Senin, 13 Agustus 2018

Bantuan Sosial Naik,Pendamping Harus Proaktif

Jakarta-Pemerintah minta para pendamping dana bantuan sosial mengawal pelaksanaan bantuan non tunai agar berjalan efektif,termasuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).Pengawalan tersebut di perlukan agar tujuan program untuk menekan angka kemiskinan tercapai."Program PKH dapat berjalan efektif adalah karena adanya pendamping PKH targetnya mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) bisa mandiri,"kata Menteri Sosial Idrus Marham dalam sarasehan SDM pelaksana PKH.Acara tersebut dilanjutkan dengan Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 di Cibubur,kemarin.Menurutnya,pada tahun 2019 pemerintah telah menaikkan target penerima program PKH menjadi 10 juta KPM.Dampak kenaikan target telah berkontribusi pada penurunan jumlah penduduk miskin 1,82 juta orang dalam kurun Maret 2017 hingga Maret 2018.Hasil survey menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 630 ribu orang menjadi 25,95 juta orang atau 9,82%/Maret 2018 jika dibandingkan dengan September tahun 2017 (26,58 juta orang atau 10,12%).Menurutnya,peran pendamping PKH sangat strategis apalagi tahun depan jumlah anggaran PKH akan bertambah 2X lipat dibandingkan dengan anggaran tahun ini karena itu pengelolaannya harus profesional.Sesuai dengan Instruksi Presiden Jokowi dana program PKH senilai Rp.17 triliun.Pada tahun 2019 bakal naik menjadi Rp.32 triliun.Meski anggaran naik,jumlah penerima PKH akan tetap & tak mengalami penambahan.Saat ini penerima PKH sekitar 10 juta Kepala Keluarga (KK).(Di kutip dari Jawa Pos,13 Agustus 2018).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN