Jumat, 10 April 2020
Binrohtal 860 : Iman yang Mengagumkan
Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Junnatul Fuadah, Polres Jombang,Kamis (2/4) Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri,KH Fahmi Amrullah Hadzik,menjelaskan pentingnya bersyukur sebagai umat Nabi Muhammad SAW."Berbahagialah kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW di akhir zaman.Karena rasulullah mengagumi iman kita".tuturnya.Gus Fahmi lalu cerita,Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat.Iman siapakah yang membuat nabi kagum?Sahabat menjawab imannya malaikat.Alasannya karena para malaikat senantiasa mematuhi segala perintah Allah dan tidak pernah melanggarkannya sedikitpun.Namun Rasulullah membantahnya.Karena para malaikat memang diciptakan untuk mematuhi perintah Alllah.Mereka tidak diberi hawa nafsu seperti manusia.Dan tempat para malaikat sangat dekat dengan Allah sehingga wajar jika mereka selalu beriman kepada Allah SWT.Keimanan mereka sama sekali tidak membuat Rasulullah kagum.Para sahabat pun terdiam mendengarkan jawaban Rasulullah.Kemudian,salah seorang sahabat menyahut,menurutnya,keimanan yang dikagumi Rasulullah adalah keimanan para nabi & rasul utusan Allah.Mereka adalah manusia,tapi senantiasa patuh pada perintah Allah,apapun resikonya.Rasulullah kemudian menjawab dengan tersenyum.Memang benar para nabi & rasul manusia biasa,tapi mereka mendapatkan petunjuk secara langsung dari Allah Ta'ala.Seperti wahyu & mu'jizat Sehingga wajar jika mereka beriman pada Allah.Keimanan mereka juga tidak membuat Rasulullah kagum.Lalu ada lagi yang menjawab,iman yang patut dikagumi adalah para sahabat.Mereka manusia biasa dan tidak mendapatkan wahyu atau mukjizat.Namun selalu patuh kepada Allah dan menjauhi semua larangannya.Rasulullah kembali membantahnya.Memang benar para sahabat manusia biasa dan tidak mendapatkan mukjizat ataupun wahyu,tapi mereka melihat sendiri mukjizat yang dikaruniakan Allah pada Nabi Muhammad.Mereka juga mendengar sendiri saat wahyu Allah dibacakan.Nabi sehingga wajar jika para sahabat beriman kepada Allah.Ini sama sekali tidak membuat Rasulullah kagum.Setelah para sahabat menyerah,Rasulullah lalu menjelaskan.Yang membuat Nabi kagum adalah mereka yang tidak pernah berjumpa dengan Nabi.Tidak pernah melihat Nabi.Belum pernah mendengar Rasulullah membacakan wahyu Allah.Mereka memiliki jarak berabad-abad dari nabi,tapi kecintaan mereka pada nabi sangat tinggi.Keimanan mereka itulah yang membuat Rasulullah kagum."Nabi Muhammad SAW sangat mengagumi & mencintai umatnya.Sehingga beliau akan memperjuangkan umatnya kelak pada hari kiamat dengan memberi syafaat,"jelasnya.Bahkan Nabi menybut umatnya sebagai saudara."Ketika para sahabat bertanya siapa yang kau sebut sahabat itu Ya Rasulullah,maka beliau menjawab,saudaraku adalah mereka yang tidak pernah melihatku,tidak pernah berkumpul denganku tetapi mereka sangat mencintaiku,"urainya.Selain itu,ada hal lain yang membuat Rasululla takjub akan keimanan umatnya,yaitu bersyukur ketika mendapat kebaikan & bersabar ketika mendapat keburukan.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,3 April 2020).
Senin, 06 April 2020
MOJOKERTO PUNYA CERITA:BERSIH SEBELUM MASUK RUMAH,DULU PERNAH ADA.....SETIAP RUMAH TERSEDIA PADASAN.
Di tengah pandemi Covid-19 atau virus korona,belakangan ini hampir di seluruh fasilitas umum,kantor pemerintahan,pertokoan,hingga rumah-rumah warga dilengkapi sarana pencuci tangan.Cara tersebut ampuh untuk membersihkan dari berbagai bakteri dan virus yang menjadi penyebab penularan penyakit.Namun,jauh sebelum mewabahnya penyakit.yang kali pertama ditemukan di Tiongkok ini,tatanan kehidupan masyarakat di jawa telah mengajarkan untuk berprilaku hidup bersih.Dahulu nenek moyang telah mewariskan budaya membersihkan diri menggunakan padasan,Yaitu,tempat penampungan air bersih yang terbuat dari gerabah tanah liat.Di bagian bawahnya diberi lubang kecil sebagai pancuran air.Sarana tersebut difungsikan sebagai sarana membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah dan berkumpul bersama keluarga.Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq,menceritakan dulu padasan banyak dijumpai di pedesaan di wilayah Mojokerto.Kebanyakan masyarakat menyediakan tempat untuk membersihkan diri itu di depan rumah masing-masing."Padasan memang ditaruh di luar rumah.Tujuannya agar ketika masuk rumah sudah dalam keadaan bersih dari kotoran"terangnya.Pasalnya mayoritas masyarakat di pedesaan bekerja sebagai petani.Ketika pulang dari beraktifitas di sawah,badannya seringkali berlumur lumpur.Karena itulah,hampir setiap rumah memiliki padasan sebagai sarana membersihkan diri."Paling tidak untuk membasuh muka atau mencuci tangan & kaki,"paparnya.Selain sebagai sarana membersihkan diri,padasan juga digunakan untuk bersuci.karena itu,tak jarang penempatannya juga diletakkan di dekat sumur.Sehingga,air bisa sewaktu-waktu diisi sebagai sarana berwudhu untuk mendirikan salat.Yuhan mengatakan,keberadaan padasan juga dilatarbelakangi karena belum banyak orang yang memiliki kamar mandi maupun kolam penampungan air."Akhirnya masyarakat mengalirkan air dari padasan agar syarat suci dalam berwudhu bisa terpenuhi,"tandasnya.Pada umumnya,padasan terbuat dari gerabah tanah liat berupa bul atau gentong.ada juga yang menggunakan bumbung yang terbuat dari bambu.Media tersebut digunakan untuk menampung air bersih & mengalirkannya melalui pancuran.Sayangnya,budaya melakukan pembersihan dengan padasan tersebut berangsur-angsur hilang.Penyebabnya,fungsi padasan mulai tergantikan seiring dengan banyaknya masyarakat yang mulai memiliki kamar mandi.Kendati demikian,masih ada sejumlah masyarakat yang masih mempertahankannya.Namun,sudah jarang yang terlihat didepan rumah.Melainkan digeser kebagian belakang rumah atau dapur."Tapi setelah itu padasan semakin hilang setelah kamar mandi sudah menjadi tempat yang privat & dibangun dalam rumah,"tandasnya.Keberadaan padasan merupakan teladan dari orang yang pendahulu untuk mengajarkan kebersihan.Terutama sebelum mmasuki rumah dari bepergian maupun bekerja.Sehingga,warisan kearifan lokal itu patut dijaga kelangsungannya hingga saat ini.Karena memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan keluarga & lingkungan sekitar."Meski tidak secara langsung diajarkan,tapi masyarakat dulu telah mencontohkan bagaimana menerapkan pola hidup bersih,"pungkasnya.
============= Padasan,Pola Hidup Yang Hilang =============
^ Padasan dibuat sebelum masyarakat memiliki kamar mandi
^ Terbuat dari gentong & bambu yang memiliki pancuran air
^ Berfungsi untuk membasuh wajah,mencuci tangan,& kaki
^ Juga digunakan untuk sarana berwudhu
^ Ditempatkan di sudut depan rumah & dekat sumur
^ Banyak ditemukan dikawasan pedesaan
^ Karena mayoritas penduduk bekerja sebagai petani
^ Digunakan untuk membersihkan diri sebelum memasuki rumah
^ Keberadaannya hilang seiring masyarkat memiliki kamar mandi
^ Gentong dipindah dibagian belakang rumah atau dapur
^ Tak lagi digunakan setelah kamar mandi dibangun didalam rumah.
(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,2 April 2020).
============= Padasan,Pola Hidup Yang Hilang =============
^ Padasan dibuat sebelum masyarakat memiliki kamar mandi
^ Terbuat dari gentong & bambu yang memiliki pancuran air
^ Berfungsi untuk membasuh wajah,mencuci tangan,& kaki
^ Juga digunakan untuk sarana berwudhu
^ Ditempatkan di sudut depan rumah & dekat sumur
^ Banyak ditemukan dikawasan pedesaan
^ Karena mayoritas penduduk bekerja sebagai petani
^ Digunakan untuk membersihkan diri sebelum memasuki rumah
^ Keberadaannya hilang seiring masyarkat memiliki kamar mandi
^ Gentong dipindah dibagian belakang rumah atau dapur
^ Tak lagi digunakan setelah kamar mandi dibangun didalam rumah.
(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,2 April 2020).
Minggu, 05 April 2020
NING ITA SERUKAN IKHTIAR DAN TAWAKAL HADAPI COVID-19.
MOJOKERTO KOTA-Berbagai upaya pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan dalam menanggulangi penyebaran virus korona atau Covid-19,tak terkecuali di Kota Mojokerto.Kali ini,kegiatan doa serentak bersama lintas agama akan dilakukan secara rutin setiap Kamis malam,serta himbauan Salat Jumat diganti dengan salat dhuhur di rumah masing-masing.Hal ini,diungkapkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat konferensi pers di Rumah Rakyat,Rabu (1/4).Penetapan status daerah di Indonesia termasuk Kota Mojokerto saat ini,sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Nomor 9 A Tahun 2020 tanggal 21 Februari 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.Serta,Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang Refocussing Kegiatan,Realokasi Anggaran,serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Untuk itu,terkait hal tersebut Pemerintah Kota Mojokerto mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 443.32/2857/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Pemkot Mojokerto."Bagi Aparatur Sipil Negara/ASN pada jabatan Pengawas & Pelaksana dapat menjalankan tugas di rumah/Work Form Home selama 2 hari & bekerja di kantor selama 2 hari secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Kepala Perangkat Daerah atau Unit Kerja.Serta pembentukan satuan gugus tugas/Satgas sesuai dengan Keputusan Walikota Mojokerto nomor 188.45/187/417.111/2020 tanggal 1 April 2020 tentang Pembentukan Gugus tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),"jelasnya.Melihat perkembangan perluasan wabah Covid-19 baik secara Nasional,ditingkat Provinsi Jawa Timur,maupun kondisi di Kota Mojokerto melalui Keputusan Wali Kota Mojokerto Nomor 188.45/186/417.111/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Corona telah memutuskan beberapa hal.
- Pertama,menetapkan status darurat bencana penyakit Covid-19 di Kota Mojokerto
- Kedua,status keadaan darurat bencana ditetapkan selama 60 hari terhitung sejak tanggal 31 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Mei 2020.Selain itu,Majelis Ulama Indonesia/MUI Kota Mojokerto melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia/MUI Kota Mojokerto Nomor 07/FAT-MUI/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Salat Berjamaah di MAsjid & Salat Jumat dalam situasi Covid-19."Untuk itu,kami jajaran Forkopimda bersama segenap tokoh lintas agama telah menyepakati Maklumat Bersama bertanggal 31 Maret 2020,yang berisikan berbagai ketentuan.Di antaranya melaksanakan salat Jumat diganti dengan salat Duhur di rumah atau tempat kerja masing-masing,salat Maktubah (salat lima waktu) secara berjamaah di masjid dan musala,sementara diganti pelaksanannya dengan salat di rumah masing-masing"jelasnya.Berbagai kegiatan keagamaan lanjut Ning Ita,baik itu Islam,Kristen,Katolik,Hindu,Buddha dan Konghucu dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda pelaksanaannya.Dan jika ada yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut maka akan mendapatkan konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku."Saya berharap agar ketentuan-ketentuan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya"imbuhnya.Selain ketentuan tersebut.Pemerintah Kota bersama pemuka lintas agama dan Forkopimda akan melaksanakan doa bersama lintas agama setiap Kamis pukul 18.00- 19.30 secara serentak di rumah,yang dipandu secara 'live streaming'oleh pemuka agama masing-masing."Semoga dengan kolaborasi,sinergi dan kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat,wabah Covid-19 dapat kita kalahkan bersama-sama"harap Ning Ita.(Dikutip Radar Mojokerto,2 April 2020).
- Pertama,menetapkan status darurat bencana penyakit Covid-19 di Kota Mojokerto
- Kedua,status keadaan darurat bencana ditetapkan selama 60 hari terhitung sejak tanggal 31 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Mei 2020.Selain itu,Majelis Ulama Indonesia/MUI Kota Mojokerto melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia/MUI Kota Mojokerto Nomor 07/FAT-MUI/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Salat Berjamaah di MAsjid & Salat Jumat dalam situasi Covid-19."Untuk itu,kami jajaran Forkopimda bersama segenap tokoh lintas agama telah menyepakati Maklumat Bersama bertanggal 31 Maret 2020,yang berisikan berbagai ketentuan.Di antaranya melaksanakan salat Jumat diganti dengan salat Duhur di rumah atau tempat kerja masing-masing,salat Maktubah (salat lima waktu) secara berjamaah di masjid dan musala,sementara diganti pelaksanannya dengan salat di rumah masing-masing"jelasnya.Berbagai kegiatan keagamaan lanjut Ning Ita,baik itu Islam,Kristen,Katolik,Hindu,Buddha dan Konghucu dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda pelaksanaannya.Dan jika ada yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut maka akan mendapatkan konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku."Saya berharap agar ketentuan-ketentuan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya"imbuhnya.Selain ketentuan tersebut.Pemerintah Kota bersama pemuka lintas agama dan Forkopimda akan melaksanakan doa bersama lintas agama setiap Kamis pukul 18.00- 19.30 secara serentak di rumah,yang dipandu secara 'live streaming'oleh pemuka agama masing-masing."Semoga dengan kolaborasi,sinergi dan kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat,wabah Covid-19 dapat kita kalahkan bersama-sama"harap Ning Ita.(Dikutip Radar Mojokerto,2 April 2020).
Binrohtal 859 : Pasti Ada Hikmah
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Jannatul Fuadah,Polres Jombang,Rabu (1/4),Pengasuh Pesantren Fallahul Muhibbin,Watugaluh,Diwej,KH Nur Hadi/Mbah Bolong menjelaskan hikmah dibalik musibah."Semua pasti ada hikmahnya.Tidak ada satu hal pun yang diciptakan Allah secara sia-sia,"tuturnya.Mbah Bolong lalu mengutip QS Addukhon 38-39.Dan Kami tidak menciptakan langit & bumi & apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq,tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.Maka menghadapi musibah balak virus korona,kita pun harus pandai-pandai mengambil sikap."Kalau kita bisa menghadapinya dengan baik,pasti kita akan mulia di sisi Allah SWT,"tegasnya.Mbah Bolong lalu cerita Nabi Musa usai wafat.Setelah meninggal,Nabi Musa ketemu Nabi Adam AS.Nabi Musa pun langsung menyampaikan protes."Gara-gara Nabi Adam makan buah khuldi akhirnya dikeluarkan dari surga sehingga Musa dilahirkan ditengah Firaun.Misalnya tidak makan khuldi kan tidak begitu,"ucapnya.Nabi Adam pun menjawab datar."Semua itu sudah ditentukan Allah sejak 4 ribu tahun lalu sebelum Adam diciptakan,"jelasnya.Ini berarti apa pun yang terjadi sudah merupakan kehendak Allah SWT.Kita hanya diharuskan bersikap sesuai dengan kehendak Allah.Ketika diberi nikmat,kita hanya diharuskan bersikap sesuai dengan kehendak Allah SWT.Ketika diberi nikmat,kita harus beribadah dengan cara bersyukur.Ketika diberi musibah seperti sekarang,kita harus beribadah dengan cara bersabar.Justru karena Nabi Musa lahir di era Firaun,akhirnya harus berjuang hingga menjadi Nabi mulia."Kalau tidak ada Firaun,bisa jadi Nabi Musa tidak akan berjuang & menjadi orang mulia,"bebernya.Hikmah adanya Firaun adalah bisa melahirkan nabi & pejuang gigih untuk mendakwahkan agama Allah seperti Nabi Musa.Hikmah adanya penjajahan adalah bisa memunculkan pahlawan perjuangan.Masa wabah seperti sekarang,hikmahnya bisa memunculkan orang-orang yang sabar.Juga orang-orang yang peduli terhadap kesulitan orang lain.Orang-orang seperti inilah yang kelak akan keluar dari musibah dengan predikat mulia.Di akhirat nanti ada orang yang dihadapkan Allah kemudian ditanya.Ketika didunia dulu,kenapa tidak menjenguk ketika aku sakit?Si hamba menjawab,Engkau Tuhan,bagaimana aku memberi makan orang yang kelaparan,kau mendapatiKu disitu.Ketika kamu menjenguk orang sakit,kamu sama dengan menjengukKu.Selama ada musibah balak korona,saatnya kita meningkatkan kepedulian pada sesama.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,2 April 2020).
WALI KOTA PERCEPAT BANTUAN KE LANSIA DAN ANAK YATIM NONPANTI.
MOJOKERTO KOTA-Kondisi di Kota Mojokerto yang memasuki status siaga bencana non-alam,membuat pemerintah daerah mempercepat sejumlah program bantuan sosial bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.Salah satunya adalah program bantuan sosial kepada lansia dan anak yatim piatu nonpanti asuhan,yang akan diberikan mulai bulan April mendatang."Sekarang ini,kondisi Kota Mojokerto harus lebih waspada lagi terhadap penyebaran Covid-19.Dan hari ini tanggal 31 Maret 2020,status Kota Mojokerto ditetapkan sebagai siaga bencana nonalam.Artinya sudah masuk kondisi tanggap darurat.Karena itu,kami memikirkan bagaimana dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat kita,khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial)"kata Wali Kota Ika Puspitasari.Dari data Dinas Sosial Kota Mojokerto ada 1.467 orang lansia yang akan menerima bantuan uang senilai Rp 500 ribu.Dan 383 anak yatim piatu nonpanti akan menerima bantuan uang senilai Rp 1 juta.Nantinya bantuan ini akan disalurkan melalui kantor pos setempat dengan pembagian waktu setiap harinya.Yang artinya,penerapan physical distancing & protokol kesehatan akan tetap diterapkan oleh pemerintah daerah."Untuk penyalurannya akan kami batasi setiap jamnya sesuai dengan antrean,sekitar 50 orang.Sehingga,tidak ada kerumunan massa disana,sehingga penerima bantuan sosial segera bisa mendapatkan bantuan untuk melanjutkan kebutuhan dasar hidup mereka,melalui kebutuhan pangan sosial tersebut,"jelas Ning Ita,sapaan akrab walikota pertemuan pertama di Kota Mojokerto ini,Selasa (31/3).Bantuan ini,lanjut Ning Ita,untuk membantu kebutuhan hidup lansia & anak yatim piatu non panti,akan terus masih dilakukan.Ia berharap,melalui bantuan sosial yang diberikan tersebut dapat meringankan sedikit beban mereka."Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para lansia & anak yatim piatu non panti di Kota Mojokerto,agar kebutuhan pangan sehari-hari dapat tercukupi,"imbuhnya.Perlu diketahui,Pemkot Mojokerto terus melakukan berbagai upaya dalam mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19 sesuai arahan Presiden RI.Mulai dari penerapan protokol kesehatan,meliburkan sekolah & menghentikan sementara waktu kegiatan yang bersifat mengundang massa.Serta percepatan penaganan melalui satuan gugus tugas/Satgas yang dibentuk setiap daerah.Dalam hal ini,melalui Satgas Ekonomi yang dikoordinatori oleh Asisten Ekonomi & Pembangunan,terus menjaga ketersediaan bahan pokok & stabilitas harga dimasyarakat,mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying,menjaga kelancaran & keamanan distribusi bahan pokok serta pengadaan pasar murah berupa sembako di setiap pasar tradisional melalui Dinas Perindustrian & Perdagangan.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,1 April 2020).
Binrohtal 858 : Merendahkan Diri
Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang,Selasa (31/3),pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang,ustad Yusuf Hidayat menjelaskan ayat-ayat tentang ujian."Tujuan ujian yang sedang menimpa umat manusia saat ini adalah agar merendahkan diri.,"tuturnya.Ustad Yusuf lantas menjelaskan 4 ayat Al Quran.
1.Pertama,QS Al A'raf 94.Kami tidaklah mengutus seorang nabipun kepada suatu negeri,lalu penduduknya kesempitan & penderitaan supaya mereka tunduk & merendahkan diri.Contohnya kaum Nabi Nuh yang ditimpa musibah banjir bandang sehingga banyak yang mati tenggelam.Ini lantaran mendustakan nabi Nuh.Juga kaum Nabi Nuh yang dihajar meteor panas dari langit pada waktu Subuh sehingga langsung mati tertimpa batu panas dirumah sendiri-sendiri.Juga kamu Nabi Soleh yakni kaum Tsamud yang disiksa Allah dengan puting beliung & hawa panas berhari-hari.
2.Kedua,surat Al An'am Ayat 43.Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka.Bahkan ketika hati mereka telah menjadi keras,& setanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka dapatkan.Inilah sebabnya,setiap ada balak,musibah,bencana & wabah,kita dianjurkan banyak membaca doa dengan penuh kerendahan diri.Seperti sekarang ini,banyak anjuran agar membaca doa-doa & wirid dengan merendahkan diri agar korona segera berakhir.Baik itu doa dengan ayat-ayat Quran,Salawat,qunut Nazilah maupun lainnya.
3.Ketiga,surat Al An'am Ayat 42.Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat yang sebelum kamu,kemudian,Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan & kemelaratan,supaya mereka memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri.Dari sini kita tahu bahwa doa-doa yang dibaca dengan merendahkan diri bisa mencegah siksa Allah.Seperti doa Nabi Yunus ketika dalam perut ikan yang diabadikan dalam QS Anbiya 87,tidak ada Tuhan selain Engkau,sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.Juga doa Nabi Adam yang diabadikan dalam QS Al Araf 23.ya Tuhan kami,kami telah menganiaya diri kami,kami telah menganiaya diri kami sendiri,& jika Engkau tidak mengampuni kami & memberi rahmat kepada kami,niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
4.Keempat,surat Al Mu'minun ayat 76.Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka,maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka,& juga tidak memohon kepada-Nya dengan merendahkan diri.Ini menyiratkan bahwa jika kita mau meminta ampun & merendahkan diri dengan berdoa kepada Allah,niscaya ujian dalam bentuk wabah korona akan segera diangkat oleh Allah SWT.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,1 April 2020).
1.Pertama,QS Al A'raf 94.Kami tidaklah mengutus seorang nabipun kepada suatu negeri,lalu penduduknya kesempitan & penderitaan supaya mereka tunduk & merendahkan diri.Contohnya kaum Nabi Nuh yang ditimpa musibah banjir bandang sehingga banyak yang mati tenggelam.Ini lantaran mendustakan nabi Nuh.Juga kaum Nabi Nuh yang dihajar meteor panas dari langit pada waktu Subuh sehingga langsung mati tertimpa batu panas dirumah sendiri-sendiri.Juga kamu Nabi Soleh yakni kaum Tsamud yang disiksa Allah dengan puting beliung & hawa panas berhari-hari.
2.Kedua,surat Al An'am Ayat 43.Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka.Bahkan ketika hati mereka telah menjadi keras,& setanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka dapatkan.Inilah sebabnya,setiap ada balak,musibah,bencana & wabah,kita dianjurkan banyak membaca doa dengan penuh kerendahan diri.Seperti sekarang ini,banyak anjuran agar membaca doa-doa & wirid dengan merendahkan diri agar korona segera berakhir.Baik itu doa dengan ayat-ayat Quran,Salawat,qunut Nazilah maupun lainnya.
3.Ketiga,surat Al An'am Ayat 42.Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat yang sebelum kamu,kemudian,Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan & kemelaratan,supaya mereka memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri.Dari sini kita tahu bahwa doa-doa yang dibaca dengan merendahkan diri bisa mencegah siksa Allah.Seperti doa Nabi Yunus ketika dalam perut ikan yang diabadikan dalam QS Anbiya 87,tidak ada Tuhan selain Engkau,sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.Juga doa Nabi Adam yang diabadikan dalam QS Al Araf 23.ya Tuhan kami,kami telah menganiaya diri kami,kami telah menganiaya diri kami sendiri,& jika Engkau tidak mengampuni kami & memberi rahmat kepada kami,niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
4.Keempat,surat Al Mu'minun ayat 76.Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka,maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka,& juga tidak memohon kepada-Nya dengan merendahkan diri.Ini menyiratkan bahwa jika kita mau meminta ampun & merendahkan diri dengan berdoa kepada Allah,niscaya ujian dalam bentuk wabah korona akan segera diangkat oleh Allah SWT.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,1 April 2020).
Jumat, 03 April 2020
TORIQOH 97:RAHMAT KORONA.
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso,KH Cholil Dahlan,Sabtu,menjelaskan perihal virus korona yang sedang mewabah."Wabah korona adalah bentuk lain rahmat Allah"tuturnya.Ketua MUI Jombang ini lantas menjelaskannya secara rinci.Korona menjadi rahmat dua (2) hal:
1.Rahmat berupa wabah korona yang diberikan Allah kepada manusia bisa merupakan peringatan.Bisa juga ujian untuk meningkatkan derajat seseorang."Wabah korona bisa merupakan peringatan karena dosa-dosa yang kita lakukan sudah membahayakan kemaslahatan bersama"jelasnya.Sehingga dengan adanya korona kita memperbanyak istighfar karena takut ancaman Allah SWT."Bisa jadi melalui wabah korona Allah SWT sedang menguji kita supaya nikmat duniawi yang semakin memudahkan hidup sehari-hari semakin meningkatkan ibadah dan amal saleh"paparnya.
2.Wabah korona bisa jadi merupakan nikmat Allah SWT untuk memperbaiki kualitas silaturrahmi di keluarga kita."Sudah menjadi pandangan umum kualitas umat saat ini dilihat dari sisi ibadah dan amal saleh kurang fokus"ungkapnya.Seringkali kumpul-kumpul kita di luar rumah menganggu pembinaan satuan sosial terkecil di rumah tangga."Adanya wabah korona bisa mengurangi permasalahan kenakalan remaja"ujarnya.Karena dengan korona Allah memberi kesempatan kita banyak di rumah demi pembinaan rumah tangga yang lebih intensif dan fokus.Kiai Cholil menjelaskan,warga toriqoh dibimbing akhir oleh mursyid dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar bisa memahami rahmat Allah seperti korona diatas.Makanya harus istikomah zikir.Terlebih selama berdiam diri di rumah."Tasbihnya jangan lepas dari tangan"sarannya.Sebab selama pegang tasbih,kita dicatat sedang zikir.Jika zikir dilakukan secara istikomah,maka akan mudah masuk ke hati,akan mengalir melalui aliran darah.Sehingga ketika melihat sesuatu ingat Allah.Mendengar sesuatu ingat Allah.Mau mengucapkan sesuatu ingat Allah.Mau melakukan sesuatu ingat Allah.Jika sudah demikian,maka kita tidak akan fokus pada sesuatunya.Namun fokus pada Allah pencipta sesuatu itu.Sehingga kita bisa sabar dan rida.Jika kita melihat koronanya yang akan muncul hanyalah perasaan negatif.Namun jika kita melihat Allah sang pencipta korona,maka hati kita akan bisa sabar dan rida.Sabar inilah yang membuat daya tahan tubuh kita kuat sehingga bisa melawan virus.Makanya kita diperintahkan minta tolong dengan salat dan sabar.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Baqarah 45 dan 153.Agar mudah sabar dan salat kita harus banyak salat,zikir,baca Quran dan salawat"saranynya.(Dikutip Radar Jombang,30 Maret 2020).
1.Rahmat berupa wabah korona yang diberikan Allah kepada manusia bisa merupakan peringatan.Bisa juga ujian untuk meningkatkan derajat seseorang."Wabah korona bisa merupakan peringatan karena dosa-dosa yang kita lakukan sudah membahayakan kemaslahatan bersama"jelasnya.Sehingga dengan adanya korona kita memperbanyak istighfar karena takut ancaman Allah SWT."Bisa jadi melalui wabah korona Allah SWT sedang menguji kita supaya nikmat duniawi yang semakin memudahkan hidup sehari-hari semakin meningkatkan ibadah dan amal saleh"paparnya.
2.Wabah korona bisa jadi merupakan nikmat Allah SWT untuk memperbaiki kualitas silaturrahmi di keluarga kita."Sudah menjadi pandangan umum kualitas umat saat ini dilihat dari sisi ibadah dan amal saleh kurang fokus"ungkapnya.Seringkali kumpul-kumpul kita di luar rumah menganggu pembinaan satuan sosial terkecil di rumah tangga."Adanya wabah korona bisa mengurangi permasalahan kenakalan remaja"ujarnya.Karena dengan korona Allah memberi kesempatan kita banyak di rumah demi pembinaan rumah tangga yang lebih intensif dan fokus.Kiai Cholil menjelaskan,warga toriqoh dibimbing akhir oleh mursyid dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar bisa memahami rahmat Allah seperti korona diatas.Makanya harus istikomah zikir.Terlebih selama berdiam diri di rumah."Tasbihnya jangan lepas dari tangan"sarannya.Sebab selama pegang tasbih,kita dicatat sedang zikir.Jika zikir dilakukan secara istikomah,maka akan mudah masuk ke hati,akan mengalir melalui aliran darah.Sehingga ketika melihat sesuatu ingat Allah.Mendengar sesuatu ingat Allah.Mau mengucapkan sesuatu ingat Allah.Mau melakukan sesuatu ingat Allah.Jika sudah demikian,maka kita tidak akan fokus pada sesuatunya.Namun fokus pada Allah pencipta sesuatu itu.Sehingga kita bisa sabar dan rida.Jika kita melihat koronanya yang akan muncul hanyalah perasaan negatif.Namun jika kita melihat Allah sang pencipta korona,maka hati kita akan bisa sabar dan rida.Sabar inilah yang membuat daya tahan tubuh kita kuat sehingga bisa melawan virus.Makanya kita diperintahkan minta tolong dengan salat dan sabar.Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Baqarah 45 dan 153.Agar mudah sabar dan salat kita harus banyak salat,zikir,baca Quran dan salawat"saranynya.(Dikutip Radar Jombang,30 Maret 2020).
Proyek Fisik Kota Jalan Terus,Pekerja Harus Terapkan Protokol Kesehatan
Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-Pemkot menegaskan jika merebaknya virus korona masih belum berdampak pada sejumlah proyek fisik.Salah satunya terhadap proyek pembangunan yang tengah berjalan di Pasar Benteng Pancasila/Benpas.Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan/Disperindag Ruby Hartoyo,menegaskan,jika peningkatan kesiapsiagaan terhadap Covid-19 belum sampai memengaruhi jadwal pekerjaan fisik."Tetap berjalan sesuai dengan perencanaan,"terangnya.Hanya saja,para pekerja tetap diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan.Sesuai kontrak,proyek yang dinaungi oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat/PUPR itu berjalan 210 hari kalender atau kurang lebih dari 7 bulan.Dengan demikian,pembangunan pasar yang pernah dilanda kebakaran itu ditarget rampung 24 Agustus mendatang.Ruby mengatakan,dengan total luas lahan sekitar 3.034 meter persegi,Pasar Benpas akan dibangun dengan kapasitas 242 kios.Masing-masing memiliki ukuran 2 x 3 meter.Seluruhnya diprioritaskan untuk pedagang lama yang kini menempati tempat relokasi akibat kebakaran pada 2017 lalu."Kita prioritaskan untuk pedagang lama,"tandasnya.Tercatat,sejumlah pedagang yang sebelumnya menempati sentra Pedagang Kaki Lima/PKL Benpas sebanyak 221 orang.Dengan demikian,dipastikan seluruh pedagang akan bisa tertampung di bangunan pasar baru yang menyerap Rp 11,2 miliar dari APBN itu.Sementara,sisa sebanyak 21 kios,sebut Ruby,ke depan akan diisi oleh pedagang baru.Selain itu,sejumlah proyek fisik lainnya yang tengah dipersiapkan.Salah satunya adalah proyek pembangunan Pasar Gunung Gedangan tahap kedua.Proyek yang berada di Jalan By Pass Kota Mojokerto itu rencananya akan dijadikan sebagai rest area."Akhir bulan ini akan kita akan luncurkan lelang,"pungkasnya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,31 Maret 2020).
Rabu, 01 April 2020
BINROHTAL 855:MENGHADAPI WABAH.
Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang,Selasa (24/3),Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran,Tembelang,Ustad Yusuf Hidayat,menjelaskan sikap yang tepat menghadapi wabah."Ada 3 sikap yang harus kita lakukan menghadapi wabah penyakit korona,"tuturnya.
- Pertama,harus ikhtiyar menjauhi bahaya.Kemudian ikhtiyar untuk mendatangkan manfaat."Ikhtiyar ini adalah kewajiban yang tak bisa ditawar.Urutannya harus dimulai dari menjauhi bahaya terlebih dulu,"jelasnya.
- Kedua,setelah ikhtiyar dilakukan,barulah kemudian bertawakkal kepada Allah SWT.Sebab Allah adalah penentu akhir segala kejadian."Bila belum ikhtiyar,maka tak relevan membahas tawakkal,"urainya.
- Ketiga,tawakkal akan membuahkan penerimaan pada seluruh qada & qadar Allah SWT.Baik yang terasa nikmat atau tidak.Inilah tujuan terakhir yang harus dicapai seluruh mukmin."Ini termasuk implementasi rukun iman,"tegasnya.
Pada 18 H Kholifah Umar bin Khottob melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam.Di perbatasan masuk wilayah Syam,rombongan berhenti.Abu Ubaidah bin Al Jarrah,Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menjemput & menyambut rombongan Khalifah.Kala itu,Syam tengah tertimpa wabah tha'un,sebuah penyakit menular.Benjolan muncul diseluruh tubuh yang akhirnya pecah & mengakibatkan pendarahan.Umar bermusyawarah & meminta saran kepada sahabat muhajirin,ansor,& orang-orang yang ikut dalam peristiwa Fathu Makkah.Apakah akan melanjutkan perjalanan masuk ke Syam,atau kembali ke Madinah?.Perbedaan pendapat terjadi.Abu Ubaidah ra menginginkan agar mereka masuk ke Syam."Mengapa engkau lari dari takdir Allah Subhanahuwata'alla?"tanya Abu Ubaidah kepada Umar.Lalu Umar ra menyanggahnya & mengatakan."Jika kamu punya kambing & ada 2 lahan yang subur & yang kering,kemana akan engkau arahkan kambingmu?jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah,& jika ke lahan subur itu juga takdir Allah.Sesungguhnya dengan kami pulang,kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain,"Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadits mengucapkan hadits Rasullulah SAW."Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri.Maka,jangan kalian memasukinya,& jika kalian berada di daerah itu,janganlah kalian keluar untuk lari darinya,"Akhirnya,Umar & rombongan kembali ke Madinah.Sementara itu,Abu Ubaidah ra,tetap ingin hidup bersama rakyatnya.Sampai akhirnya Abu Ubaidah,Muadz bin Jabal,Suhail bin Amr,& sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahuanhum,wafat karena wabah tersebut.Total,ada sekitar 20 ribu orang meninggal dunia.Hampir separuh dari penduduk Syam ketika itu.Kita tak boleh meremehkan penyakit.Umar yang kuat imannya saja masih berikhtiyar menghindari penyakit.Ikhtyar doa & tawakkal.Begitu rumus seorang muslim dalam menjalani hidup.Bukan hanya doa lalu tawakkal.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,25 Maret 2020).
- Pertama,harus ikhtiyar menjauhi bahaya.Kemudian ikhtiyar untuk mendatangkan manfaat."Ikhtiyar ini adalah kewajiban yang tak bisa ditawar.Urutannya harus dimulai dari menjauhi bahaya terlebih dulu,"jelasnya.
- Kedua,setelah ikhtiyar dilakukan,barulah kemudian bertawakkal kepada Allah SWT.Sebab Allah adalah penentu akhir segala kejadian."Bila belum ikhtiyar,maka tak relevan membahas tawakkal,"urainya.
- Ketiga,tawakkal akan membuahkan penerimaan pada seluruh qada & qadar Allah SWT.Baik yang terasa nikmat atau tidak.Inilah tujuan terakhir yang harus dicapai seluruh mukmin."Ini termasuk implementasi rukun iman,"tegasnya.
Pada 18 H Kholifah Umar bin Khottob melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam.Di perbatasan masuk wilayah Syam,rombongan berhenti.Abu Ubaidah bin Al Jarrah,Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menjemput & menyambut rombongan Khalifah.Kala itu,Syam tengah tertimpa wabah tha'un,sebuah penyakit menular.Benjolan muncul diseluruh tubuh yang akhirnya pecah & mengakibatkan pendarahan.Umar bermusyawarah & meminta saran kepada sahabat muhajirin,ansor,& orang-orang yang ikut dalam peristiwa Fathu Makkah.Apakah akan melanjutkan perjalanan masuk ke Syam,atau kembali ke Madinah?.Perbedaan pendapat terjadi.Abu Ubaidah ra menginginkan agar mereka masuk ke Syam."Mengapa engkau lari dari takdir Allah Subhanahuwata'alla?"tanya Abu Ubaidah kepada Umar.Lalu Umar ra menyanggahnya & mengatakan."Jika kamu punya kambing & ada 2 lahan yang subur & yang kering,kemana akan engkau arahkan kambingmu?jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah,& jika ke lahan subur itu juga takdir Allah.Sesungguhnya dengan kami pulang,kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain,"Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadits mengucapkan hadits Rasullulah SAW."Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri.Maka,jangan kalian memasukinya,& jika kalian berada di daerah itu,janganlah kalian keluar untuk lari darinya,"Akhirnya,Umar & rombongan kembali ke Madinah.Sementara itu,Abu Ubaidah ra,tetap ingin hidup bersama rakyatnya.Sampai akhirnya Abu Ubaidah,Muadz bin Jabal,Suhail bin Amr,& sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahuanhum,wafat karena wabah tersebut.Total,ada sekitar 20 ribu orang meninggal dunia.Hampir separuh dari penduduk Syam ketika itu.Kita tak boleh meremehkan penyakit.Umar yang kuat imannya saja masih berikhtiyar menghindari penyakit.Ikhtyar doa & tawakkal.Begitu rumus seorang muslim dalam menjalani hidup.Bukan hanya doa lalu tawakkal.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,25 Maret 2020).
Luncurkan Bus Bandara,Ning Ita Sebut Sangat Murah,Kota Ke Juanda Hanya Rp.55 Ribu
Kota,Jawa Pos Radar Mojokerto-Walikota Ika Puspitasari secara resmi meluncurkan angkutan pemandu moda rute Kota Mojokerto -Bandara Juanda di Halaman Graha Mojokerto Service City/GMSC,Sabtu (21/3).Keberadaan armada bus tersebut akan menjadi moda transportasi alternatif bagi warga masyarakat dengan biaya yang lebih murah & efisien.Ning Ita,sapaan akrab Walikota,mengatakan,keberadaan Jalan tol Surabaya-Mojokerto/Sumo telah memudahkan aksesibilitas dari & menuju Kota Onde-onde.Namun,untuk mendukung sarana tersebut,juga harus ditunjang dengan sistem transportasi yang efektif serta efisien."Dan jawabannya adalah angkutan pemandu moda Kota Mojokerto-Bandara Juanda ini,"terangnya usai launcing angkutan pemandu moda,di GMSC,Sabtu (20/30.Setiap hari,angkutan pemandu moda atau yang dikenal dengan bus Bandara tersebut akan melayani rute trayek dari Kota Mojokerto menuju Bandara Juanda di Sidoarjo.Bahkan,jam pelayanan dimulai sejak pukul 04.00 hingga berakhir pada 19.00.Ning Ita menyebutkan,terdapat 4 unit bus kategori sedang yang dioperasikan.Masing-masing armada memiliki kapasitas cukup luas dengan 27 shift atau tempat duduk.Dengan demikian,angkutan pemandu moda bisa menjadi alternatif angkutan moda transportasi umum yang aman & nyaman."Tidak hanya itu,yang perlu digaris bawahi tarifnya juga sangat murah.Sehingga bisa lebih efektif dan efisien"tandasnya.Untuk mendapat pelayanan angkutan pemadu moda Kota Mojokerto-Bandara Juanda itu,sebut Ning Ita,penumpang cukup merogoh kantong sebesar Rp 55 ribu.Menurutnya,tarif tersebut jauh lebh murah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan menggunakan angkutan pribadi.Terlebih selama melayani trayek Kota Mojokerto-Juanda,bus bandara melalui jalur tol.Dengan demikian,durasi perjalanannya pun juga menjadi lebih cepat dengan waktu tempuh hanya 60 menit.Termasuk rasio pemberangkatannya yang juga relatif lebih singkat dengan selang waktu hanya 1 jam."Jadi setiap 1 jam sekali ada pemberangkatan dari Kota Mojokerto ke Juanda maupun sebaliknya,"ulasnya.Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan,angkutan moda diperuntukkan bagi warga umum,khususnya masyarakat kota onde-onde.Dengan rute keberangkatan dari Terminal Kertajaya melalui Jalan Pahlawan & transit di GMSC.Kemudian melanjutkan perjalanan lewat Jalan Empunala-By Pass-Tol Sumo,Bandara.Bus Bandara tersebut juga melayani angkutan penumpang dari arah sebaliknya dengan titik pemberhentian di depan Kantor Walikota Mojokerto."Untuk siapa pun,apakah warga Kota Mojokerto yang akan ke Juanda.Atau pun juga sebaliknya,oleh pengunjung dari Juanda yang akan ke Kota Mojokerto"tandasnya.Ning Ita menambahkan,dengan beroperasinya bus bandara ini juga akan digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintahan.Yaitu,dengan menghimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk DPRD ketika menuju ke Bandara Juanda memanfaatkan angkutan pemadu moda."Jadi tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewa"pungkasnya.Usai peluncuran,Ning Ita bersama jajaran forkopimda,Perum Damri Cabang Surabaya,UPT LLAJ Dishub Provinsi Jatim,Kepala Dishub Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo,serta jajaran OPD pemkot menjajal langsung angkutan pemadu moda perdana Kota Mojokerto-Bandara Juanda Ini.(Dikutip Radar Mojokerto,23 Maret 2020).
KOMISI III DPRD KOTA SIDAK RSUD dr WAHIDIN SUDIRO HUSODO,PASTIKAN KESIAPAN TANGANI COVID-19.
MOJOKERTO KOTA-Komisi III DPRD Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto,Jumat.Kedatangan para wakil rakyat ke rumah sakit milik pemda tersebut untuk memastikan kesiapan penanganan pasien Covid-19 yang sudah menambah di sejumlah daerah di Indonesia.Ketua DPRD yang juga sebagai koordinator Komisi 3,Sunarto,mengatakan,kedatangan Komisi 3 ini untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam menangani wabah virus Covid-19.Sejumlah kesiapan yang harus dimiliki rumah sakit diantaranya ruang isolasi maupun tenaga medis yang menangani pasien virus Covid-19."Kami bersama rombongan komisi ingin mengetahui secara langsung ruang isolasi yang disiapkan oleh rumah sakit"terang Sunarto.Lebih lanjut,dikatakannya,dari hasil sidak tersebut,kita mendukung langkah rumah sakit yang sudah melakukan pencegahan & pelayanan pasien Covid-19 sesuai SOP.Bahkan,rumah sakit juga sudah melakukan pembatasan kunjungan pasien umum."Setiap masuk rumah sakit,sudah ada petugas yang siap mengecek suhu badan,"papar Sunarto.Ketua Komisi 3,Agus Wahyudi Utomo,menambahkan,untuk mengurangi penumpukan jumlah pasien berobat,hendaknya rumah sakit segera menerapkan sistem on line.Karena sistem tersebut sangat efektif mencegah penumpukan pasien diruang tunggu rumah sakit."Penerapannya social distancing juga dapat diterapkan melalui antrian berobat sistem online"tambahnya.Sementara itu Direktur RSUD Sugeng Mulyadi,mengatakan meski secara umum belum menjadi daerah sebaran virus,rumah sakit sudah menyiapkan ruang khusus isolasi dan tenaga media sesuai instruksi pemerintah pusat.Bahkan tenaga medisnya pun juga sudah disiapkan khusus untuk menangani pasien Covid-19."Untuk penanganan dan pencegahan kita sudah membentuk gugus tugas covid-19 yang bekerja sesuai standar operasional prosedur"ujarnya.Bahkan pihaknya telah menyediakan empat ruang isolasi untuk mengatasi Covid-19."Pasien berstatus PDP yang masuk di RSUD akan ditangani di ruang IGD khusus sebelum masuk ruang isolasi"paparnya.Setelah ditangani pihak IGD khusus,pasien akan dibawa diruang isolasi melalui jalur yang tidak bersinggungan dengan pasien umum atau tempat antrian berobat di sejumlah poli."Untuk menghindari penyebaran virus maka penanganannya juga harus lebih ekstra hati-hati"terangnya.Sementara itu,bagi masyarakat yang memiliki riwayat bepergian luar negeri atau luar daerah rawan Covid-19 yang ingin berobat maka akan diperiksa suhu tubuhnya.Jika ternyata suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius maka akan diarahkan ke ruang IGD khusus."Makanya sebelum masuk rumah sakit harus dilakukan 'thermal cek'dulu agar tidak berbaur dengan pasien umum lainnya.(Dikutip Radar Mojokerto,23 Maret 2020).
Langganan:
Postingan (Atom)






