Senin, 18 Desember 2017
DKPP Kota Mojokerto,Panen 20 Ribu Ikan Koi.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto mengembangkan budidaya ikan koi.Sebanyak 20 ribu ikan koi dihasilkan dalam panen perdana kali ini.Ke depan,anakan ikan koi bakal diberikan kepada masyarakat dan kelompok peternak ikan.Kepala DKPP Kota Mojokerto Happy Dwi Prasetyawan,mengatakan indukan ikan koi yang dibeli tahun ini dari peternak di Blitar,bertelur hingga menghasilkan 20 ribu anakan koi.Itu tercapai lewat dua kali uji coba perkawinan yang kedua berhasil menghasilkan 20 ribu koi."ujarnya.Dituturkannya pengembangan ikan berspesies cyprinus caprio ini budidaya sampingan di luar ikan rengkik.Ikan koi merupakan ikan hias yang bisa dikembangkan di masyarakat sekaligus bernilai ekonomis tinggi.Panen ikan koi dihasilkan di dua kolam DKPP.Kolam masing-masing seluas 5 meter x 3 meter itu terdapat anakan koi dari perkawinan yang berbeda.Kolam 2 dari perkawinan tanggal 21 November dan 16 November.Di kolam 2,anakan koi berukuran sekitar 2 sentimeter,sedang kolam 3 koi seukuran 5 sentimeter.Puluhan ribu anakan koi itu dari tiga indukan.Satu jantan berwarna kuning-merah-putih dengan dua betina.Awalnya DKPP beli dua indukan koi dari peternak Blitar seharga masing-masing Rp 1,5 juta.Satu jantan ketika dikembangkan di kolam DKPP mendadak mati.Lalu,dari indukan yang ada dikembangkan hingga panen 20 ribu ikan koi.Pak Happy menyebutkan,bakal menyeleksi anakan koi tersebut.Lantaran,koi memiliki kualitas yang berbeda-beda sesuai kombinasi warna.Anakan koi paling banyak berwarna kuning-hitam-putih dan merah-putih."Ikan ini punya nilai ekonomis tinggi.Yang jelek,bisa laku Rp 2.500 per ekor.Yang bagus bisa seharga Rp 600 ribu"ujarnya.Dia berharap,ikan koi bisa dikembangkan di Kota Mojokerto.Budidaya ikan koi dipandang prospektif jika dibudidayakan masyarakat.Melimpahnya air tanah di Kota sangat mendukung budidayanya."Air harus pakai air sumur sekitar 28 meter.Air ini sudah sangat bagus untuk budidaya koi"pungkasnya.(Dikutip Radar Mojokerto 11 Desember 2017).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar