Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus,meresmikan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Lingkungan Trenggilis,Kelurahan Blooto,Kecamatan Prajurit Kulon,Kota Mojokerto,Rabu 25 Oktober 2017 kemarin.Kampung Trenggilis dinilai Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AKB) rendah dalam beberapa kategori.Ketika memberikan sambutannya,Wali Kota Mas'ud Yunus,mengatakan pencanangan Kampung KB kali ini merupakan pencanangan Kampung KB yang ke-2."Yakni setelah Kecamatan Magersari di Randegan dengan tipe dan daerah yang sama dengan Lingkungan Trenggilis ini.Tahun depan targetnya di Kecamtan Kranggan"ungkapnya.Dijelaskannya,keberadaan Kampung KB diharapkan program KB di Lingkungan trenggilis khususnya dan Kelurahan Blooto bisa maksimal seperti yang diharapkan bersama.Setelah meresmikan Kampung KB kedua di Kota Mojokerto,Wali Kota Mas'ud Yunus bersama Kepala BKKBN Provinsi Jatim Yenrizal Makmur,Kajari Kota Halila Rama Purnama SH,Plt Sekdakot Ir Gentur Prihantono,Wakapolresta Kompol Hadi Prayitno SH SIK,Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)Moch Ali Imron,dan Kepala PPKB Kabupaten Mojokerto Yoedha Hadi menuju meja kursi khusus ngopi.Di situ mereka ngopi bareng.Menurut Wali Kota,Kota Mojokerto sebagai "kota padat penduduk"sehingga perlu diatur dari beberapa hal."Orientasinya yakni dengan menunda usia pernikahan,mengatur jarak pernikahan,pendidikan,kesehatan,ekonomi,dan permodalan.Ini yang digarap di Kampung KB,harapannya rasio angka kelahiran bisa menurun sehingga jumlah penduduk bisa terkendali"katanya.Dituturkan Wali Kota,penunjukan Kampung KB yang diarahkan kampung yang "target rendam"Mulai dari peserta KB MOW (Metode Operasi Wanita) rendah dan usia pernikahan dini tinggi.Harapannya setiap kelurahan di Kota Mojokerto ada Kampung KB."Tapi sekarang 1 kecamatan minimal ada 1 Kampung KB.Kita aktifkan di sini untuk dikembangkan se-Kecamatan Prajurit Kulon.Persoalan penduduk,rasio kelahiran Kota Mojokerto sudah dibawah Jatim,namun angka pernikahan dini masih tinggi."tegasnya.Dalam pencanangan Kampung KB tersebut,turut hadir Forkopinda Kota Mojokerto,perwakilan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Timur,serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) kabupaten Mojokerto.Sementara itu,Kepala DP3AKB Kota Mojokerto,Mochamad Ali Imron mengatakan warung kopi di Kota Mojokerto menjadi sarana efektif menyosialisasikan program-program KB.Pihaknya mengaku daerah dengan akseptor KB dijajaki lewat pendekatan di warung kopi.Sasarannya para kaum suami."Hasilnya banyak akseptor yang kita dapat setelah sosialisasi di warung kopi"terang dia.Lebih lanjut,akseptor KB jenis MOP(Metode Operasi Pria)dengan teknik vasektomi selama ini jarang diminati.Tapi,setelah pendekatan dengan para suami di warung kopi,kepersertaan MOP vasektomi di Kota Mojokerto melonjak.Tentu itu setelah izin pasangannya masing-masing.Intinya sosialisasi di warung kopi efektif sekali."bebernya.Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)khusus pria.Tahun ini,ditargetkan 7 akseptor saja,pihaknya sudah bisa menggaet 23 aseptor MOP.Aseptor itu didapatkan ketika metode turun ke bawah di gencarkan.Untuk mendukung daya tarik calon aseptor,mereka diiming-imingi intensiv sebesar Rp.500.ribu rupiah.(Di kutip dari Radar Mojokerto,26 Oktober 2017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar