Jumat, 28 Agustus 2020

BINROHTAL 939: DUA AMALAN BEBAS HISAB.

 Saat ngaji di Pesantren Fallahul Muhibbin Watugaluh,Diwek,KH Nur Hadi/Mbah Bolong selaku pengasuh menjelaskan 2 amalan istimewa.Khususnya agar terbebas dari hisab akhirat."Orang yang bebas hisab,bangun dari kubur akan langsung terbang ke surga,"tuturnya.Mbah Bolong lantas menyampaikan hadist Nabi Muhammad SAW yang dinukil Imam Ghozali dalam Ibya Ulumuddin."Malaikat Isroil nanti meniup terompet tiga kali"jelasnya.Tiupan Pertama menyebabkan semua manusia mati.Tiupan kedua membuat semua malaikat mati.Termasuk malaikat Isrofil sendiri.Allah lantas menghidupkan malaikat Isrofil.Kemudian memerintahkannya untuk meniup terompet yang ketiga.Semua manusia akhirnya hidup kembali dan dikumpulkan di padang mahsyar.Guna menjalani hisab mulai.Sebelum masuk surga atau neraka,ada 50 pos hisab yang harus dilewati manusia.diperiksakan selama selama 1000 tahun.Sehingga total manusia menjalani hisab selama 50 ribu tahun."Namun ada orang yang ketika bangun dari kubur dia memiliki sayap,"cerita Mbah Bolong.Berbekal sayap itu dia langsung terbang menuju surga.tanpa melalui pos pemeriksaan selama 50 ribu tahun itu."Mau naik pesawat terbang,mau masuk istana,orang biasa pasti diperiksa lama.Tapi kalau orang VIP apalagi VVIP,pasti masuk tanpa diperiksa,"ucapnya.Orang istimewa ini juga demikian.Di langsung terbang masuk surga tanpa diperiksa sama sekali.Malaikat penjaga surga merasa heran lalu bertanya.Apakah kalian melihat sirot?tidak.Malaikat kemudian bertanya,apa amal kalian di dunia sehingga bisa masuk surga tanpa hisab?Orang-orang ini menjawab punya dua amalan.Pertama,dia tidak maksiat dikala sendirian."Tidak maksiat kala dihadapan orang banyak itu gampang.Tapi tidak maksiat dikala sendirian itu sulit,"paparnya.Sama dengan anak dihadapan orang tua,si anak pasti tidak membuka HP yang aneh-aneh.Tapi ketika di kamar sendirian,bisa jadi dia membuka konten negatif.Mbah Bolong cerita,dulu ada orang yang tidak kenal kiai.Di tengah masyarakat dia berpakaian seperti ulama.Ucapannya seperti orang ali.Tetapi ketika mau mati,sulit disuruh mengucap la illahaillah muhamadarosululoh.rupanya,orang ini menampakkan kebaikan hanya dihadapan orang.Namun,ketika sendirian,semua maksiat dia lakukan.Utamanya menenggak khamer & mengonsumsi narkoba.Kedua,amalannya adalah menerima dengan pemberian Allah walaupun sedikit.Ini juga sulit.Apalagi ketika kita melihat bentuk pemberiannya.Namun jika kita melihat pemberiannya yakni Allah SWT,maka hati akan bisa menerima.Sedikit atau banyak yang memberi adalah Allah.Allah memberi sesuai pertimbangan yang terbaik bagi kita.dengan pikiran semacam ini,walaupun diberi sedikit,kita akan menerima.(Di kutip dari Radar Jombang,JawaPos,25 Agustus 2020). 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN