Angka total kelahiran dari pasangan usia subur di kota mojokerto cukup rendah,bahkan lebih rendah dari rata-rata jawa timur dan nasional catatan tersebut membuahkan "tuah positif"berupa predikat terbaik dalam program KB Lestari 20 tahun yang direbut tahun ini.Menurut informasi yang dihimpun total angka kelahiran atau "Total Fertility Rate"(TFR)kota mojokerto hanya punya anak 1,87 anak jumlah tersebut terbilang lebih kecil dibandingkan capaian tingkat provinsi jatim,TFR kota masih jauh lebih kecil,sehingga menunjukkan tingginya partisipasi akseptor keluarga berencana di kota.Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan KB(DP3A-KB)Mochamad Ali Imron mengatakan rendahnya TFR ini bukti aseptor KB di kota mojokerto tinggi termasuk pasangan KB lestari yang sudah KB selama 20 tahun jumlah tersebut terus meningkat tiap tahunnya,peningkatan kepersetaan KB ini juga ditunjang naiknya aseptor pria yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang(MKJP)ujar pak imron.Beliau mencontohkan pasangan KB lestari 20 tahun pasangan Mas"al dan Pitra Candra Kirana,berhasil meraih juara 1 jatim,dan sekarang disiapkan mengikuti lomba di tingkat nasional.Ini bukti bahwa aseptor KB punya pengaruh untuk meningkatkan kualitas keluarganya,dibuktikan dengan masa kepersertaan KB yang mencapai 20 tahun beber pak imron.Disamping itu kota juga bisa merebut perangkat kedua untuk KB lestari 10 tahun yang direbut pasangan AB Prasetyo-Antaryanti.Prestasi ini yang pertama bisa direbut kota mojokerto.Untuk KB lestari 20 tahun akan diikutkan ke tingkat nasional,sekarang ini pasangan ini masih kita gembleng agar bisa berbicara di tingkat nasional tandasnya.Untuk diketahui tahun ini kota mojokerto menargetkan kanaikan akseptornya,tahun lalu jumlah akseptor mencapai 2986 orang,untuk akseptor MKJP ditarget naik hingga 59 orang,setelah tahun lalu dari target 7 orang dipenuhi 11 orang.Pilihan KB warga kota masih banyak yang menggunakan IUD,Implan,dan KB Suntik.(Dikutip Radar Mojokerto 22 mei 2017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar