Sabtu, 18 Agustus 2018

Yohanes Ande Kala Marchal,Si Pahlawan Kecil Pemanjat Tiang Bendera Yang Nyaris Tak Ikut Upacara Karena Sakit Perut

Yohanes Ande Kala Marchal spontan merespons permintaan sang wakil bupati karena terbiasa memanjat pohon pinang & kelapa.Atas aksi heroiknya itu,bocah yang bercita-cita jadi Tentara tersebut diganjar beasiswa sampai S-1.Begitu bangun dari tidur,Johni merasa ada yang salah dengan perutnya,tak enak sekali,mulas.Padahal,pagi itu (17/8) bocah bernama lengkap Yohanes Kala Marchal tersebut harus mengikuti upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia."Untung Ibu Bidan kasih saya obat untuk saya minum," kata siswa kelas 1 SMP Silawan itu kepada Timor Express (Jawa Pos Grup).Berangkatlah bocah kelahiran 2004 tersebut ke lapangan pantai Motaain tempat upacara dihelat berbaris bersama teman-temannya.Upacara pun dimulai,segalanya berjalan sesuai urutan acara sampai ketika waktu pengibaran Bendera.Paskibra sudah akan mengibarkan bendera ketika yang tak diharapkan itu terjadi.Tali untuk mengikat Sang Saka Merah Putih putus & nyantol di ujung tiang,padahal Indonesia Raya yang mengiringi pengibaran bendera telah dinyanyikan & terus dinyanyikan,Mungkin karena tak sadar apa yang terjadi dengan pasukan pengibar bendera (Paskibra).dari podium,Wakil Bupati Belu J.T Ose LUan pun meminta bantuan."tolong cari anak-anak yang bisa panjat untuk ambil ujung talinya,".Tiba-tiba dari arah peserta upacara,seorang bocah berseragam SMP berlari menuju tiang bendera langsung berniat memanjat,tapi sebelumnya saya minta dia lepaskan sepatu dulu,"kata Ose Luan.Dengan sigap bocah laki-laki itu memanjat ke tiang puncak.Dengan tiang yang yang tampak miring ke kiri & ke kanan terkena tambahan beban,Jhony lalu membawa turun tali yang nyantol dengan cara menggigitnya agar kedua tangannya tetap bisa berpegangan pada tiang.Sesampai dibawah,sejumlah aparat sudah menunggu.Si Bocah lantas di podium kehormatan tempat Wakil Bupati Ose Luan berada.Bocah itu adalah Jhony yang nyaris tak bisa ikut upacara karena sakit perut.Jhony mengungkapkan,apa yang dilakukannya spontan begitu mendengar permintaan yang di sampaikan sang wakil bupati."Kebetulan saya biasa panjat pohon pinang,kelapa & pohon yang lain jadi saya optimis pasti berhasil panjat pohon tiang bendera & bawa turun tali benderanya,"ujar dia.Berkat Jhony,pengibaran bendera oleh paskibra bisa dilanjutkan.Merah Putih akhirnya berkibar di angkasa meskipun tak lagi diiringi lagu Indonesia Raya.Ayah Jhony,Victorino Fahik Mascal mengaku awalnya terkejut begitu mendengar aksi heroik sang buah hati tapi selanjutnya sangat bangga."Sebagai Warga Negara Indonesia eks Timor-Timur,saya bangga dengan perjuangan anak saya,sebab walaupun masih kecil,dia sudah punya semangat Nasionalisme demi NKRI,"ujar Fahik.Belu memang Kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste.Banyak warga eks Timor-Timur yang memilih mengungsi ke sana saat terjadi huru-hara dalam referendum 1999 & selanjutnya menetap di sana setelah bekas provinsi ke 27 Indonesia itu memerdekakan diri.Video & foto yang memperlihatkan aksi Jhony pun langsung viral.Apresiasi untuk Johni pun mengalir deras,salah satunya datang dari Menteri Pendidikan & Kebudayaan Muhadjir Effendy."Itu kejadian luar biasa.Simbol patriotisme anak zaman now,"tegas Muhadjir saat di hubungi Jawa Pos,kemarin.Sementara itu,PLN lewat PLN Peduli menghadiahi Jhony beasiswa hingga Jenjang pendidikan Strata satu (S-1) sebab perseroan pelat merah tersebut tergerak dengan aksi anak bungsu 9 bersaudara itu."Yohanes memiliki inisiatif yang tinggi berani mengambil keputusan dalam waktu singkat,berani mengambil resiko.Membanggakan & bisa menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia,"kata Direktur Human capital Management PLN Muhammad Ali kepada Jawa Pos.PLN Peduli merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan.Sejak video tersebut beredar,PLN segera mendatangi alamat rumah Jhony & bertemu dengan kedua orang tuanya yaitu Victorino Fahik Maschal & Lorenca Gama.Kepada Papa Mama Jhoni itu diterangkan,anaknya akan mendapatkan bea siswa pendidikan hingga kuliah S-1.Jarak tempuh rumah Jhoni dari Atambua,Ibu Kota Belu sekitar 21 kilometer & 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.Yohanes mengaku bercita-cita menjadi seorang Tentara."Aksi Yohanes sangat nasionalis.kami salut dengan anak ini,"ungkap Ali.Pada hari yang sama,di Sikka,Kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur/NTT insiden serupa terjadi hanya kali ini terjadi saat penurunan bemdera pada sekitar pukul 17.00 WIT karena tali tersangkut diujung tiang bendera,salah seorang anggota Kodim 1603 Sikka Sertu Kristianus Sina langsung memanjat tiang bendera,Kristianus tidak butuh waktu lama untuk membetulkan tali bendera yang tersangkut tersebut.Para peserta yang menyaksikan aksi Kris-sapaan Kristianius itu langsung memberikan tepuk tangan yang meriah atas keberhasilannya."Saya spontan saja,didorong semangat sebagai seorang prajurit demi negara & bangsa,"katanya kepada Timor Ekspress.Seperti Kristianus,Jhoni juga tak memiliki motivasi apapun saat memutuskan untuk memanjat tiang bendera."Saya bisa panjat,bukan panjat karena diiming-imingi hadiah,"ucapnya.(Di kutip dari Head Line Jawa Pos,18 Agustus 2018).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN