam KH Sholeh (Moh.Ilyas) dan KH Ismail di pondok Asholichiyah di Penarip Gang 2,Kecamatan Kranggan,KH Achyat Chalimy di Jalan Wachid Hasyim dan Bupati Mojokerto pertama R.A.P Tjondronegoro di komplek makam Pekuncen,Kecamatan Prajurit Kulon.(Dikutip Radar Mojokerto,21 Juni 2019).
Kamis, 20 Juni 2019
HARI JADI PEMKOT MOJOKERTO KE-101,GELAR ZIKIR AKBAR.NING ITA:KEBERSAMAAN ADALAH KEKUATAN KITA.
MOJOKERTO-Gebyar Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto terus bergulir,Selasa (18/6),pemkot menggelar zikir Akbar di GOR Seni Mojopahit,Jalan Gajah Mada 149 Kota Mojokerto.Walikota Mojokerto Ika Puspitasari hadir didampingi suami,Suoriyadi Karima Syaiful.Turut hadir jajaran Forkopimda Kota Mojokerto,Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria & Ketua TP PKK Kota Nur Chasanah Achmad Rizal serta Sekdakot beserta Kepala OPD,Camat & Lurah se-Kota Mojokerto.Ning Ita menyampaikan,zikir akbar adalah momentum menyambut Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto & bermuhasabah."Saya ingin mengajak jajaran pemerntahan & seluruh masyarakat untuk berinstropeksi diri.Hal-hal baik apa yang pernah kita pertahankan & mana hal-hal yang harus segera diperbaiki,"katanya.Seperti tema hari jadi tahun 2019."Maju Melangkah Bersama untuk Kota Mojokerto yang Berdaya Saing & Mandiri",pihaknya mengatakan,semua warga Kota Harus bersama-sama,bersatu dalam harmonisasi yang indah.Saling mendoakan & saling menguatkan satu sama lain."Kebersamaan adalah kekuatan kita.Dengan demikian,diharapkan kita mampu menyelesaikan berbagai hambatan,tantangan,& persoalan dalam berbagai sektor pembangunan.Sehingga,kita mampu mewujudkan Kota Mojokerto yang lebih berdaya saing & mandiri diberbagai sektor,"tegas Ning Ita.Sebelum zikir akbar,Ning Ita mengingatkan semua jamaah untuk mengikuti zikir dengan penuh kekhidmatan & berdoa untuk keamanan & kedamaian Kota Mojokerto serta masyarakatnya akan terus guyub rukun.Ning Ita kembali memohon doa & dukungan dari warga agar para pemimpin daerah di Kota Mojokerto & seluruh ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto selalu diberi kekuatan & kemudahan dalam menjalankan amanah,mengabdi & menjalankan tugas pembangunan di Kota Mojokerto.Sementara itu,kemarin,Walikota Ika Puspitasari pada rabu (19/6) menghadiri Rapat Paripurna yang digelar oleh DPRD Kota Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto.Sidang Paripurna dipimpin secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto,Febriana Meldyawati.Selain dihadiri Walikota,Paripurna DPRD juga diikuti oleh perwakilan dari Kabupaten Mojokerto,& DPRD Kabupaten Mojokerto,jajaran Forkopimda Kota Mojokerto,Wakil Walikota Mojokerto,Sekretaris Daerah Kota Mojokerto,serta para staf ahli,Kepala OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto.Juga hadir Camat & Lurah se-Kota Mojokerto,Kepala Badan & Kantor Instansi Vertikal di Kota Mojokerto,anggota Forum Koordinasi pimpinan Kecamatan serta Kepala Sekolah SD & SMP di Kota Mojokerto.Ning Ita menyampaikan,rapat paripurna peringatan hari Jadi Ke-101 ini menjadi sangat istimewa karena para jajaran legislatif,eksekutif,beserta seluruh stakehoder bisa bersinergi guna melakukan refleksi demi mewujudkan cita-cita bersama,yaitu menjadikan kehidupan & masa depan masyarakat Kota Mojokerto yang lebih baik & berdaya guna & mandiri."Pada kesempatan yang baik ini perkenankan saya menyampaikan terima kasih & apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak.Baik pimpinan maupun anggota Dewan yang terhormat,aparatur pemerintah,juga seluruh elemen masyarakat Kota Mojokerto yang telah mendorong terbangunnya suasana yang kondusif di Bumi Mojopahit ini.Karena dalam suasana yang aman,tentram,damai & demokratis inilah,kita dapat melaksanakan tahapan pembangunan daerah kita dengan sebaik-baiknya,"kata Ning Ita.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Halaman 1,20 Juni 2019).
Rabu, 19 Juni 2019
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DI KOTA MOJOKERTO,SISTEM ZONASI UNTUK PEMERATAAN PENDIDIKAN.
Pemerintah Kota Mojokerto telah menetapkan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 di jenjang SDN dan SMPN dengan sistem zonasi.Zonasi bertujuan menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di Kota Onde-Onde.Wali Kota Ika Puspitasari,menegaskan petunjuk teknis (juknis) terkait sistem PPDB zonasi telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 35 Tahun 2019.Menurutnya,regulasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan & Kebudayaan ( Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018."Jadi,minimal 90% harus jalur zonasi.Sisanya 5% lagi untuk jalur perpindahan tugas orang tua," terangnya.Dia menyatakan,dalam sistem zonasi kali ini,penerimaan siswa akan mempertimbangkan kedekatan jarak antara sekolah tujuan dengan tempat tinggal sesuai Kartu Keluarga/KK.Dengan begitu,calon peserta didik yang memiliki rentang jarak paling dekat dengan sekolah memiliki peluang besar untuk diterima.Dari 3 Kecamatan di Kota Onde-Onde ditetapkan menjadi satu wilayah zona.Meski demikian,sebut Ning Ita,batas zonasi di Kota Mojokerto tidak dibuat kaku.Karena masih tetap memberi peluang bagi siswa luar kota.Khususnya yang ada di wilayah perbatasan,"Karena kita tidak menutup kemungkinan untuk menerima daerah tetangga yang berbatsan langsung dengan Kota Mojokerto,"tandasnya.Dia menyatakan,dengan diterapkannya sistem zonasi ini,maka diharapkan peserta didik yang diterima di 9 SMP Negeri Kota Mojokerto tidak terlalu jauh saat menempuh pendidikan.Dan yang tak kalah penting lagi,sesuai dengan roh yang diterbitkannya Permendikbud 51/2018,sistem zonasi bertujuan pemerataan pendidikan.Sebab,imbuh Ning Ita,PPDB zonasi mampu menghilangkan label sekolah yang selama ini dianggap favorit & non favorit.Sehingga dapat menimbulkan kesenjangan antara sekolah."Kalau dengan zonasi ini kan bisa lebih merata.Artinya,ketika ada siswa berprestasi pun kalau memang tidak masuk zonasi,dia tidak bisa memilih sekolah yang selama ini dikategorikan favorit,"tegasnya.Untuk mendukung percepatan pemerataan pendidikan tersebut,secara bertahap Pemkot Mojokerto juga akan fokus untuk meningkatkan infrastruktur sekolah.Ning Ita menyebutkan,infrastruktur merupakan salah satu yang menjadi program prioritas.Sebab,sesuai 'mandatoris spanding' yang diamanatkan undang-undang,APBD harus memenuhi 25% untuk bidang infrastruktur."Dan infrastruktur tidak hanya jalan & jembatan.Gedung sekolah juga bagian dari infrastruktur,"tandasnya.Oleh karena itu,pemkot melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto ke depan akan memetakan sekolah yang infrastrukturnya perlu dilakukan revitalisasi.Dengan harapan,selain pemerataan siswa dan tenaga pendidikan,infrastruktur juga akan disamaratakan.(Dikutip Radar Mojokerto,19 Juni 2019).
RSUD dr.WAHIDIN SUDIRO HUSODO PERINGATI HARI JADI KE-101 KOTA MOJOKERTO,TINJAU OPERASI BIBIR SUMBING GRATIS,NING ITA APRESIASI RSUD.
Mojokerto-Rangkaian acara dalam rangka Hari Jadi ke-10 Kota Mojokerto berlanjut dengan operasi bibir sumbing gratis yang di gelar oleh Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.Kegiatan operasi bibir sumbing yang berlangsung pada Selasa (18/6) ditinjau secara langsung oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria.Direktur RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto,dr.Sugeng Mulyadi menjelaskan,pada kegiatan ini akan dilakukan operasi bibir sumbing untuk 5 orang pasien."Ada 5 pasien.3 pasien diantaranya warga Kota Mojokerto,1 warga dari Kabupaten Mojokerto & 1 lagi dari Jombang,"jelas Sugeng.Pihaknya menambahkan,2 anak pasien bibir sumbing adalah bayi,usia 2,5 bulan & 3,5 bulan.Setibanya di RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo,Ning Ita & Cak Rizal menyapa orang tua para pasien operasi bibir sumbing.Ning Ita mendoakan agar operasi dapat berjalan dengan lancar."Semoga operasinya lancar & semua pasien juga segera sembuh,"kata Ning Ita.Salah satu orang tua pasien yang berbincang dengan Ning Ita adalah Nuryanto,orang tua dari pasien warga Kauman,Nuryanto merasa berbahagia mendapatkan pelayanan operasi gratis bagi putranya."Ini sudah operasi yang keempat bagi anak saya & sifatnya lebih pada perbaikan.Saya sangat berterima kasih kepada Pemkot & Rumah Sakit Umum karena membantu kami dengan operasi gratis ini,"ujar Nuryanto bahagia.Setelah menyapa para orang tua pasien operasi bibir sumbing,Ning Ita & Cak Rizal melanjutkan meninjau ruang operasi & ruang pasca operasi.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,19 Juni 2019).
Selasa, 18 Juni 2019
KOTA MOJOKERTO GALAKKAN PROKASIH,CIPTAKAN LINGKUNGAN SEHAT DAN BERSIH.
Pemkot Mojokerto terus gencar untuk menjaga kebersihan lingkungan.Salah satunya dengan menggalakkan Program Kali Bersih (Prokasih).Aksi kerja bakti untuk membersihkan sepanjang aliran sungai di Kota Onde-Onde itu bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.Prokasih merupakan program yang gagas oleh Pemkot Mojokerto di bawah pimpinan Wali Kota Ika Puspitasari.Agenda yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan ini merupakan upaya dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih.Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-101 Kota Mojokerto,Prokasih digelar serentak se-Kota Mojokerto,Minggu (16/6),Wali Kota didampingi Kepala DLH Ikromul Yasak turun langsung bergotong-royong membersihkan sungai di Jalan Empunala,Kecamatan Magersari Kota Mojokerto."Tidak hanya meninjau,kami juga turut membersihkan sungai dan rumput di sekitarnya"terang Ning Ita.Menurutnya setiap minggu pemkot secara rutin menggelar Prokasih.Tidak hanya melibatkan unsur DLH saja,melainkan juga lintas sektoral maupun stakeholder lainnya.Di antaranya pramuka,tagana,komunitas remaja,TNI-Polri,hingga seluruh elemen masyarakat bergerak bersama-sama."Harapannya seluruh masyarakat Kota Mojokerto bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar"tandasnya.Selain kebersihan,digelarnya Prokasih juga mampu membawa manfaat bagi warga Kota Mojokerto.Sebab,sebut Ning Ita wilayah yang dipimpinnya dikelilingi oleh sungai.Sehingga jika selalu terjaga kebersihannya,maka bisa terhindar dari musibah banjir.Tak kalah pentingnya juga menghindari dari paparan penyakit yang bersumber dari sanitasi yang kurang baik.Tak terkecuali Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengancam saat musim penghujan tiba.Sementara itu,Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak,menambahkan digulirkannya Prokasih juga dapat membantu dalam rangka penilaian Adipura tahun ini.Dia mengatakan,dengan saling gotong-royong,maka masyarakat akan terbiasa untuk kerja bakti menjaga lingkungan."Terutama kebersihan sungai dan tidak membuang sampah ke sungai"imbuhnya.Di sisi lain,Prokasih juga mensinkronkan pengadminisrasian Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada)."Tidak hanya masyarakat,tetapi lintas sektoral juga ikut terlibat karena merasa bertanggung jawab"pungkasnya.(Dikutip Radar Jombang,18 Juni 2019).
Langganan:
Postingan (Atom)
































