1.Bersyukur dengan menceritakan nikmat Allah."Kalau bisa,jangan hanya cerita.Tapi beri incipnya"sarannya.Misalnya ketika kita masak yang aromanya sampai ke tetangga,Maka kita dianjurkan mengirim tetangga.Ketika kita bahagia melangsungkan pernikahan,maka dianjurkan menyembelih kambing untuk walimah mengundang tetangga,Menikah merupakan nikmat karena tidak semua orang bisa menikah seumur hidupnya.Ketika kita mendapat nikmat punya anak,maka dianjurkan aqiqah.Jika anaknya anak-anak,dianjurkan menyembelih dua ekor kambing.Jika anaknya perempuan,menyembelih seekor kambing.Dimasak yang manis manis lalu dibagikan kepada tetangga.Itu semua merupakan teknis menceritakan nikmat Allah kepada orang lain."Ketika ulang tahun,kita biasanya mentraktir teman-teman.Itu juga salah satu bentuk menceritakan nikmat Allah.Sebab panjang umur itu juga nikmat"bebernya.Namun yang sering terjadi sebaliknya."Kalau dapat musibah diceritakan kemana-mana Tapi bila dapat nikmat diam saja.Tidak mau cerita"ungkapnya.Karena kalau cerita baru dapat nikmat,khawatir diminta syukurannya.Padahal berdasar hadist Nabi diatas,tidak menceritakan nikmat Allah termasuk kufur nikmat.
2.Tidak mensyukuri nikmat kecil tak akan bisa mensyukuri nikmat besar."Dalam hal dunia manusia tak akan bisa mensyukuri nikmat besar."Dalam hal dunia manusia tak akan pernah puas"bebernya.Nabi sampai menyatakan,manusia jika punya satu gunung emas pasti masih ingin punya yang kedua.Jika punya dua gunung emas,pasti masih ingin punya yang ketiga.Manusia tak akan pernah puas hingga segumpal tanah menyumpai mulutnya dalam kuburan.Makanya kita diharuskan mensyukuri nikmat sekecil apapun.
3.Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tak bersyukur kepada manusia.Hakikatnya semua nikmat dari Allah.Namun perantaranya adalah manusia.Maka kita harus bisa berterima kasih kepada manusia.Agar bisa bererima kasih kepada Allah.Sebab yang menggerakkan manusia adalah Allah.(Dikutip Radar Jombang,7 Agustus 2020).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar