Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemorganik).Tanpa darah,otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen & nutrisi,sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda,sehingga gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang & tingkat kerusakannya.Gejala atau tanda stroke bervariasi pada setiap orang,namun umumnya muncul secara tiba-tiba.Ada 3 gejala utama stroke yang mudah untuk diingat,yaitu :
1.Face (wajah yang mencong/penceng bahasa Jawa-Red)
2.Arms (lengan/anggota gerak tangan & kaki mengalami kelemahan atau kesemutan)
3.Spech (cara bicara yang pelo/cadel/sulit bicara)
Sealin stroke,faktor resiko dibawah ini juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung.Faktor-faktor tersebut meliputi : Faktor kesehatan yang meliputi :
-Hipertensi
-Diabetes Mellitus
-Kolesterol tinggi
-Obesitas
-Penyakit jantung (seperti gagal jantung,penyakit jantung bawaan,infeksi jantung,atau aritmia)
-Sleep apnea (tidur mendengkur/ngorok, bahasa Jawa-red)
-Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya
-Faktor gaya hidup yang meliputi :
^Merokok
^Kurang olahraga atau aktifitas fisik
^Konsumsi obat-obatan terlarang
^Kecanduan alkohol
-Faktor lain yang berhubungan dengan resiko stroke antara lain :
^Faktor keturunan &
^Usia
Langkah utama untuk mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat,selain itu kenali & hindari faktor resiko yang ada serta ikuti anjuran dokter.Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke antara lain :
-Menjaga pola makan
-Olahraga secara teratur
-Berhenti merokok
-Menghindari konsumsi minuman berakohol
-Menghindari penggunaan Napza.
(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,15 Agustus 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar