Rabu, 25 Oktober 2017

TPA Randegan Kota Mojokerto Laris Manis.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan Kota Mojokerto laris manis.Selain diserbu pengunjung untuk berwisata,satu per satu daerah mendatangi untuk belajar.Belajar tentang pengelolaan area dan pengolahan sampah.Seperti kemarin,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menerima rombongan dari DLH Sukabumi.Kepada Rombongan tamu,DLH Kota Mojokerto pun membeber kunci meraih penghargaan bidang lingkungan hidup,Piala Adipura.Sejumlah inovasi program unggulan yang digeber juga menjadi penopang utama dalam penilaian Adipura."Yang paling penting di TPA harus ada kantor kepala bidang.Kalau bisa kantor kepala DLH,yang ngantor terjadwal di TPA"ungkap Amin Wachid kepala DLH kota,kepada rombongan di kafe metanol TPA.Ia mengatakan,penempatan kepala bidang kebersihan hingga kantor kepala dinas di TPA turut menjadi kunci ketika penilaian Adipura.Ketika penilaian Adipura,di hadapan tim juri yang berasal dari kalangan pakar lingkungan hidup,keberadaan kantor kapala DLH di TPA dapat poin plus.Menurut Amin,pencapaian Kota Mojokerto bisa merebut Adipura dalam 2 tahun berturut-turut ditunjang program inovasi unggulan.Disebutkan,paling sedikit 8 program unggulan."Program inovasi ini tidak hanya dari DLH,tapi juga melibatkan instansi lain,sehingga program lingkungan hidup ini menjadi karakter di masyarakat"terang Amin.Program unggulan Kota dalam merebut Adipura diantaranya :program bayar pajak pakai sampah,program Kasih Setia,program Clean City,program cuci-pilah-sampah dan program TPA sebagai tempat wisata dan edukasi."Butuh waktu 2 tahun untuk mengubah kondisi TPA yang sebelumnya kumuh menjadi tempat yang layak dikunjungi untuk edukasi maupun wisata"beber Amin.Kepala DLH Kota Sukabumi Adil Budiman,mengakui,pihaknya mendapat pembelajaran baru ketika kunjungi TPA Randegan.Yang paling utama adalah,pengelolaan sampah dan pemanfaatan TPA menjadi tempat yang tidak hanya melulu soal sampah."Saya sudah kunjungi berbagai daerah,Tapi TPA Kota Mojokerto ini baru saya temui dengan konsep edukasi dan wisata.Ini yang akan kita tiru"terang pak Adil.Pak Adil membandingkan luasan TPA Kota Sukabumi mencapai 10 hektare dengan volume sampah tiap hari yang dihasilkan di sana mencapai 160 ton per hari.Imbasnya luasan TPA tahun 1995 itu kian sempit."Usia TPA kita tinggal 2 tahun sampai 3 tahun lagi,Jadi kalau tidak ada pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah seperti yang dilakukan DLH Kota Mojokerto mungkin usia TPA akan Habis"pungkas pak Adil.(Dikutip Radar Mojokerto 25 Oktober 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label : KEGIATAN