Saat ngaji usai Isya di Masjid Pesantren Tebuireng,Rabu (26/8),DR KH Ahmad Mustain Syaife Alhafid menjelaskan tafsir QS Alqasas 11-13."Ini menjelaskan skenario Allah dalam menyelamatkan bayi Musa alaissalam"tuturnya.Musa lahir di era Firaun yang membunuh semua bayi laki-laki.Setelah mendapat masukan dari ahli nujum bahwa akan lahir bayi laki-laki yang kelak akan menggulingkan kekuasaannya.Ketika bayi Musa lahir,Allah lalu memerintahkan ibunya agar memasukkannya ke kotak kemudian diceburkan ke sungai .Si ibu lantas menyuruh kakak perempuan Musa yang bernama Maryam mengikuti dari jauh.Untuk melihat kemana arus sungai membawa kotak itu."Maryam kakak Musa ini beda dengan Maryam ibu Nabi Isa"tegas Kiai Mustain.Ini menunjukkan dalam tradisi penamaan,sejak dulu memang ada tafaul.Yakni menanamkan anak dengan nama tokoh dengan harapan agar si anak menjadi seperti tokoh tersebut.Anak yang diberi nama Syafii,tentu diharapkan menjadi ahli fikih yang halal Quran sejak 9 tahun seperti Imam Syafii.Anak diberi nama Muhammad,harapannya punya akhlak baik seperti Nabi Muhammad.Tindakan sang kakak mengintai perjalanan kotak yang membawa Musa dari jauh ini bak aksi detektif.Si kakak lantas melihat kotak itu mengarah ke sungai yang menuju istana Firauan.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqasas 12,bayi Musa lantas hendak disusui oleh para selir istana.Namun Allah mencegah,sehingga Musa tak mau minum susu mereka.Si kakak lantas datang memberi saran,barangkali bayi itu mau disusui orang desa yang bersih.Ibu Musa pun akhirnya didatangkan ke istana.Ternyata Musa mau dia susui."Pantas saja.wong ibunya sendiri,"tegas Kiai Mustain.Semula,ibunya riwa-riwi dari rumah ke istana.Karena jauh,akhirnya izin membawa bayi Musa pulang.Dan ternyata,dibeloehkan,sehingga akhirnya Musa kembali ke rumah & disusui ibunya."Ini membuktikan kebenaran janji Allah,"paparnya.Saat melahirkan,si ibu sempat ragu membuang Musa ke sungai.Namun Allah berjanji akan mengembalikan Musa ke pangkuannya.Dan kini,benar-benar kembali."Bukan hanya kembali.Bayi Musa bahkan bisa menghidupi keluarganya,"terangnya.Atas jasa menyusui Musa,Firaun menggaji ibunya satu dinar/hari.Satu dinar ini setara Rp.2 juta.Ibunda Musa menyusui anaknya sendiri mendapatkan bayaran Rp.60 juta.Karena manut dengan perintah Allah untuk menceburkan bayi Musa ke sungai meski terasa berat."Jangan dikira ibu kalian melepas kalian ke pondok itu tidak berat.Pasti berat hatinya,seperti ibunda Musa.Kalian dilepas dengan harapan kelak Pasti berat hatinya,seperti ibunda Musa.Kalian dilepas dengan harapan kelak menjadi anak saleh,"urai kiai Mustain.Musa tumbuh menjadi orang hebat karena sejak bayi sudah berbakti kepada orang tua.bahkan bisa menghidupi keluarga."Skenario Allah memang luar biasa seperti itu.Musa dimasukkan sungai akhirnya masuk istana.Nabi Yusuf dibuang ke sumur.Di jual,lalu masuk istana,"jelasnya.Makanya bagi kita,yang penting adalah menurut skenario Allah.Waktunya ngaji,ya ngaji,waktunya salat,ya salat.Waktunya sekolah ya sekolah."Kalau kita sudah manut skenario Allah,nanti tinggal menunggu kejutan-kejutan dari Allah,"paparnya.Sebagaimana Musa yang sudah mendatangkan rezeki bagi keluarga sejak bayi,kalau ingin sukses & kaya,kita pun harus peduli pada orang tua.Mayoritas orang-orang hebat & kaya,selalu menyisihkan gajinya untuk orang tua.Meski si orang tua sudah kaya sekalipun.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,28 Agustus 2020).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar